Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2010

Oleh Abduldaem Al-Kaheel

Ketika para ilmuwan mengamati Stellar Collapse di Galactic Center, kita mungkin menemukan sinyal Quran yang luar biasa di dalam ayat,

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَى

“Demi bintang ketika terbenam.” (QS An-Najm [53]: 1)

Ilmuwan Astronomi dan galaksi mulai memeriksa informasi baru yang berasal dari pusat galaksi yang berisi planet kita. Informasi ini merupakan data primer yang selanjutnya dapat mengungkapkan inti galaksi yang masif ini. Para ilmuwan juga memulai menganalisis data yang menarik ini diperoleh bentuk pengamatan berlanjut dan diobvervasi dengan salah satu teleskop terbesar di dunia, Gemini North di Observatorium Gemini, Hawaii, lautan Pasifik.

Gambar menarik ini menunjukkan runtuhnya bintang dengan awan kosmis sangat besar di inti galaksi Bima Sakti. Para ilmuwan percaya bahwa gambar-gambar ini akan menghasilkan penemuan-penemuan baru yang akan mengubah pemahaman saat ini tentang pusat galaksi.

Bintang aneh, yang memiliki nama taksonomi ARS 8, menurut para ilmuwan, adalah massa kumpulan gas sampai dekat Gemini Utara. Teknik optikal yang digunakan di dalamnya menunjukkan bahwa gambar ini adalah bintang ambruk di kosmik gas dan awan debu dekat pusat galaksi.

Pengungkapan tentang bintang ini dianggap sebagai keberhasilan besar dalam upaya memahami hakikat inti galaksi melalui pengetahuan ilmuwan tentang bagaimana bintang-bintang dan gas kosmis bergerak relatif, juga studi intensif komponen awan gas, keadaan dan kondisi iklim yang mengelilingi bintang. Hal ini berarti bahwa metode ilmiah baru dalam mencari rincian pada pusat galaksi Bima Sakti akan dikembangkan kemudian.
Pusat galaksi, menurut para ilmuwan, adalah sebuah tempat yang menarik dan aneh, karena mungkin untuk mengamati lingkaran cincin gas kosmik dan bintang-bintang yang berputar dengan cepat di sekitar Black Hole sangat besar oleh ukuran-ukuran kosmis.

Gambar: bintang yang sangat cemerlang bergerak di alam semesta yang luas. Para ilmuwan mengatakan bahwa semua bintang bergerak dengan cepat dan bahwa tidak ada bintang yang tenang, seperti yang terpikir di masa lalu. Allah yang Maha Perkasa menyatakan di dalam Alquran: “Mereka masing-masing mengambang dalam garis edarnya.” (Yasin: 40). Sumber: NASA.

Gambar The Brilian Galaxy M101. Para ilmuwan mengatakan bahwa alam semesta memiliki milyaran galaksi yang masing-masing terdiri dari miliaran bintang. Semua bintang berputar dan bergerak, beberapa di antaranya runtuh ke pusat galaksi, beberapa bintang membentur bintang lain, dan ada lebih banyak hal yang tidak ada yang tahu kecuali Allah Ta’ala.

Yang mengejutkan tentang wahyu ini adalah bahwa Alquran telah menunjukkan fakta Stellar Collapse dan bintang rotasi cepat. Allah berfirman:

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.” (QS An-Najm [53]: 1-5)

Ayat-ayat ini menyebutkan banyak karakter yang dimiliki semua bintang seperti: bintang runtuh, bintang cepat rotasi, semua bintang kehabisan bahan bakar lalu runtuh dan meledak. Oleh karena itu, kata hawa (runtuh atau jatuh) dalam ayat pertama secara akurat dapat mengekspresikan fenomena ini.

Oleh karena itu, Allah swt, telah bersumpah dengan fenomena ini yang kita menyadari baru-baru ini bahwa Rasul, Muhammad saw, tidak berbicara menurut keinginan sendiri dan bahwa setiap kata yang dikatakan adalah wahyu dari Allah. Seolah-olah Allah Ta’ala ingin berkata kepada setiap orang yang mencurigai kejujuran Muhammad bahwa saat ketika ia menemukan fenomena ini dan observatorium mendeteksi gambar-gambar yang ia tidak akan pernah meragukan antara bintang runtuh.

