Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2011

Hari ini saya sedang melamun, lebih tepatnya lagi ‘merenung’. Saya suka merenung. Renungan itu kerjaannya para visioner loh (wehh…..). Sejam lalu sebelum merenung, saya tekuni setitik nasib. Ohh, saya sudah sarjana sekarang (Hak… hak.. hak.. akhirnya). Saya tekuni bahwa saya bisa tidur 4 jam sehari untuk kali ini (huohoho…. Susah pisan!). Saya tekuni dan pandangi si ‘Perempuan Semesta’, naskah duet zona terpisah saya dengan salah satu seorang trainer remaja. Lumayan juga. Saya ratapi dan saya syukuri kekurangan-kekurangan diri saya yang jumlahnya puluhan. Mungkin lebih. Saya cintai kekurangan itu seperti saya mencintai matahari. Saya cintai apa yang hari ini saya dapat. Cinta saya pada semua itu akan mengubah dunia, saya percaya itu. Saya tidak bermimpi, bukan? Ya, saya bukan pemimpi.

 

Saya merenung, apa yang harus saya lakukan? Saya bergerak kesana-kemari. Mencoba melakukan sesuatu lebih dari sekedar ‘konsep’. Terminal demi terminal yang sarat dengan kontemplasi mengajak pikiran ini bertamasya. Saya lihat tumpukan buku saya minggu ini (Rata-rata buku motivasi dan bisnis). Pikiran ini meranggas. Ohh,… asik juga kalau jadi trainer ya. Pikir saya. Lumayan, kantong pahala. Lumayan, kantong inspirasi. Bukankah cara meraup inspirasi paling ajeg menurut saya adalah dengan bertemu banyak orang? Trainer bisa melakukan itu. Seorang trainer pastilah bertemu, melayani, dan mendengar keluhan bermacam kalangan. Seru juga kalo saya jadi trainer. Pikiran saya mulai nakal…. Ya, kalau saya beneran jadi trainer, bisa gempar nih dunia persilatan. Hehe. Ah, saya bukan trainer. (sekarang ini, bukan)
Tiba-tiba SMS masuk ke ponsel Qwerty saya. “Eh dari Pak SM!”. Pak SM ini Trainer inceran saya untuk diwawancarai. Lumayan juga ni si bapak. Jebol dari IPB, melanglang buana jadi trainer. Andai saya trainer, batin saya mengadu. Lalu SMS itu pun saya baca:”Assalamualaikum. Pak Dian F Hasibuan, email sudah saya kirim. Wass”
Whats???
Oh My….. !!!

Wahh, udah ngga bener nih. Dengan tampang yang tidak ridho, saya balas SMS itu:
“Waalaikumslm. Terima kasih atas jawabannya. Maaf Pak, saya perempuan”
Oalah Pak, saya bukan laki-laki. Ah, ada-ada saja. Saya pun tersenyum. Dunia saya asik sekali. Lucu, bijaksana dan luar biasa! Thank’s Allah…. Ya Rabb, jadikanlah saya ‘sesuatu’. Jauhi saya dari yang ‘bukan-bukan’.  (Aamiin)

 

Footnote: Setelah sekian lama, akhirnya saya nge-blog lagi. Ada yang rindu? Ayo tunjuk tangan 😀

Read Full Post »

Cinta Si Putih Abu-abu

cinta

 

……Karena Cinta. duri menjadi mawar. Karena Cinta, cuka menjelma menjadi anggur segar……

 

Kata orang, cinta bikin hidup lebih hidup. Yang sakit, bisa cepat sembuh. Yang lesu bisa jadi semangat. Kalo cinta udah segitu provokatifnya, ‘urusan cinta’ dan segala turunannya akhirnya dirindui setiap manusia.        Sekarang ini, jangankan anak kuliahan, anak SD aja udah berani-beraninya ngulik ‘apa itu cinta’. Anak SMP/SMA? Wahhh jangan tanya. Getol banget. Syukur-syukur kalo cinta yang dipahami adalah cinta yang benar. Nah kalo cintanya ala cinta buta dari gua hantu ?! piye iki.

Karena Alga ngerti pembaca Girly DRISE amat haus cinta (hueekk… mabok),nahh edisi satu tahun DRISE kali ini Alga cuap2 tentang pergolakan cinta. Biar obrolan kita seru, ruang lingkup cinta yang kita bicarain edisi ini dikhususkan untuk cinta paling seru (katanya), yaitu cinta SMU. Cinta dari balik gejolaknya anak-anak SMU. Anak SMP juga boleh nimbrung, coz kayanya beda-beda tipis deh. Siap? Tancaaaappp……

*****

Cinta SMU versus Cinta SeMU ??

