Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2016

Keren banget makhluk Allah yang satu  ini. Setiap inci kehidupannya adalah manfaat, kepake, nggak ada yang sia-sia. Mulai dari batang, daun, buah, pelepahnya kepake semua. Hidup sekali, lepas itu mati. Tak berbuah dua kali, manfaat berkali-kali.

Screenshot_2016-01-13-23-28-24-491

Belajar banyak dari sekitar, mengambil pelajaran untuk dipahami dan mempengaruhi kelakuan kita sebagai khalifah di muka bumi. Perbaiki visi, apakah selama ini kita lebih banyak menarik kemanfaatan orang sekitar demi kepentingan pribadi. Perbaiki niat, entah selama ini pamrih, sehingga lelah dalam kebaikan. Perbaiki cara, mungkin sinergi terhenti karena lemah dalam strategi dan menonjolkan ego diri.

 

Kita manusia yang sangat manusiawi. Tiap orang tumbuh dengan caranya, dengan kiblatnya, punya proses dan perjalanannya masing-masing. Sering lain yang dilihat, dikecap, sehingga lain yang diperbuat. Tapi jika kita terus berlatih memahami, fitrah kita akan menelusuri jalan kebaikan sebagaimana yang ALLAH perintahkan. Ayoo muhasabah diri. Belum terlambat.

Read Full Post »

Ramainya isu Gafatar dan radikalisme, bikin ortu makin ngawasin remaja supaya nggak salah arah dalam bergabung dengan kelompok tertentu. Walau diawasin, namanya remaja juga mahkluk sosial, tetap mencari komunitas yang mengikuti panggilan hatinya.

akhwat

Hidup tanpa komunitas kayanya ‘basi’ dan kuper ya… Nah, supaya hidupmu keren, gabung di komunitas yang baik dan terarah ya. Berikut segmen komunitas yang bisa kamu pilih!
1. Muslimah dan gerakan cinta membaca
Salah satu hal positif yang perlu dikembangkan ialah kebiasaan hidup membaca. Kita perlu komunitas untuk berbagi bacaan yang bagus dan mempertahankan pola hidup yang bermaanfaat ini. Sebab membaca ialah jendela ilmu pengetahuan.
2. Menulis untuk perubahan
Belum lengkap membaca tanpa menulis. So, yang giat membaca biasanya akan tergoda untuk melahirkan tulisan. Pastikan yang kita tulis berkontribusi untuk perubahan. Eits, pena bisa lebih tajam dari pedang loh.
3. Remaja cinta qur’an
Salah satunya ialah gerakan One Day One Juz (ODOJ). Indahnya jika remaja kita bisa jadi remaja ODOJ, yang mendengar dapat pahala, juga yang membacanya. Yang menyebarkan dan mengamalkannya?! Pasti lebih besar lagi pahalanya. Yuk gabung!
4. Remaja Pro Syariah
Remaja butuh komunitas dalam menjaga imannya. Remaja butuh figur dari kalangan remaja sendiri untuk menyuarakan indahnya islam kepada sesama remaja. Remaja pro syariah akan jadi agen berkilau yang menyuarakan syariat. Pastikan kamu di dalamnya ya, Sist!

Read Full Post »

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

Read Full Post »

Perang kepentingan kali ini, udah kayak Castiel bingung belain siapa, raja neraka ataukah bela Whincester Bersaudara. Kata orang bijak alias motivator alias yang pengendalian dirinya tingkat dewa :”bukan waktu yang kurang, tapi bagaimana kita mengaturnya”. Kadang ngalamin nggak sih yang namanya, bingung harus mendahulukan yang mana. Rasanya ingin semuanya tapi ngga bisa, rasanya pengen bisa tapi pastinya ngga bisa. Hehe…. Tamak memang tidak punya tempatnya.

Yang ikut ODOP apa kabar? ODOP alias One Day One Post, yang tentu dimulai dengan basmalah, dilalui dengan keringat, dan belum tahu nanti akhirnya gimana. Kemarin kebobolan, tak sentuh ini blog kesayangan. ODOPnya libur dulu sehari, hehehe….Ngga ada yang nyariin juga kali ya.pena-2

Gagal nge-ODOP gegerapa seharian di luar. Nemenin si kakak yang udah 2 minggu ngga liat keramaian. Kejamnyaaaa…. Selepas itu, sekarang tiap hari harus sudah mulai cicil naskah, yang sayang sekali sodara-sodara,naskahnya masih rahasia jadi ngga bisa sebar gitu aja dengan Cuma-Cuma. Eyaa… Malamnya berjibaku menidurkan si adik yang selalu menolak tidur. Entahlah. Kenapa sih anak-anak mau tidur aja kayak disuruh kerja paksa?!

