Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2017

“Dan tidaklah mereka memberikan infak, baik dari kecil maupun yang besar dan tidak pula melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kabajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” (TQS. At-Taubahs : 121)

 

Lelaki itu terkenal cerdas di zamannya. Badannya sedang, tidak terlalu tinggi, tidak juga pendek. Kulitnya putih tipis, berjenggot lebat dengan  bagian depan yang sedikit botak, dadanya bidang, gigi seri indah, dan rambutnya lebih rendah daripada telinganya. Lelaki itu bernama Utsman bin Affan bin Abu al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luay bin Ghalib.  Garis nasab beliau bertemu dengan garis nasab nabi Saw pada kakek kelima dari jalur ayahnya.

 

Abu Hurairah berkata, “Utsman telah membeli sruga dari Rasulullah Saw dua kali : pada saat membeli sumur Rumah (dan mewakafkannya untuk kaum muslimin) dan pada saat membiayai keperluan Jaisy al Usra (pasukan Perang Tabuk)”.

 

Perihal sumur Rumah, konon ia adalah sumur tua yang berasal dari kabilah Muzan. Informasi lainnya berkata, bahwa namanya dinisbatkan untuk laki-laki dari bani Ghifar yang bernama Rumah. Pada masa Rasulullah, kaum muslimin mendatangi tempat ini guna mendapatkan air yang terpancar darinya. Sehingga, rasul mengidamkan agar kiranya tempat ini menjadi milik kaum muslimin dan kemaslahatannya. Mendengar ini, Utsman bergegas membeli sumur itu dan mewakafkannya. Menjadi pahala yang mengalir terus menerus hingga hari ini.

Adapun kedermawanannya, kian jelas tatkala Rasulullah Saw dan barisannya menghadapi masa sulit dalam Perang Tabuk.  Perang tersebut memerlukan persiapan yang tidak sedikit jumlahnya. Mempersiapkan strategi, perlengkapan perang, jumlah pasukan maupun persediaan logistik yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Rasulullah Saw menggelar gathering atau penggalangan infaq fi sabilillah memenuhi persiapan peperangan. Khutbah digelar, api jihad dikobarkan. Beliau menyemangati para sahabat akan datangnya satu diantara dua kebaikan, menang  serta mendapat kemuliaan atau gugur sebagai syuhada. Para sahabat berlomba-lomba pula memberikan yang terbaik dan terbanyak dalam bentuk harta. Lalu Utsman bin Affan berkata, ‘Aku akan menginfakkan seratus unta lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Rasulullah Saw kembali menyemangati pasukan. Utsman pun kembali berkata, ‘Aku akan menginfakkan seratus unta lagi lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Lalu Rasullah Saw turun dari mimbar seraya kembali berkata, ‘Aku akan menginfakkan  seratus unta lagi lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Perawi berkata, ‘Lalu kulihat Rasulullah memberi isyarat dengan menggerakkan tangannya. Abdushamads mengeluarkan tangannya seperti seorang yang terkejut dan berkata, ‘Utsmans tidak akan menanggung apa-apa lagi setelah ini’.

Keteladanan menakjubkan dari seorang Utsman bin Affan. Akhlak yang terpuji dengan keluhuran budi yang sudah tertempa sedemikian rupa di bawah pengajaran Rasulullah Saw. Tidak hilang harta yang bersedekah. Ia hidup berlimpah di setiap bulirnya. Bagi orang-orang yang yakin. []

Iklan

Read Full Post »

                   Berikut adalah cuplikan “The Title”, fiksi yang diangkat dari perjalanan karir atlet “Khabib Nurmagomedov” di dunia bela diri campuran. Cerita lengkapnya bisa dibaca di akun Wattpad saya: @algabiru_full . Selamat membaca!

 

***

Elang lapar itu bernama Khalid Ramzanov. Babak penghabisan. Ronde ketiga dalam hitungan detik ke depan. Ia terengah, berkeringat. Dadanya lepas, cukup puas.

***

“I am good. Yeah, good” Dia berbicara dengan Bahasa Inggris yang tidak fasih. Mulutnya mengulum mouthguard. Ia tak mampu menahan diri untuk tidak bicara. Disini, ia ingin tunjuki sesuatu. Ia ingin memperlihatkan sedikit pelajaran.

“Hey, be carefull. I gonna smash your boy”, katanya percaya diri. “Yeah, be carefull. I know who I am” Usman menepuk-nepuk nafsu buasnya. Sam dan Ramzan tidak sabar melihat kemenangan. Hajar dia, Brat!