Selama Anda tidak meragukan fenomena menakjubkan yang ditemukan sekarang, padahal ia tidak diketahui pada saat Al-Quran diturunkan, maka Anda harus menyadari bahwa Al-Qur’an ini bersumber dari Allah Ta’ala.

Akhirnya, kita dapat mengatakan bahwa riset dan studi dapat berfungsi sebagai bukti nyata tentang kejujuran Alquran dan pesan Islam.

Iklan

Read Full Post »

Si Kakek renta berjalan terseok. Mengayunkan cangkul di tanah tandus berbatu-batu. Lemah dia memukulkan cangkul yang hitam itu menghempas debu. Rasa lelah tidak mampu mengusir senyuman di bibir keriputnya. Mata keruhnya bercahaya penuh harapan yang naik menembus langit dan pergi entah ke mana.

Tangannya yang kisut meraih benih kurma itu, membenamkannya ke lubang di tanah yang sederhana. Diletakannya benih itu di sana seperti seorang ibu yang menimang-nimang bayinya dengan sayang. Berharap satu hari kelak akan tumbuh sesosok makhluk yang akan menebarkan kebaikan kepada semua. Seorang pemuda berlalu di hadapan si Kakek.
“Mengapa engkau menanam kurma-kurma itu wahai kakek? Baru 25 tahun kemudian akan keluar buahnya, sementara itu kau sendiri telah tiada.”
Si Kakek tak kehilangan senyumnya.

“Tak perlulah aku menikmati apa yang sudah aku tanam. Biarlah orang-orang yang datang setelahku yang akan menikmati hasilnya. Aku hanya ingin pahala dari Tuhan untuk apa yang sudah aku lakukan ini, untuk selamanya, walaupun aku telah mati. Walaupun orang tak kenal siapa aku.” Si pemuda tertegun. Sungguh benar apa yang dikatakan si Kakek. Buat selamanya dia tak akan pernah melupakannya.

Si Kakek telah lama pergi. Tapi boleh jadi, kurma yang dinikmati seorang anak di sudut kamarnya, atau yang dipetik orang lalu, untuk menawarkan rasa laparnya, atau yang diambil si miskin untuk dijual dan diambil hasilnya, atau yang manapun dia, adalah kurma si Kakek yang dahulu pernah ditanamnya. Manusia boleh lupa, tapi Tuhan tidak pernah lupa. Tulisan manusia bisa salah, tapi tulisan malaikatNya tak pernah salah. Bayaran dari Tuhan bagi si Kakek mengalir tak henti-hentinya. Terus mengalir, bukan seperti sungai yang sekali waktu ada surutnya. Pahala dari Tuhan tidak akan surut.
Kami percaya apa yang sudah kami lakukan selama ini tidak sia-sia. Tidak percuma. Walaupun sederhana, kami ingin meninggalkan karya yang walaupun nanti tatkala kami sudah lama tiada, hasilnya bisa terus kami petik. Itu saja!!

Oleh: djenderal 4 arwah

Read Full Post »

Washington – Afghanistan ternyata menyimpan banyak cadangan mineral yang belum dimanfaatkan. Bahkan tim Amerika Serikat menemukan hampir US$ 1 triliun cadangan mineral yang mencakup logam-logam industri penting seperti lithium. Demikian diberitakan New York Times mengutip pejabat-pejabat pemerintah AS. Selain lithium, cadangan mineral yang belum pernah diketahui sebelumnya itu juga mencakup besi, tembaga, kobalt dan emas. Cadangan mineral itu begitu besar sehingga bisa mengubah negara Afghanistan yang miskin menjadi salah satu pusat pertambangan penting dunia. Kandungan mineral itu ditemukan oleh tim pejabat Pentagon dan geologis AS. Kekayaan alam itu ditemukan di berbagai penjuru Afghanistan termasuk di wilayah selatan dan timur di sepanjang perbatasan dengan Pakistan, tempat terjadinya perlawanan kelompok Taliban yang paling intens. “Ada potensi mencengangkan di sini,” kata Jenderal David Petraeus, panglima U.S. Central Command dalam wawancara dengan New York Times seperti dilansir Reuters, Senin (14/6/2010). “Tentunya ada banyak sekali, tapi saya pikir itu potensinya sangat besar,” imbuhnya. Menurut sebuah memo internal Pentagon, Afghanistan bisa menjadi “lithium Arab Saudi”. Lithium merupakan bahan mentah kunci dalam produksi baterai untuk laptop dan barang-barang elektronik lain seperti telepon genggam. Pejabat-pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Afghanistan saat ini tidak memiliki industri atau infrastruktur pertambangan. Jadi butuh waktu beberapa dekade bagi negeri itu untuk bisa mengeksploitasi benar-benar seluruh kekayaan mineralnya. Menurut temuan AS itu, cadangan terbesar yang ditemukan sejauh ini adalah besi dan tembaga. Begitu besarnya kuantitas tersebut sehingga cukup untuk menjadikan Afghan sebagai produsen besar dunia. Berita ini diduga akan meningkatkan persaingan antara pemain-pemain regional seperti China, India dan Rusia untuk merebut peran yang lebih besar dalam mengeksploitasi sumber daya alam tersebut. Dua perusahaan China sebelumnya telah menyatakan komitmen mereka untuk investasi senilai US$ 4 miliar di sektor pertambangan tembaga Aynak, sebelah selatan Kabul, ibukota Afghanistan. Itu merupakan investasi asing non-militer terbesar di Afghanistan sejauh ini.