Jadi, satu alasan kepada alasan berikutnya. Makanya, ini perang kepentingan campur perang alasan. Mana alasan yang paling masuk akal. Sebab setiap perkara harus ada kambing hitam. Terlepas dari itu, saya selalu rindu nge-ODOP, terlepas berbagai rintangannya. Setiap perjalanan manusia itu ada seni memintal kisah, memperjodohkan kesempatan dan destinasi takdir. Saya ingin ada disana, memahami maksud setiap kejadian.

Read Full Post »

Assalamualaikum. Dek, pengen deh ketemu lagi sama Dian.
Kapan adek punya waktu. Hemm, kakak rindu mengkaji Islam.
Dian mau jadi mentor kakak? Jzk
Subhanallah! Allahu Akbar! SMS tersebut ku sambut dengan puja puji kepada Allah. Langsung ku balas SMS tersebut. Meng-iya-kan.
Waalaikumsalam. Alhamdulillah kita berjumpa lagi, kapan kak?
Pertemuan kami di hari yang ditentukan, lebih dari sekedar percakapan. Pertemuan tersebut laksana cahaya yang menerangi gelap, yakni meneruskan kalimatullah ke dalam jiwa-jiwa insan manusia. Halqah dan dakwah.
Maka gugurlah celaan para pencela yang dulu berkata ini-itu di masa futur Kak Ais. Maka sirnalah rasa jumud yang selama ini membenamkan Kak Ais. Semua karena-Mu, Ya Allah. Dan betapa bahagia diriku yang bisa mempersaksikan kebesaran-Mu.
Kini Kak Ais kembali berada dalam barisan dakwah dan lebih banyak belajar tentang kebijaksanaan. Beliau banyak bercerita tentang pentingnya sikap empati dan welas asih antar sesama manusia terlebih di kalangan pengemban dakwah. Janganlah pula kita memelihara penyakit hati, sebab penyakit itu laksana kanker yang mematikan inangnya lamban laun.
Hidup berjamaah ibarat melihat pelangi. Perhatikanlah! Pelangi takkan indah jika hanya satu warna. Kita akan melihat individu-individu berlainan watak dan karakter. Sehingga bisa berbeda pula pola pendekatan dan penjagaan satu sama lain.
Kak, jadi kan kita ketemuan di taman perpus. SMS-ku pada Kak Ais
Bip bip. Jadi dek. Balasnya singkat
Maka sore itu ialah sore yang dipersaksikan langit jingga yang mesra. Sore dimana aku dan Kak Ais berbagi cerita tentang kesukaan-kesukaan kami terhadap sastra, fiksi dan tentunya…. dakwah.

Welcome Scan
Sore dimana Allah Yang Esa menghadiahkan pada kami pelangi yang berpendar di dalamnya aneka warna. Pelangi sore di ufuk, saksikanlah aku memanjat doa kepada tuhanku.
“Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang berjumpa dan berpisah karena-Mu. Hapuskanlah kesalahan di masa lalu kami sehingga kami kembali pada-Mu dalam keadaan suci. Aamiin”. [Alga Biru]
Medan, 24 Agustus 2012

 

 

Diterbitkan dalam buku Antologi “Nyala Nyali Dakwah”-Al Azhar Fresh Zone

Read Full Post »

