Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘1’ Category

Fenomena sosial media : Penggunaan sosial media menurut pengamat beberapa tren, penggunaan di tahun 2017 dan 2018 akan terus menurun atau  semakin selektif di dunia maya. Baik seletif dalam memilih jenis maupun menerima pertemanan.  Memilih sosial media : Banjirnya tipe dan jenis sosial media, haruslah disikapi dengan bijaksana, bukan ikut-ikutan semata. Kalo kebanyakan juga kan bikin pusing. Sosial media juga sebenarnya memiliki fitur yang berbeda sesuai fungsi.

***

 

Jenis dan rekomendasi sosial media

Twitter : Sempat tren di 2012-2015, penggunanya menurun atau stagnan hingga tahun 2017. Penggunaan teks terbatas, cocok untuk penyajian berita singkat dan info kilat. Untuk yang pengen dapat info banyak dan beragam, bisa main twitter. Peran hashtag sangat kuat di twitter. Mengingat twitter di optimasi pengguna berdasarkan trends and topic berkala.

Facebook : Kaya akan fitur, baik gambar, teks, video, grup, fan page dan chat. Indonesia termasuk lima besar pengguna facebook terbesar di dunia. Hingga saat ini, penduduk Indonesia masih setia menggunakan Facebook sebagai jejaring sosial pertemanan, jualan, atau membentuk lini komunitas. Kekurangan : Fitur yang banyak ini menjadikan facebook kurang spesifik dalam pengenalan produk dan minat pengguna. Saya termasuk yang sering bosan mengunjungi  facebook, karena tampilan “ramai” yang memusingkan ini.

Goodreads : Sudah dibahas di ODOB kemarin. Ini jenis jejaring sosial untuk para pembaca buku. Baik aktif maupun pasif. Aktif, dalam artian selalu update dan feedback dalam pertemanan Goodreads. Pasif, sekedar melihat review, rate atau komentar yang pedas+lucu

Wattpad : Jejaring sosial untuk penulis dan pembaca. Terutama penulis pemula, banyak mewujudkan mimpinya melalui Wattpad. Yang dipublikasikan di Wattpad, biasanya karya baru dari penulis  baru, dimana tulisan akan di update secara berkala (dari status on-going sampai complete). Dari huru hara Facebook, saya lari ke Wattpad dan memang menyenangkan menemukan hal-hal baru di dalamnya. Mungkin karena saya penulis, jadi senang ber-Wattpad. Belakangan ini kembali bosan, karena huru hara yang sama ditemukan di Facebook. (Haduuhh, manusia alay kok nggak ada habis-habisnya). Mencoba berburu ke tempat lain, seperti Inkit, Fanfic, dan Novel Nusantara. Tapi fitur Wattpad ternyata lebih unggul buat saya nikmati.

 

Instagram : Jejaring sosial berbasis foto dan gambar. Sekarang sudah bisa video juga, bahkan durasi diperpanjang hingga 1 menit.  Makin diperkaya pula dengan snapgram dan video Live.  Snapgram ini dipercaya untuk mengimbangi fans snapchat yang kian gegar. Konten live di Instagram masih kalah stabil dengan Facebook. Buat para pelapak, instagram sangat saya rekomendasi untuk dikembangkan.

 

Snapchat : Flash video, durasi 10 detik. Kurang tahu update terbaru, sepertinya makin lama. Cocok buat yang doyan selfie, dan dokumentasi keseharian. Saya kurang minat dengan snapchat, selain bukan kebutuhan, juga memakan RAM yang cukup besar. Karena aktivasi snapchat selalu standby (yang artinya makan baterai juga)

 

Steller : Awal muncul 2012, yang konon untuk mengimbangi kekurangan di instagram. Saat ini nge-hits di Indonesia sejak diluncurkannya StellerID. Sesuai namanya, Steller, yang artinya Story Teller. Cocok banget buat yang senang fotografi dan bercerita. Bentuknya seperti slide and swipe, tapi ciyuss menarik banget. Yang nggak suka fotografi, dikompenasasi dengan fitur lay out dari Steller yang keren-keren. Saya masih newbie di Steller dan menikmati penjelajahan Steller, yang masih diisi oleh para profesional. Sambil terus berdoa, semoga para alayers dan Seller yang ganas tidak mengepung media ini sedemikian rupa.