(detik.com, 14/6/2010)

Read Full Post »

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam
akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Sumber : http://ivandrio.wordpress.com/2010/03/07/subhanallah-ada-sungai-dalam-laut/#more-865

Read Full Post »

Sosok Itu Adalah….

Beliau adalah Hindun binti ‘Uthbah bin Robi’ah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al-Umawiyah al-Qurasyiyah . Sebelummasuk islam, Hindun terkenal dengan julukan “Aklatul Akbad” (Wanita pemakan jantung). Julukan itu ia dapat lantaran dendam kesumat pada Hamzah bin Abdil Muthallib yang telah menewaskan ayahnya di Perang Badar. Yang saking dendamnya, dia gerammm… ga cukup dengan menyuruh budaknya al-Wahsy bin Harb untuk membunuh Hamzah. Hindun malah memakan jantung Hamzah. Yacks!!! Uweeekksss!! Eitss… tapi itu kan pas jaman-jaman jahiliyah. Namun akhirnya Hindun beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Hemm, ternyata cukup banyak dari diri Hindun yang bisa kita tiru loh…

1. Berjiwa besar

Tidak gampang memiliki sifat jiwa besar. Mampu menerima kebenaran dengan lapang. Kunci taubat gitu loh. Perangai jiwa besar Hindun terlihat ketika ia beradu argumen untuk masuk islam. Awalnya sih Hindun ogah masuk ke agama Allah ini. Namun Hindun akhirnya melihat terangnya islam tatkala islam telah menundukkan kesombongan dirinya, dengan disaksikannya seluruh manusia sujud khusu’ menyembah Allah di penjuru Makkah. Dengan jiwa besar, Hindun terima kebenaran.

2. Kepribadian kuat

Kalo Hindun udah punya tekad, ngga ada yang bisa menghalanginya. Hal itu terlihat ketika awal beliau masuk islam. Tatkala Hindun pulang ke rumahnya, ia langsung menuju patung-patung di rumahnya dan menghancurkannya dengan sebuah kapak besar hingga berkeping-keping seraya berkata, “Dahulu kami tertipu olehmu… dahulu kami tertipu olehmu.”. Wuihh.. tegas ! No compromise!

3. Pemberani

Muslimah penakut? Duhh.. udah ngga jamannya. Hindun bisa jadi rujukan tentang keberanian. Ngga tanggung bow, beliau nimbrung berjihad. Bersama sang suami tercinta Abu Sufyan, beliau menyertai perang Yarmuk yang terkenal itu, hingga mendapatkan luka yang serius. Hindun juga memompa semangat kaum Muslimin untuk memerangi Romawi dengan mengatakan, “Percepatkalah kematian mereka dengan pedang kalian wahai kaum Muslimin.”

4. Pemikir ulung

Hindun terkenal sebagai seorang yang teguh dalam berkata-kata, dan kuat pemikirannya. Bahkan di masa jahiliyah, Hindun biasa mengumandangkan syair-syair demi mendidihkan semangat para pasukan. Dia lantang dalam berbicara, cita-citanya pun tinggi. Tampak dari ambisi Hindun untuk menjadikan putranya Mu’awiyah agar menjadi pemimpin atas manusia. Wuihh! Kereeenn,,…

Bagi kita… untuk tak meremehkan kemauan orang-orang yang terpanggil kembali kepada Allah SWT. Orang yang kita caci maki hari ini karena keburukan perangainya, bisa jadi kelak dia menjadi pejuang terdepan meninggikan kalimatullah. Who Knows?