Big Jhon memberi aba-aba. Khalid dan Michael saling bicara dan memberi tanda. Hanya Big Jhon yang mengetahui apa yang mereka bicarakan. Dramatis. Riuh suara supporter menggema di ruang masyhur Octagon. Whuu! Khalid menyoraki, membiarkan mereka meneriaki apapun yang mereka mau. Telunjuk teracung. Dikecup ambisius.

Here we go!

Teng!

Ronde ketiga tak tertahankan. Michael Johnson lemah lebam. Khalid masih perkasa. Terlalu perkasa dalam perbandingan laga yang mendominasi. Khalid menyiapkan perangkap. Conditioning yang apik. Di detik tigapuluh pertama, Michael diterkam. Grappling kembali. Cukup sekali banting, Michael seperti bangkai rusa di savana Afrika. Khalid menggelung rapat kakinya, lawan terperangkap rapat. Dalam posisi strategis ini, ia bisa melumati mangsa sembari minum kopi. Michael lemah tak berdaya. Ia menyembunyikan muka dari serangan. Cuma itu yang bisa dia lakukan. Lalu…… Percakapan indah itu pun terjadi. Sebait kalimat yang hanya dikeluarkan petarung rendah hati. Di jarak yang amat dekat, Khalid berkata sesuatu kepada Michael :

“You have to give up. I need to fight for the title. You know this I deserve it.”

Dua tahun lalu, Khalid mengalami cedera serius. Dia tahu bagaimana nasib seorang petarung yang mengalami cedera. Seorang atlet harus memikirkan masa depannya. Candui semua gengsi dan bully.

Calon bangkai berada di tangan. Khalid ingin berwelas asih. Menyerahlah, Michael Johnson. Itu terbaik bagimu. Khalid memberi sinyal agar ia menyerah. Entah apa yang ada di kepalanya. Michael Johnson tidak peduli dengan kata-kata itu, tak juga menyerah. Mungkin ia mempercayai bualan di luar pertandingan. Trash talk palsu. Satu hal yang semua orang perlu tahu, rasa sakit ini nyata, pukulan yang sakit, dan kemungkinan cedera. Big Jhon teguh pendirian, melanjutkan pertandingan.

Ini pilihanmu, Michael Johnson. Demi Tuhan, aku tidak ingin menyakitimu. Aku ingin dirimu sampai disiniBiarkan aku menepati janjiku mendapatkan belt kemenangan itu.

“This is horrible position. Khalid pulls like on over hook on the left arm of Michael Johnson. Obviously is going to go for Kimura. Right?”. Nafas tertahan. Big John berhitung. Sampai kapan Michael Johnson sanggup bertahan? Oh tidak. Dia takkan sanggup.

“Khalid gonna break his arms”. Michael Johnson terperangkap. Khalid memelintir tangannya. Terkunci. Pitingan Kimura dengan sempurna dilakukan. Big Jhon merentangkan tangan. Buru-buru memisahkan dua petarung itu. Khalid mengacungkan telunjuk.

Aku harap kau baik-baiksa saja. Aku tak ingin menyakitimu. Thank you, Michael Johnson. Kening beradu kening. Simbol Elang menghormati buruannya. Ia memilih membiarkan. Ia punya hasrat lain selain rasa lapar. The belt, the title. []

Read Full Post »

Berikut ini, cuplikan fanfiction yang mengangkat Khabib Nurmagomedov (Russia) sebagai tokoh utama. Update setiap hari di akun Wattpad saya: @algabiru_full. Yang nggak punya akun Wattpad, tetap bisa dibaca via browser kok. Selamat menikmati ! 🙂 

lat-ufc-205-wre0044575557-20161112

***

Bruce Buffer mantap memegang corong jitu microphone. Teriakan orang-orang mengalahkan musik yang diputar saat walk out. Khalid Ramzanov di garda kiri, Michael Johnson di seberang.

“Ladies and gentelmen, three rounds in the UFC lightweight division, intorducing first fighting out of the blue corner on mixed martial artist early professional record, 18 wins 10 losses. 10 inches tall weight in at 156 pounds. The number six lightweight contender in the world, Michael ‘the manace’ Johnson”. Suara lantang Bruce Buffer bulat memperkenalkan Johnson. Michael mengangkat kedua tangannya seperti pengkhotbah. Ia bersiap memeluk kemenangan. Dominasi penonton dikuasai tuan rumah, mendukung Johnson. Octagon gegar bersambut tepuk tangan.

Bruce Buffer menarik nafas dalam tempo cepat. Melafalkan nama dan prestasi petarung yang sudah dihafal orang banyak. “And now introducing his opponent. Fighting out of the red corner on mixed martial artist holding an undefeated. Professional record 23 wins no losses. Weight in at 156 pounds. Dagestan Russia presenting the number two ranked lightweight contender in the world, Khalid “the eagle” Ramzanov.” Khalid mengacungkan tangan kanan, menyapa penggemar yang bertudungkan Papakha. Topi bulat mekar dari bahan bulu domba. So iconic, yang menandakan keberadaan mereka.