 

***

Demikian penjelajahan saya  “memburu perawan”, hehe. Istilah saya aja sih. Dalam rangka memburu tempat-tempat seru untuk meraih inspirasi baru dan pertemanan singkat yang berkualitas. Oya, salah satu sosmed yang saya tetap setiap padanya, WordPress. Terus mengalami pembaruan dan memenuhi kebutuhan saya untuk berbagi dan mencari tahu hal-hal baru.

 

Hemm, benar juga prediksi trenders. Segelintir teman cukup untuk mengisi hari-hari kita. Termasuk dunia maya yang menjadi sarana sosialisasi manusia di abad digital. Saran saya, semakin banyak unsur baper di sosial media, kita harus semakin peka pada kebutuhan. Baik pada apa, pada siapa, bagaimana menyikapi dan disikapinya perbedaan kebutuhan ini. Selamat menjelajah! []

Iklan

Read Full Post »

Sebenarnya bukan “lesbi” dalam artian ‘body contact”. Mungkin lebih tepatnya SSA (Same Sex Attraction) alias kecenderungan suka pada sesama jenis. Yup, sejak SMA, aku selalu punya teman dengan riwayat yang kecenderungannya SSA. Awalnya ya berteman biasa. Jalan bareng, ngerumpi bareng, pokoknya demen bareng kemana-mana. Mungkin karena anak cewek, ya wajar dong senengnya bareng-barang. Atau pegang tangan (maksudnya, gandengan pas jalan), ya menurut aku waktu itu wajar-wajar aja. Anak cewek kan beda sama anak cowok. Lebih sensitif gitu. Plus sentuhan itu bagian dari eksistensi kedekatan.

Kalau teman SMA, emang nggak bikin pengakuan. Cuma ngerasa aja, “ini orang gelagatnya makin aneh aja”. Yang cukup shock itu pas jaman kuliahan. Ada teman, sebutlah namanya Nia. Kita nggak deket sih. Cuma dianya suka banget deket-deket aku. Bela-belain main ke rumah, walau rumahnya jauh dari rumahku. Sekali dua kali mampir sih, it’s OK. Tapi kalau keseringan dan akhirnya malah “krik krik krik” alias obrolannya garing, aduh gimana ya. Mau ngusir gimana, kan nggak sopan.

Akhirnya aku ngasi “kode” kalau aku tuh dah bosen banget menjamu dia. Aku diem seribu bahasa. Ogah dalam memulai topik pembicaraan. Bicara pun sekena-kenanya (Aduh, kalo diingat, kok tega banget kayaknya ya. Hehe). Ehh, dianya tahan banting. Dia ngeliatin aku dengan tatap mata menusuk. Nggak bisa lepas matanya ngeliat aku. Malah lama lagi. Ada kali, dua puluh menitan diplototin gitu. (Baru sadar pas dia pulang, tatapannya itu ngeri alias tumpah penuh nafsu). Sebagai pecinta lawan jenis, diliatin sesama jenis nggak gimana-gimana sih. Cuma agak aneh aja, bertanya-tanya. ‘Aku kenapa ya? Apa salah pake baju? Atau ada salah sikap”.

Karena berteman sesama jenis itu bukan dosa, ya aku kembali seperti sedia kala, berteman dengan siapa aja. Belakangan aku digosipin ngasih harapan cinta sama Nia. What the….? Hello, aku masih doyan cowok. Kok udah ngomong soal harapan cinta nih. Teman ya teman, kok jadi demen sesama gini ya. Waduuuhhh… Hemm, jujur, aku nggak pengen nyakitin siapa-siapa. Nggak juga pengen ngeliat hal-hal yang di luar batasnya. Kalau butuh tangan, aku ulurin. Apalagi emang tugas teman untuk saling bantu. Yeahh,,, enak nggak enak dapat rumor kek gini. Malah aku kan orangnya takut pacaran, alias tipe orang Mencari Pasangan Halal. Jadi, ya nggak pacaran dong. Karena nggak pacaran, plus sering disambangin Nia, ya terjadilah gosip-gosip busuk di belakang.