Selamat tercengang!

(Alga Biru)

Read Full Post »

Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan setan. Setan suka mendorong dirimu untuk berniat melakukan amal saleh. Namun, dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata. ( Tsabit Al-Bannani )

******

“Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Wacks! Waow! Enak betul! Muluuus. Lurruus. Hidup tanpa kerikil dan tanpa cacat cela. Udah mah masa mudanya hidup berfoya-foya, usia senjanya bergelimang harta, eh ujung-ujungnya masuk surga. Ngarep!

Padahal, hidup ini ibarat rollercoaster pren. Kadang diatas, sesaat kemudian di bawah. Diuji dengan kenikmatan, diuji pula dengan keterbatasan. Ujian juga hinggap dalam keimanan diri kita. Boleh jadi hari ini kita bisa jaga diri dari dosa, tapi besoknya keseleo bikin maksiat. Yahh…. begitulah rotasi kehidupan. Kalau tidak punya pegangan yang erat, bisa limbung terus kepeleset deh. Gubrak!

Nyaris ngga ada satu pun manusia di atas bumi ini yang terbebas dari noktah dosa, kecuali nabi dan rasul yang ma’sum. Tapi kebanyakan anak muda jaman sekarang pada malas mikirin dosa-pahala. ”Udah Bro, nyante aje lagi. Namanya juga anak muda” kata setan ngomporin. Setan bikin angan-angan kita panjang. Mentang-mentang masih seger buger, seolah bakal hidup awet muda bin sehat sampe seribu tahun lagi. Mode lebay: on!

Nikmat yang menipu

Hari gini, banyak orang yang enjoy nyemplung dalam kolam kemaksiatan sebagai cerminan kebahagiaan hidup. Jauh dari nilai-nilai agama sehingga bisa tertawa-tawa bin having fun. Padahal, mereka yang hidup dalam kemaksiatan merasakan kenikmatan semu lho. Kupingnya termatakan rayuan gombal setan. Mata  dan hatinya udah silau oleh fatamorgana kesenangan dunia. Keliatannya bahagia, ternyata bergelimang dosa.

Sesungguhnya orangnya yang merasakan nikmat semu tidak menyadari hakikat nikmat itu sendiri. Contohnya gini nih: kalau kita ngeliat ada orang yang keliatannya lagi makan enak, lahaaaappp banget. Ehh, ternyata pas kita lihat santapannya, ternyata orang tersebut lagi makan nasi basi berjamur dengan bau tengik yang menyengat. Iiih….jijay tralala-trilili deh. So, apa kamu yakin itu santapan enak? Apa masih berpikir mengikuti jejaknya untuk makan nasi basi juga? Hmm…kayanya cuma orang ngga waras yang makan gituan dengan enaknya sambil tersenyum-senyum.

Begitu juga dengan kenikmatan semu. Sering tuh ya, kita lihat dunia artis gemerlapan, penuh nikmat, kaya raya, tampang okey dan jadi pusat perhatian semua orang namun jauh di dasar hatinya seperti ada ’yang kurang’. Jadi teringat lagunya Britney Spears yang jadul punya berjudul ’Lucky’ yang liriknya bikin miris: ’she so lucky, she is star but she cry in lonely heart thinking, if there’s nothing missing in my life then why do this tears come at night’. Ya sih kelihatannya beruntung, tapi seringnya hatinya kosong dan jadi deh nangiiiiissss Bombaiiii sebab minimnya makna hidup dalam hatinya. Catet tuh!

Bisikan Setan Penghambat Taubat

Penyesalan dan pengakuan atas kesalahan adalah hal yang wajib ada di hati orang-orang yang bertaubat. Yaiyalahhh…. Kalau ngga ngerasa salah apa-apa, gimana ceritanya timbul keinginan untuk menebus kesalahan?! Sesal di dunia bernama taubat, tapi sesal di akhirat ngga ada gunanya. Sesal di ujung umur? Ehhhh ehhh…. yakin tuh masih sempat?! Kematian geto loh, siapa yang tau kapan datangnya.