Cinta si putih abu-abu, alias cinta anak-anak SMU, menyisakan banyak kisah. Dulu pas Alga masih pake seragam SMU,ada teman Alga yang tiap jam istirahat selalu sibuk ngeladenin pacarnya, ngakunya karena cinta. Dia dipegang-pegang, dielus-elus, sgala macaem (Maaf Alga ngga bisa sebutin satu persatu) . TIAP HARI !! Apa ngga bosen? Sampe Alga mikir, itu dikasi jampi-jampi apa sih ampe mau segitunyee. Ehh,,, selang beberapa bulan, ternyata udah bubaran. Duh, kasihan. Abis manis, tinggal najisnya.

Beberapa bulan lalu ada  cerita unik, datangnya dari kenalan Alga yang masih duduk di bangku sekolahan. Dia curhat tentang betapa dia jatuh hati pada guru muda yang lagi magang di sekolahnya. Aduh makjang….. Kok bisa? Iyalah bisa. Konon, guru tersebut ramah, alim, bicaranya mengesankan, meneduhkan, humoris dan punya wajah yang aduhaiii…. tampan sangat. Ujung-ujungnya, pengen deh jadi kekasihnya. Susah ngelupain wajah and all about him. Syukurnya, dia ngebet pengen jadi istri si guru tampan, artinya dia menempuh jalur yang benar untuk rasa cintanya, bukan jalur illegal semacam pacaran. Tapi kata Sang Guru, “Belajar dulu yaahhh banyak-banyak. Semoga diberi kemudahan dan kekuatan iman”. (Untung gurunya beneran alim, nah kalo zholim ? bisa berabe khan)

Apa yang dirasain teman Alga itu sah-sah aja, fitrah. Tapi banyak kejadian, dari sesuatu yang fitrah malah timbul fitnah. Mulai deh deket-deketin zina. Awalnya sih cuma deket-deket. Iyah, ‘pacaran doang’ kok. (Sengaja Alga kasi tanda petik sebagai sindiran). Pacaran juga ‘ga parah-parah amat’, Cuma pegang tangan doang. Ngga sun bibir, cuma sun di pipi. Hemm, yuk kita simak seruan Allah berikut ini: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Israa’ : 32). So, deketin zina aja udah dilarang Allah, gimana jika benar-benar berzina? Naudzubillah.

********

Jaman sekarang, orang yang ngga pacaran dianggap ketinggalan zaman. Apa sih motif orang-orang buat pacaran?

Pertama, biar disebut dewasa. Iyahh… Banyak orang, apalagi ABG yang ngebet pacaran supaya dianggap dewasa. Maklum, aktivitas baku syahwat ini memang identik dengan urusan orang dewasa, yang ganjil banget kalo dilakukan bocah mungil. So, supaya dianggap dewasa, pacaran deh. Alasan ini kurang tepat, sist! Dewasa itu ngga dinilai dari aktivitas pacaran, tapi dari gaya berpikir. Ngga sedikit orang yang tambah tua, tapi tidak bertambah kedewasaannya. Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit marah. Kalau kemauannya tidak diturutin, bikin ulah deh. Itu kan namanya ngga dewasa!! Ngga pinter me-manage diri. Orang yang mampu melawan hawa nafsunya, mampu mengontrol tingkah laku, yang berujung taat pada syariat, itu baru kedewasaan yang sejati. Jempolan!

Kedua, having fun. Sekedar senang-senang. Orang pacaran itu, biasanya jalan berdua, bergandengan tangan, pergi makan, nonton, dan banyak lagi deh. Kalo pacarnya cakep, dipamerin ke teman-teman. “Nihh… pacar gw keren. Iyalahh, gw aja keren”. Pacaran juga dianggap ajang pelepas stress, karena ada sarana curhat pada sang pacar. Eitss.. Siapa bilang pacar itu jadi obat stress? Banyak kejadian, orang stress karena mikirin pacarnya. Belum pernah Alga dengar ada orang yang mati gara-gara ngga pacaran. Tapi justru kerap kali kita saksikan orang mati karena ulah pacarnya. Dibunuh, diperkosa, dirampas harta dan harga dirinya. So? Pacaran jadi obat stress? Sepertinya otak kita perlu diluruskan segera dari akarnya…..

Ketiga, pacar sebagai motivator. Kata orang, pacaran bikin semangat belajar. Masa sih? Kalau lihat faktanya, kayanya ngga gitu deh. La wong memory aja udah overload untuk inget sang pacar. Seperti kata Maia mantannya Ahmad Dhani “Aku mau makan, ingat kamu. Aku mau tidur, juga ingat kamu”. So, inget pelajarannya kapan dong?? Suseeehhhhh…… inget doi meluluuuu.

Tuh… DRISEr, terbukti bahwa pacaran sebagai ajang apresiasi cinta bukanlah jalan yang membawa hikmah namun justru membawa bencana. Tiga point di atas baru sedikit dari serba serbi cinta semu yang sangat rentan masuk ke dunia remaja. So, kencangkan sabuk pengaman hatimu. Minta perlindungan kepada Rabb Ilahi Robbi, agar kita tak terimbas racun-racun cinta yang membunuh. Disembuhkan dari jeratan cinta yang semu!

 

Oleh: Alga Biru (Medan, 19 November 2010)

Read Full Post »

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même