Belum sempat nolongin Nia secara terapis. Tapi yang pasti aku ajakin dia ngaji dan baca surah Al-Kahfi Al-Waqiah tiap malam jumat. Siapa tahu ngefek alias jadi doa yang benar buat kami bersama. Nggak maulah terjerembab dalam fitnah. Kecenderungan suka sesama jenis ini ada latar belakangnya loh. Dari situ, aku ngeterapi Nia kecil-kecilan. Karena sebenarnya, Nia juga pengen melepas ‘rasa ini’. Pengen jadi yang seharusnya, suka ke lawan jenis. Seperti yang agama dan norma gariskan. Sabar, ini ujian. Kalau diuji, pasti karena kita bisa melewatinya. Iyes!

***

Sedikit Tausiah

Pernah punya sobat sesama cewek tapi bawaannya paranoid alias dia enggan kita dekat dengan cewek lain, kita perlu ditanya modusnya itu apa. Beneran sayang banget sampe segitunya, atau dia punya kecenderungan lain?!

Satu sisi, kita memang diperintahkan untuk berkumpul dan berteman pada sesama jenis. Sebab Rasul SAW membatasi hubungan lawan jenis hanya dalam perkara pernikahan, jual beli, pendidikan atau kesehatana. Sehingga wajar kita punya sobat cewek, bukan cowok. Tapi jadi lain ceritanya kalau sobat cewek itu punya gejala-gejala liwath (suka sesama jenis). Hal itu bisa terlihat dari gaya berpakaian, atau bahkan dari pengakuannya langsung bahwa dia memang tertariknya pada sesama perempuan. Plis, ini perlu treatment khusus ya.

Teman yang punya kecenderungan liwath ini bukan untuk dibenci, dijauhi apalagi dicaci. Mau tidak mau, dia masih saudara kita juga. Dia pun masih manusia yang dihargai eksistensinya. Sehingga penanganan teman yang lesbi ini butuh terapi para ahli. Bisa dari ustadz, psikolog maupun tim rukyah yang terpercaya. Tak lupa, butuh support banget dari keluarga dan teman-temannya. Jangan biarkan dia berjuang sendiri, bisa-bisa dia akan mencari sesama lesbi sebagai wujud pelampiasan rasa ini.

Al-Imam Abu Abdillah Adz-Dzahabiy -Rahimahullah- dalam Kitabnya “Al-Kabair” telah memasukkan homoseks sebagai dosa yang besar dan beliau berkata: “Sungguh Allah telah menyebutkan kepada kita kisah kaum Luth dalam beberapa tempat dalam Al-Qur’an Al-Aziz, Allah telah membinasakan mereka akibat perbuatan keji mereka.

Dengan melihat akan besarnya dosa homoseks, sampai Allah -Ta’ala- menghukum kaum Luth yang melakukan liwath dengan hukuman yang sangat besar dan dahsyat, membalikan tanah tempat tinggal mereka, dan diakhiri hujanan batu yang membumihanguskan mereka, sehingga kota mereka menjadi kenangan bagi kita, Allah -Ta’ala- berkata dalam surat Al-Hijr ayat 74:

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيل.

“Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras”.

Ayat ini cukuplah jadi renungan siapa saja, terutama yang udah ada gejala SSA supaya segera mencari terapi handal agar kita semua terhindar dari murka Allah Swt yang amat pedih. Wallahu’alam. [Alga Biru]

Read Full Post »

*)Berikut ini mungkin bukan tema kekinian, tapi penting untuk direnungkan. Setidaknya buat saya pribadi.  Saya coba merangkai perenungan ini, ditinjau dari dalil-dalil yanga ada. Bismillah

***

quran

“Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari bumi. Allah mengutus Jibril dan memberikan perintah kepadanya, ‘Ambilah segenggam tanah dari bumi.’. Maka terciptalah anak cucu Adam sesuai dengan (bentuk dan jenis) tanahnya. (Sabda Nabi Muhammad Saw).

Tanyalah manusia itu asalnya dari mana. Tanah akan memberi persaksian pertamanya. Shalat akan membela orang yang menegakkannya. Yang mati akan kembali pada asal muasal raganya, debu yang menyatu dengan tanah yang rapuh dibentuk serupa tembikar. Manusia pertama itu bernama Adam, ia bermakna adim, yakni bagian permukaan dari bumi. Itulah identitas pertama dan semua kisah yang kita lalui.