Sesungguhnya setan tidak suka jika manusia mendapat cinta dan ridla dari Rabb-nya. Dia berusaha menjebak manusia ke dalam kemaksiatan, tindakan keji, dan berkata tentang Allah tanpa ilmu. Harapannya, agar mereka menjadi temannya di neraka yang menyala-nyala.

Begitu juga terhadap orang yang sudah terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan dan ingin keluar darinya. Setan nggak pernah tinggal diam. Dia menggunakan berbagai cara dan tipu muslihat agar mereka tetap dalam lembah maksiat. Setan bisa menggodanya dengan menanamkan perasaan bahwa dirinya sangat kotor, dosanya bertumpuk-tumpuk dan tak terampuni lagi. Jadi ngerasa nggak pede untuk tobat. Sesekali dengan membisikkan tipuan bahwa Allah Maha penerima taubat dan Maha pengampun, kapan saja bertaubat Allah senantiasa membuka pintu-Nya. Akhirnya ia memandang mudah masalah taubat, menggampangkannya, dan menunda-nundanya sehinga ia tak pernah bertaubat karena ajal dahulu menjemput.

Ya, kadang setan bilang dengan rayuan mautnya:”Udah deh Bro’, ngapain juga taubat… masih banyak juga dosa Si Fulan, elo mah kecil. Ngga usah khawatir”. Sehingga manusia pun tak menyegerakan taubat yang mulia. Ibnu Mas’ud radliyallah ‘anhu berkata: “Sesungguhnya seorang mukmin dalam melihat dosanya, seolah-olah ia berada di bawah gunung, yang takut akan menimpanya. Dan sungguh seorang fajir melihat dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, lalu ia berkata ’seperti ini?’, maka lalat itupun terbang.(HR. Al-Bukhari no. 5833; al Tirmidzi no. 2421; Ahmad no. 3446)

Di lain kesempatan, setan memprovakasi manusia dengan bisikan provokatif yang bikin diri ini berputus asa pada rahmat Allah. Padahal terkait hal ini, sudah ada sebuah seruan manjur yang datangnya dari Allah sendiri agar kita giat dalam jalan taubat. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Hai anak Adam, sungguh selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu sebanyak apapun dosamu dan aku tidak perduli. Hai anak Adam, kalau seandainya dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau beristighfar kepada-Ku, akan aku ampuni dosamu dan aku tidak perduli. Hai anak Adam, sungguh kalau kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam kondisi tidak melakkan syirik, pasti aku akan mendatangkan ampunan sebanyak itu juga.(HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Ngomong-ngomong soal orang yang ‘takut ama dosa’, jadi teringat satu kisah mengharukan tentang seorang pemuda ahli maksiat di jaman Imam Malik. Imam Malik bin Dinar mengajari kita dalam bagian ini tentang seorang pemuda kecil di waktu haji, dengan bertutur: “Ketika kami mengerjakan ibadah haji, kami mengucapkan talbiyah dan berdoa kepada Allah, tiba-tiba aku melihat pemuda yang masih sangat muda usianya memakai pakaian ihram menyendiri di tempat penyendiriannya tidak mengucapkan talbiyah dan tidak berdzikir mengingat Allah seperti orang-orang lainnya. Aku mendatanginya dan bertanya, ‘mengapa dia tidak mengucapkan talbiyah ?'”

Dia menjawab, “Apakah talbiyah mencukupi bagiku, sedangkan aku sudah berbuat dosa dengan terang-terangan. Demi Allah! Aku khawatir bila aku mengatakan labbaik maka malaikat menjawab kepadaku, ‘tiada labbaik dan tiada kebahagiaan bagimu’. Lalu aku pulang dengan membawa dosa besar.”

Aku bertanya kepadanya, “Sesungguhnya kamu memanggil yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dia bertanya, “Apakah kamu menyuruhku untuk mengucapkan talbiyah?” Aku menjawab, “Ya.”