John McCarthy, sang wasit, dengan rapat mengenakan sarung tangan hitam. Posisi wasit salah satu hal penting berlangsungnya duel. Wasit harus jeli, dengan cepat menghentikan pertandingan, apabila salah satu petarung sudah terkunci. Selain mendengar teriakan ‘stopped me’, dari salah satu petarung yang menyerah. Atau dengan cepat memberi isyarat untuk dihentikannya pertarungan.

“Here we go!” Komentator memanaskan suasana melalui microphone. “Very fast hand from Michael Johnson” Michael mengacungkan tinju panjang membuka serangan. “Ramzanov, the best grappler in the business”. Pertarungan yang sangat sentimental. Bagaimana keduanya berpasang nyali di agenda face-to-face. Kekesalan Khalid kepada UFC, ketika Conor McGregor yang entah bagaimana, menyerobot belt kemenangan. Trash talk sudah biasa dilakukan pemain pra pertandingan. Khalid-Michael berbeda. Pengamat yakin, inilah pertandingan sebenarnya. Jenis seni bela diri yang harus disaksikan banyak orang.

“This has very different both guys have been very respectful in preparation to this fight”

Khalid berlatih di AKA Gym bersama Daniel Cormier guna menghadapi Michael Johnson. Pertarungan terakhir kali, bersama Darrel Horcher, yang mengalami cedera berat hingga dua tahun lamanya. Michael petarung yang aktif berlaga, walau sekian kali didera kekalahan. Rekam jejak ini menghentakkan berpasang mata. Mereka rival yang seimbang.

“Lagi-lagi pukulan cepat.. Oh Michael Johnson!” Nafas pria itu tertahan “Hampir ia mematahkan rahang lawannya!” Khalid mengelak cepat, menahan pukulan Michael bertubi-tubi. Terdengar bunyi ‘ohhh’ penonton. Adrenalin diretas keadaan.

Khalid mengendalikan pertarungan. He is the best grappler tonight. Sekuat tenaga, Michael menahan bantingan, badannya yang besar itu,…. bum! jatuh.

“The best way to describe his style” Orang mulai berkomentar di tengah kompetisi ini, “and when he gets a hold of people it almost seems like they’re shocked and how strong he is”

Micahel Johson terhimpit. Khalid menahan kendali Johnson, tidak bisa lepas. Dia berusaha menekan untuk semakin mengunci posisi. “Johnson is terrible trouble here”, komentator tak tahan untuk tidak bicara.

“Massive pressure!”

“Yeah, massive pressure!”

“He’s going to slice that right knee through” Mereka berkomentar dengan mulut didekap, “and Johson with a minute now have to go is in full survival mode here”

Michael menahan dengan kentara. Tangan kiri melindugi wajahnya dari serangan sikut, lengan dan kepal Khalid bergantian. Tak terhitung berapa kali ia sudah ditinju. Masih ronde satu, Michael memilih bertahan. Ia seorang yang punya harga diri.

Dominasi Khalid dalam kuncian berlangsung sejak menit ke dua. Saat ini, satu menit yang tersisa. Michael pesakitan dan tertahan. Big John McCarthy memantau tanda-tanda untuk menjatuhkan vonis submission. Namun, belum. Michael bertahan, apapun itu.

“Johnson getting hurt”

“Oh my god,… Johnson getting hurt”

Orang-orang terus berteriak. Seolah-olah menahan sakitnya.

25 second…..

Khalid Ramzano, Excellent positon! Johnson tak mampu bangkit. Gerakan-gerakan cepat Khalid menampilkan keindahan seni bela diri. He’is inside control here.

“Big shot near temple,” komentator gahar tercekat, “Michael is terrible”

“Look out Ramzanov that right arm as well. Johnson is effectively defending himself with one hand and he can’t move his body”

10 second…..

Sepuluh detik terakhir yang berbahaya. Khalid tidak menyia-nyiakan. Ia menghajar dengan perkasa. Tidak membiarkan mangsanya lari. Limit sedikit waktu tersisa. Ia bangkit dan melemparkan Johnson ke sisi ring. Meninju layaknya seorang tuan yang berkuasa.

Teng!

“Wow!! Unbelievable! Unbelievable!”

Ronde pertama diakhiri dengan tepuk tangan. Khalid mendominasi pertandingan. Michael belum menyerah. Dua ronde tersisa. Dia bertekad menuntut balas. []

Read Full Post »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!