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah (yang lunak)” (Shad: 71)

Kedudukan manusia yang istimewa telah tampak dari ‘alat’ yang digunakan saat ia diciptakan. Perhatikan ini ! Semua makhluk diciptakan tanpa sentuhan, sedang Dia cukup berkata ‘jadilah, sehingga terciptalah ia!’. Nabi Saw bersabda : ‘Ada tiga hal yang telah diciptakan Allah dengan kedua tangan-Nya, dan tidak ada yang lain : Adam, surga ‘And, Luh-luh yang dibuat Allah untuk menulis kalam-Nya kepada Musa”. Tidakkah kita tersanjung dengan kehebatan Allah Swt? Tidakkah Dia pun berkehendak untuk menciptakan makhluk lain? Namun Dia memberikan media khusus, yakni tanganNya sendiri untuk menciptakan hikmah dan kisah penghambaan luar biasa ini.

Salah satu hamba Allah Swt meneliti calon makhluk bernama manusia, dialah Iblis. Fase itu manusia belum utuh dan ruh belum ditiupkan. Iblis berkeliling, mengira-ngira apa hebatnya karya Allah Swt ini. Kenapakah ia begitu istimewa. Nabi bersabda : “Ketika Adam telah terbentuk di surge, Allah membiarkannya begitu saja sehingga Iblis dapat mengililinya (menelitinya). Ketika Iblis mengetahui bahwa Adam itu kering, maka dia tahu bahwa Adam makhluk yang tidak dapat mengontrol dirinya”. Melalui hadist ini, Iblis mengetahui nafsu sebagai kelemahan manusia. Semua kelemahan itu diseimbangkan oleh Allah Swt sesuai firmanNya: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu (setan) terhadap mereka kecuali orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang yang sesat” ( TQS. Al Hijr : 42). Yang diikuti peniupan ruh Rabbani, sebagai pengisi kehidupan dan ikatan kepada Allah Swt : “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan Aku telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Al Hijr : 29).

Bersujud dalam hal ini bukanlah menyembah dalam konteks peribadahan. Bersujud untuk sebuah sikap mengakui eksistensi, dari seruan yang mencakup perintah Allah Swt sendiri. Sikap takabbur memasuki relung hati iblis, hal ini terbaca dari perkataannya dalam dialog bersama Allah Swt. Yakni : “Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada makhluk yang telah Ku-ciptakan dengan tangan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi ? Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari bara api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah” (Shad : 75-76).

Sejak tempo dulu. Penyakit sombong ini sangat memelaratkan dan fatal. Kesombongan mengakibatkan iblis, sebagai salah satu penduduk surga, terusir dan diberi tangguh menuju kesesatan. Kira-kira sudah jenis kesombongan apa yang kita lakukan? Ataukah memang perasaan itu yang selama ini menghalangi kita dari hidayah Allah Swt. Apakah sombong yang kecil maupun besar berlindung di balik kata-kata, “Saya ingin menjadi orang sholeh, berhijab, menjauhi riba, namun hati belum merasa siap”. Sedangkan diri kita tercipta sempurna, lengkap lahir dan potensi ruhiyah. Iblis menonjolkan kesombongannya, sesuatu yang menjadi hak Allah Swt sebagai penguasa langit dan bumi.

“Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya! Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina” (Al-A’raf: 12-13).

“Kesombongan itu adalah selendang-Ku dan keagungan itu adalah kain penutup tubuh-Ku. Siapa pun yang mencoba menyaingi-Ku dalam salah satu dari keduanya pasti Ku-lemparkan ke dalam neraka Jahannam”. []

Read Full Post »

*)Tulisan berikut ini isinya santai saja, semoga berbuah hikmah.

 

 

Hidup yang seolah sama. Bangun dan lapar, lapar dan bangun. Bekerja dan lelah, lelah dan bekerja. Suka, duka, bergantian. Sebagai penulis rubrik dan passion saya di dunia literasi, menulis tidak seindah kelihatannya. Menulis adalah pekerjaan yang harus dilalui dengan kejujuran tanpa bermaksud menyakiti. Maksud saya, bukankah kadang kejujuran itu memang menyakitkan? Nulis, tinggal jreng?? Langsung jadi, nggak pake modal. Ya nggak gitu jugalah. Sambil mikir, tangan kok gatal ya pengen ngubek-ngubek isi dompet. Eh, kotak pesan. Lalu surel ini masuk ke inbox yang telah difilter aplikasi.