Kemudian dia berbaring di atas tanah, meletakkan salah satu pipinya ke tanah mengambil batu dan meletakkannya di pipi yang lain dan mengucurkan air matanya sembari berucap, “Labbaika Allaahumma labbaika, sungguh telah kutundukkan diriku kepada-Mu dan badan telah kuhempaskan di hadapan-Mu.”Lalu aku melihatnya lagi di Mina dalam keadaan menangis dan dia bekata, “Ya Allah, sesungguhnya orang-orang telah menyembelih kurban dan mendekatkan diri kepada-Mu, sedangkan aku tidak punya sesuatu yang bisa kugunakan untuk mendekatkan diri kepadamu kecuali diriku sendiri, maka terimalah pengorbanan diriku.” Kemudian dia pingsan dan tersungkur mati. Akupun mohon kepada Allah agar Dia mau menerima amal ibadah dan pertobatannya.

Wuihh… Subhanallah banget. Ketika rasa malu akibat dosa-dosa telah merasuki seseorang, maka rasa malu itu pun jadi kekuatan dan keteguhan. Menjadi dorongan bagi jiwa yang kotor untuk dibersihkan, dengan pengorbanan terbaik, termasuk jiwa sekalipun. Maka matinya menjadi kematian dalam kebaikan, keberkahan, dan sarat hikmah.

The Taste of Taubat

Sekali lagi, keengganan orang untuk menempuh jalan taubat biasanya soal ’rasa’. ’Males ah, taubat! Ribet, susah, payah, ngga ada nikmat-nikmatnya’. Sehingga mereka berpaling dan terengah-engah mengejar kenikmatan dunia yang fana. Ketahuilah wahai sahabat, nikmat orang-orang yang cinta dunia tak ubahnya seperti kenikmatan yang didapatkan oleh PKK alias Panu Kudis Kurap dari kuku-kuku yang menggaruk. Enak Mang!! Garuuukk terooosss! Padahal kuku-kuku tersebut membuat kulit berdarah, luka dan infeksi tak berdaya. Demikianlah nasib dari hati yang terpaut pada yang selain daripada Allah.

Apa sih rasanya bertaubat ?! Beruntung dan keberuntungan itulah janji Allah bagi orang yang bertaubat. Ibnu Qoyyim bilang kalau kedudukan alias manzilah dari taubat itu terletak di awal, selama perjalanan taubat dan di akhir dari perbuatan tersebut untuk kembali kepada Allah. Sesuai firman Allah yang artinya:

’Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung’ (QS. An-Nur:31)

Sebuah ilustrasi orang yang bertubat sama dengan seorang yang selamat dari kebakaran. Api menyala-nyala membakar rumah dan seisinya. Rumah tersebut amat mewah dengan perabotan yang mahal luar biasa. Namun semewah apa pun rumah tersebut, tak ada yang membuatnya bertahan dan rela ikut terbakar. Maka orang tersebut sekuat tenaga meraih pintu dan jalan keluar untuk selamat dari bencana kebakaran. Betapa ia merasa beruntung dan takkan pernah sudi mati di dalamnya. Begitu pula halnya orang-orang yang bertaubat. Tak penting berapa manis dan banyak godaan yang mengajaknya untuk bertahan dalam kemaksiatan, yang pasti dia tidak sudi ’terbakar’ bersama kemaksiatan. Maka beruntunglah orang-orang yang diselamatkan tersebut.

Ketahuilah sahabat, jadikanlah jalan-jalan iman dan taubat senikmat coklat. Manissss….. rasa manis sejak gigitan pertama. Sensasi nikmatnya menjalar ke otak dan memberikan efek ketagihan untuk dinikmati sampai ludes. Mulailah dengan mengenal Islam lebih dalam. Nikmati bacaan-bacaan Islami (seperti buletin remaja bukamata kueren ini..hehehe) yang menggugah perasaan dan pemikiran. Dongkrak kedekatan kita dengan Allah swt dalam shalat wajib yang on time plus ibadah sunnah lainnya. Abis itu, karantina perasaan alergi bin gengsi untuk hadir dalam pengajian mingguan biar akidah dan iman kita tetep terjaga dari bisikan syetan. Udah deh, jangan tawar-tawar lagi jalan taubat yang manis ini. Tinggalkan maksiat, raih kemuliaan hamba yang taat. Berangkaaat! [Alga Biru]

Footnote: Ya ALLAH,.. segala perkara datangnya dari-Mu. Yang tampak, maupun yang tersembunyi. Betapa hina aku tanpa ampunan-Mu.  Ya Rabb…. Kepada-Mu, aku kembali.

(Buat teman-teman, semoga bermanfaat. Dan jadi ladang pahala buat saya yang banyak dosa ini. Mohon doanya)

-Alga Biru-

Read Full Post »

‘IZZAH KARIM

Oleh: Sayf  Muhammad  Isa

Mesir

Malam hitam kelam. Pekat menakutkan. Namun apabila malam semakin kelam, apabila gelap semakin hitam, tandanya cahaya akan segera datang. Begitulah takdir Tuhan.
Langit malam itu menggelantung di bumi Mesir, memayungi kediaman Jenderal Besar Angkatan Bersenjata Republik Mesir, Syaddad Moustafa. Segala masalah padat sesak di kepalanya. Sepuluh jarinya berlarian di atas tuts laptop. Kaca matanya membayangkan layar yang bercahaya itu. Seragam dan balok pangkat bintang empat yang berat karena tanggung jawab sedang tidak dikenakannya, diganti sehelai kemeja ringan lengan pendek warna putih. Jenderal Syaddad nasionalis sejati, bertanggung jawab, dan keras pada keadilan. Kata-katanya lugas dan tanpa kompromi. Kalau dia sudah mengambil keputusan akan sulit mengubahnya lagi. Di tangannyalah kekuasaan angkatan bersenjata Mesir terletak, pengaruh dan kharismanya besar. Dagu kerasnya kokoh, dihiasi janggut pendek yang tumbuh sampai pipi dan lehernya. Sebagian telah memutih namun tak mengurangi kewibawaannya.
Tiba-tiba pintu kamar kerjanya diketuk, suara salam terdengar. Ia jawab salam itu dan menyahut.
“Masuk saja, tidak dikunci,” tanpa mengalihkan pandangan sekejap pun dari laptopnya.
Masuklah ke ruangan itu, seorang perempuan muda, cantik dan mulia. Sebab tubuhnya terbalut pakaian takwa. Ia melangkah pelan ke hadapan Jenderal Syaddad di seberang meja. Sang Jenderal menatap perempuan itu, wajahnya tegang saja, padahal perempuan itu adalah puterinya sendiri, namanya Nouha.
“Ayah harap kita bicarakan hal penting kali ini,” kata Jenderal Syaddad. “Tidak perlu lagi memicarakan hal yang sudah selesai.”
Nouha tersenyum manis kepada ayahnya. Bagi Jenderal Syaddad semua urusan militer dan politik akan selesai di tangannya dengan baik. Ia setia, Ia ada di garda terdepan dalam menghancurkan semua musuh negara, memerintahkan pembunuhan lawan politik sudah biasa baginya, Ia patuh kepada rezim dan negaranya, tapi urusannya dengan Nouha tak pernah selesai. Urusan yang dibawa Nouha tiap malam ke meja kerjanya menambah-nambah berat beban pikiran di kepalanya yang sudah padat sesak.
Sejak isterinya meninggal, Jenderal Syaddad sangat mencintai puterinya itu. Ia penuhi semua kemauan Nouha, semuanya, kecuali satu hal.
Nouha masih tersenyum, “Urusan ini tak akan selesai, Ayah, tak akan pernah selesai, sampai Allah azza wa jalla memenangkan agama ini. Tiap malam aku akan memohon pertolongan kepada Ayah. Karena Ayah memiliki semuanya. Ayah memiliki kekuatan itu, ayah memiliki kekuasaan itu, dan aku akan terus meminta. Tolonglah para pengemban dakwah, beri perlindungan kepada mereka, dukung mereka, limpahkan kekuasaan pada mereka. Pada tangan ayah-lah sesungguhnya kekuasaan nyata itu berada, karena itu lindungilah mereka dengan kekuasaan itu agar mereka bisa menegakkan Islam dengan sempurna, dan menolong saudara kita yang sedang dijajah.”
“Tak mungkin, Tak mungkin, Nouha,” Jenderal Syaddad berdiri dan menggebrak meja, Nouha tersentak kaget, laptop terbanting, “Kau mau ayah mengkhianati negara? Mengkhianati kontitusi kita? Kau mau ayah jadi pengkhianat?”
“Tak ada gunanya taat pada negara ini. Ayah hanya akan menambah dosa dan kemaksiatan. Jangan ayah bela penguasa antek penjajah, ayah akan mengkhianati Allah dan RasulNya. Demi Allah, aku takut ayah merugi dunia dan akhirat karena membela thagut.”