 

 

“Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Ini dengan kak Alga Biru? Apa kabar, Kak? Sudah lama saya mencari akun media sosial dari tulisan-tulisan yang selama ini menginspirasi saya. Perkenalkan, saya Mia dari Jombang. Saya mengenal tulisan dan dakwah Kakak sejak SMU. Melalui majalah yang saya pinjam dari teman, saya jadi pembaca rubrik yang kakak tulis. Alhamdulillah sekarang saya sudah menyelesaikan studi, dan pengen punya bakat nulis dan berdakwah seperti Kakak. Gimana caranya ya Kak? Mohon doakan, semoga proses saya istiqomah dalam menempuh jalan hijrah.

 

 

Surat elektronik singkat itu meruntuhkan pikiran-pikiran kotor yang sempat mampir. Insyaf. Sudah sepatutnya potensi ini, nikmat sehat dan iman ini disyukuri. Barangkali ada diantara kita yang terburu-buru berkarya. Lupa, kalau nikmat itu sebenarnya ada pada prosesnya. Ada tabungan amal dari setiap tetes keringat dan nafas ilmu yang diraih susah payah. Riset yang kebanyakan harus kita “buang” daripada ditulis “to be something“. Kalau disebar, alhamdulillah, jadi amal jariyah. Ya, moga-moga aja nggak ada yang iseng stalk aib-aib penulis ya. Yalah, buat apa. Unfaedah.

 

Katanya, hidup ini amanah. Potensi, itu amanah. Salah satunya potensi dan karakter yang berlainan masing-masing orang. Mungkin emang saya diamanahin kerjanya nulis-nulis gini. Kemarin cobain motret-motret, kok nggak keceh ya. Biasa aja. Nggak ngangenin. Dikangeni? Boro-boro 🙂Emang bisanya yang begini ini. Mau gimana lagi. Ya nggak sih.

Hemm, terimakasih untuk yang mau saling sapa. Tak kalah penting pula, nasihat santai dan komentar pedas yang datang bersamaan. Meski tak semua berbalas, tak semua terdengar, kita saling mendoakan diam-diam. []

 

 

Note: Mia dari Jombang, bukan identitas sebenarnya 🙂

Read Full Post »

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan” (HR. Ahmad bin Hanbal dalam kitab “Al Musnad”)

capturejpg-qCPo

Di masa awal-awal kekuasaan Islam, Perang Mu’tah pecah sebagai gesekan antara Daulah Islam Madinah dengan imperium Romawi sebagai negara adidaya di masa itu. Pasukan kaum muslimin dipimpin Zaid Bin Haritsah, yang beralih tugas setelah gugur di medan jihad. Sesuai pesan Rasulullah, jika Zaid wafat, maka kepemimpinan beralih kepada Ja’far bin Abu Thalib. Jika pemimpin pengganti ini wafat, tampuk berikutnya digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Hingga ketiganya pun wafat dalam pertempuran dahsyat  itu, yang secara heroistik digantikan oleh Khalid bin Walid, yang mendapat julukan saifullah (pedang Allah).

Kontak militer yang  lain dengan Romawi terjadi pada masa Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar. Di bawah Komando Khalid bin Walid, bergerak menuju Syria dan Palestina yang saat itu berada di bawah kekuasaan Romawi. Kejeniusan Khalid dalam strategi perang membawa keberkahan dengan takluknya Damaskus. Perang balasan kemudian terjadi dengan angka yang fantastis, 100.000 pengerahan prajurit Romawi. Perang berlangsung di  ngarai sungai Yarmuk, sehingga disebut sebagai Perang Yarmuk. Bahkan komandan utama Romawi, terbunuh dalam perang ini.

Telah banyak pula usaha yang dilakukan para pembebas Muslim dalam rangka memenuhi janji suci Rasulullah Saw untuk manaklukkan Romawi.  Di masa berikutnya, Konstantinopel berkembang menjadi kota segala pesona dan kekuatan yang menjaganya. Sistem pertahanan kota ini sangat kuat. Benteng dengan kekuatan berlapis, ada parit sepanjang 7 meter, selat Golden Horn yang dipagari rantai besi tebal.