“Jauh-jauh ayah menyekolahkanmu ke Inggris malah jadi pembangkang seperti ini. Ayah kecewa padamu, KECEWA.” Nada suara Jenderal Syaddad terus meninggi.
“Inilah yang benar. Quran dan sunnah yang harus kita taati,” suara Nouha tetap lemah lembut. “Tolonglah pengemban dakwah, dengan dukungan ayah syariat pasti tegak, Khilafah pasti berdiri, kekuatan kita akan kembali, dengan itu kita pasti bisa mengusir penjajah, menolong saudara kita yang dibunuhi tiap hari, me…”
“DIAM,” potong Jenderal Syaddad. Ia melangkah mendekati Nouha yang tak mau berhenti bicara.
“Jangan setia kepada pemimpin munafik yang membiarkan saja saudaranya mati dibantai penjajah, malah mereka membantu penjajah membantai saudara kita dengan membangun pagar besi. Mereka menginjak-injak Quran dan Sunnah. Mereka itu biadab. Tolonglah kaum muslim, Ayah, tolong ka…”
Plakk…! Jenderal Syaddad kehilangan kesabarannya dan menampar Nouha sampai jatuh terjengkang di lantai. Tak pernah sekali pun ia melakukan hal itu pada puteri kesayangannya, namun malam itu Nouha sudah kelewat batas.
“JANGAN BICARA LAGI,” hardik Jenderal Syaddad sambil menunjuk Nouha.
Nouha menutup wajahnya yang telah memerah, ia menangis.
Menatap puterinya itu Jenderal Syaddad luluh juga. Ia berlutut di sebelah puterinya dan memeluknya, merasakan bahu Nouha yang berguncang di dadanya.
“Nouha, tolong jangan pancing ayah lagi, tak mungkin ayah memenuhi permintaanmu. Kau tahu posisi ayah? Kau tahu siapa ayah?”
Suara tangisan suci memecah malam. Nouha terisak air mata, dan rasa nyeri tamparan itu menerjang hatinya. Tapi ia berusaha kuat. Ia hapus air matanya, perlahan ia lepaskan pelukan tangan ayahnya. Jenderal Syaddad lamat-lamat menyadari sesuatu yang tak enak. Nouha bangkit pelan-pelan.
“Ayah mencintaimu, tak ingin kehilanganmu, hanya dirimu yang ayah punya, kalau kau bicara begini terus kau bisa celaka,” nada suara Jenderal Syaddad mulai menurun, ada sesal di hatinya sebab telah menampar Nouha. “Ayah pun bisa celaka.”
“Kecelakaan mana yang paling besar kalau bukan murka Allah? Mengapa aku meminta semua ini setiap malam? Karena aku mencintai ayah. Karena aku tak ingin ayah mendapat azab yang pedih di akhirat kelak. Aku ingin keluarga kita berkumpul kembali di sorga,” Nouha menunduk, tak kuasa menatap wajah ayahnya.
Jenderal Syaddad diam saja, air mukanya keruh, rasa hatinya tak karuan. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Nouha berbalik dan melangkah gontai keluar ruangan itu sambil membisikkan ratapan hatinya yang kelak berubah menjadi doa.
Allahumma a’izzal islama wal muslimin, wa ahlikil kafirota wal musyrikin…
Dan Jenderal Syaddad tenggelam ditelan malam sendirian.

Kamp X-Ray
Teluk Guantanamo

Malam masih kelam menakutkan. Kadang-kadang suara jeritan terngiang nyaring di penjara itu, X-Ray. Tempat Amerika menyempurnakan penjajahannya kepada orang-orang Islam. Terali-teralinya kokoh, lampu tembak menyala terang. Serdadu-serdadu berbaju loreng mondar-mandir melaksanakan tugasnya.
Pada salah satu ruang interogasi di fasilitas penjara itu duduklah seorang pemuda, sendirian. Wajahnya ditumbuhi janggut dan kumis, makin menyempurnakan tampang arabnya. Di ruangan itu hanya ada kursi tempatnya duduk, tak ada benda lain lagi. Dinding-dinding dari besi menyelimuti sekelilingnya, dan membuat tanda tanya demikian menyiksa. Pakaian seragam oranye khas tahanan Kamp X-Ray terpasang longgar di badannya.

NEXT.. (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!