Konflik gereja timur dan barat, yang tentu mengurangi kebersatuan kekristenan Konstantinopel menjadi faktor yang menguntungkan pihak muslim.  Prajurit yang menjaga wilayah ini terdiri dari orang Venesia dan pelaut Genoa saja.

 

 

 

Bersambung…… 

Mau cek kepustakaan dulu ya. Lupa lanjutannya 🙂

Read Full Post »

mujahideen-11

Takluknya Persia adalah sebuah perjalanan panjang keteguhan iman. Tidak akan berhasil kecuali pemimpin dan orang yang dipimpinnya memiliki visi yang panjang melampaui kemampuan mereka sendiri. Pasca kesedihan umat Islam lepas meninggalnya Baginda Rasul, tampuk kepempinan yang dilanjutkan oleh Abu Bakar, harus direpotkan sekelompok kaum murtad. Pada titik ini, tampaklah kemunafikan yang selama ini masih teredam oleh kharisma Rasulullah. Mereka membuat konspirasi kotor, yang tentu saja tidak dibiarkan begitu saja oleh Abu Bakar. Pasukan pun dibentuk, dimana terpilihlah Khalid bin Walid sebagai pemimpinnya. Target penciudakan adalah kaum murtadin, Khuwailid al Asdi, dari Bani Asad di Buzakhah dan Malik bin Nuwaira di Butah. Pasukan kedua, dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal yang menargetkan si murtad Musailamah Al Kadzab.

Setelah penaklukan ini, Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk bergerak kea rah Persia, yang kala itu berkuasa dinasti Sassanid. Tahun 663 M, Khalid bersama pasukannya berangkat menuju Irak. Pertempuran digelar, pihak kaum muslimin memperoleh kemenangan. Tidak tinggal diam, pukulan balasan digelar dengan gabungan tiga kekuatan besar  yaitu  tantara Romawi, Persia dan Arab Kristen di Firaz. Alhamdulillah, kekuatan Khalid tidak tertandingi. Guna merangkak Romawi, wilayah Ctesiphon berhasil takluk pula.

 

Berita duka menyelimuti kaum muslimin. Abu Bakar terlalu cepat dalam kepemimpinannya dan wafat pada 634 M. Kedudukan kepemimpinan setelahnya digantikan sahabatnya, Umar Bin Khattab. Sempat terjadi peperangan yang mengalami jatuh bangun dari kedua belah pihak dalam beberapa kurun waktu. Sampai terjadilah suatu peristiwa penentu yang menjadi kejatuhan Persia. Yasdagird III dengan ambisinya merebut kembali daerah-daerah yang sudah ditaklukkan umat Islam. Pasukan Heraklius yang menjadi sekutu Yasdagrid dibuat kocar kacir oleh strategi pertahanan Khalifah Umar. Perang Yarmuk pecah, dengan mengakomodasi kekuatan 6000 pasukan kaum muslim. Kekalahan di pihak kaum kafir pada perang tersebut tidak disia-siakan untuk terus membakar api jihad hingga merangsek menakluk Persia. Saad bin Abu Waqqash membersamai 10.000 mujahidin, dengan menempuh negosiasi damai terlebih dulu sebagai wujud dakwah. Jumlah pasukan Persia sendiri sangat fantastis, yakni 60.000. Artinya, enam kali lipat pasukan muslim. Proses dakwah kepada Islam ini memakan waktu tiga bulan. Tak lain, mengajak daerah yang akan ditaklukkan tersebut untuk menerima Islam secara damai.

Kejadian unik itu terjadi. Peremehan terhadap duta atau delegasi perang artinya pelecehan terhadap negara. Suatu kali delegasi kaum muslimin, yaitu Ashim bin Amir menghadap Yasdagrid III guna menyampaikan misi dakwahnya. Tanpa diduga, pemimpin kafir itu mengolok-olok sang negosiator dengan menyiramkan tanah ke atas kepalanya. Jawab retoris negosiator itu mencengangkan, “Awal yang baik ! Musuh telah menyerahkan wilayah teritorialnya secara sukarela kepada kita (pengibaratan tanah yang diserahkan ke kepalanya)”.

persia

Ketika situasi di Syria sudah berada di bawah kendali kaum Muslimin dan pasukan Romawi telah dikalahkan di medang perang Yarmuk oleh Khalid bin Walid, khalifah Umar memerintahkan agar segala negosiasi dengan Persia segera dihentikan. Ini sebagai sinyal terbuka kepada Persia, agar mereka bersiap-siap untuk perang. Peperangan berlangsung selama empat hari. Pada hari keempat, kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan Persia. Beberapa kali ada upaya untuk merebut kembali, namun kandas dalam kegagalan. Seluruh kawasan Irak pun dikuasi oleh Islam. Seiring waktu, masyarakat mulai mengenal keindahan hidup di bawah naungan Islam. Secara sukarela mereka pun berbondong-bondong memeluk agama langit ini. []

Read Full Post »

“Dan tidaklah mereka memberikan infak, baik dari kecil maupun yang besar dan tidak pula melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kabajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” (TQS. At-Taubahs : 121)

 

Lelaki itu terkenal cerdas di zamannya. Badannya sedang, tidak terlalu tinggi, tidak juga pendek. Kulitnya putih tipis, berjenggot lebat dengan  bagian depan yang sedikit botak, dadanya bidang, gigi seri indah, dan rambutnya lebih rendah daripada telinganya. Lelaki itu bernama Utsman bin Affan bin Abu al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luay bin Ghalib.  Garis nasab beliau bertemu dengan garis nasab nabi Saw pada kakek kelima dari jalur ayahnya.

 

Abu Hurairah berkata, “Utsman telah membeli sruga dari Rasulullah Saw dua kali : pada saat membeli sumur Rumah (dan mewakafkannya untuk kaum muslimin) dan pada saat membiayai keperluan Jaisy al Usra (pasukan Perang Tabuk)”.

 

Perihal sumur Rumah, konon ia adalah sumur tua yang berasal dari kabilah Muzan. Informasi lainnya berkata, bahwa namanya dinisbatkan untuk laki-laki dari bani Ghifar yang bernama Rumah. Pada masa Rasulullah, kaum muslimin mendatangi tempat ini guna mendapatkan air yang terpancar darinya. Sehingga, rasul mengidamkan agar kiranya tempat ini menjadi milik kaum muslimin dan kemaslahatannya. Mendengar ini, Utsman bergegas membeli sumur itu dan mewakafkannya. Menjadi pahala yang mengalir terus menerus hingga hari ini.

Adapun kedermawanannya, kian jelas tatkala Rasulullah Saw dan barisannya menghadapi masa sulit dalam Perang Tabuk.  Perang tersebut memerlukan persiapan yang tidak sedikit jumlahnya. Mempersiapkan strategi, perlengkapan perang, jumlah pasukan maupun persediaan logistik yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Rasulullah Saw menggelar gathering atau penggalangan infaq fi sabilillah memenuhi persiapan peperangan. Khutbah digelar, api jihad dikobarkan. Beliau menyemangati para sahabat akan datangnya satu diantara dua kebaikan, menang  serta mendapat kemuliaan atau gugur sebagai syuhada. Para sahabat berlomba-lomba pula memberikan yang terbaik dan terbanyak dalam bentuk harta. Lalu Utsman bin Affan berkata, ‘Aku akan menginfakkan seratus unta lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Rasulullah Saw kembali menyemangati pasukan. Utsman pun kembali berkata, ‘Aku akan menginfakkan seratus unta lagi lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Lalu Rasullah Saw turun dari mimbar seraya kembali berkata, ‘Aku akan menginfakkan  seratus unta lagi lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Perawi berkata, ‘Lalu kulihat Rasulullah memberi isyarat dengan menggerakkan tangannya. Abdushamads mengeluarkan tangannya seperti seorang yang terkejut dan berkata, ‘Utsmans tidak akan menanggung apa-apa lagi setelah ini’.

Keteladanan menakjubkan dari seorang Utsman bin Affan. Akhlak yang terpuji dengan keluhuran budi yang sudah tertempa sedemikian rupa di bawah pengajaran Rasulullah Saw. Tidak hilang harta yang bersedekah. Ia hidup berlimpah di setiap bulirnya. Bagi orang-orang yang yakin. []

Read Full Post »

Older Posts »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!