INDAHSuatu kali sosok Kak Ais kelihatan di mushola kampus. Yah, wajar kali ya. Namanya juga anak kampus, pastinya berkeliaran di kampus. Namun Kak Ais tidak berlama-lama dan begitu tergesa-gesa. Menghindar ? Mungkin. Ahh, astaghfirullah. Rasa penasaran kadang mengundang rasa su’udzon untuk masuk ke hati ini. Cerita punya cerita, tiap kali ketemu kawan-kawan, sikap Kak Ais sama. Yakni tak suka berlama-lama. Tidak seperti dulu lagi. Maklum, mungkin karena aktifitas yang dijalani sudah berbeda, ketertarikan terhadap sesuatu pun berbeda kadarnya. Inikah yang disebut “hibernasi dakwah” ?
Di tempat manapun di dunia ini, kita tidak bisa menjamin apa dan siapa pun. Sekalipun individu-individu sudah dibina, selalu ada cacat perbuatan, baik terang-terangan maupun yang tersembunyi. Jika tidak banyak, maka sedikit pasti ada-ada saja. Maka hadirlah para pencela yang suka mencela,”Kak Ais itu begini… Kak Ais itu begitu….”. Orang model begini jumlahnya tidak banyak dalam barisan dakwah. Hanya saja, jika dibiarkan mendominasi, bisa-bisa yang lain jadi ketularan ‘penyakit’.

BUNGA
Dua tahun berjalan…..
Aku berada di kampus yang sama, seperti Kak Ais. Aku seorang yang suka gemar membaca. Lebih tepatnya, menyendiri untuk membaca. Tempat favorit? Taman perpustakaan pastinya. Disanalah Allah subhana wata’ala mempertemukanku kembali dengan Kak Ais. Ahh, rindu sangat hati ini.
“Assalamualaikum….” Kak Ais menyapa
“Waalaikumsalam…”
Tangan kami saling bertemu, berjabat tangan. Terasa nikmat ukhwah islamyah itu kembali mengalir.
“Lagi ngapain dek? Kok sendirian?”
“Ohh… Dian sering kesini kak. Sejuk. Enak sambil baca buku”. Kala itu aku sedang membaca buku Filosofi Kopi Dewi Lestari. Kak Ais agar bekerut kening. Mungkin dia heran, kok selera bacaanku karya-karya fiksi.
“Suka juga baca novel?” Kak Ais bertanya.
“kakak suka”
“belakangan ini suka”
“baca apa kak?”
“Laskar Pelangi”
Bla bla bla…. Pembicaraan mengalir deras, kebekuan pun meleleh. Suasana ini begitu hangat. Tak terasa sore menyapa dua insan yang berbahagia ini.
“Kak, kapan ya kita ketemu lagi?” kataku
“hemmm….” Kak Ais terdiam, meraba kemungkinan. “Nanti aja ya kakak SMS. Nomor dian masih yang lama kan?”
“Iya kak”, jawabku singkat. Lalu obrolan itu disudahi dimana masing-masing kaki berjalan menuju pulang. Dalam hati ku berdoa, “Ya Allah, izinkanlah pertemuan kami berikutnya”
Alangkah baik Allah Yang Maha Pemurah. Sebab doa tersebut terjawab kurun waktu kurang dari semalam. Jawaban yang tertuang melalui SMS Kak Ais yang masuk ke HP-ku

 
Assalamualaikum. Dek, pengen deh ketemu lagi sama Dian.
Kapan adek punya waktu. Hemm, kakak rindu mengkaji Islam.
Dian mau jadi mentor kakak? Jzk
Subhanallah! Allahu Akbar! SMS tersebut ku sambut dengan puja puji kepada Allah. Langsung ku balas SMS tersebut. Meng-iya-kan.

 
Waalaikumsalam. Alhamdulillah kita berjumpa lagi, kapan kak?

 

 

[Bersambung…]

Read Full Post »

Aku mengenalnya sejak kali pertama kami saling bertukar pandang di penghujung tahun 2004. Waktu itu aku masih mengenakan seragam putih abu-abu yang agak ketat disana-sini. Maklum, Islam ideologis belum lama menyentuhku dan di penghujung tahun inilah pelan-pelan aku mendalaminya. Aisyah, yang akrab ku panggil Kak Ais, tampak sedang panas-panasnya mengenyam Islam dimana aku pun kini berada di dalamnya. Dalam jamaah yang shahi ini (insyaallah), kami saling berpegangan dan saling menguatkan.

bagus-picture.jpeg

Kota Medan kala itu, pengemban dakwah masih tergolong sedikit. Dan dalam jumlah yang sedikit, kami bahu membahu bekerja untuk agama Allah dengan segenap kekuatan. Kak Ais ialah sosok yang menawan dari sisi keilmuan. Siapa yang rela mendengar, mestilah yang keluar dari mulutnya sebuah pelajaran. Posisinya sebagai mahasiswa di PTN ternama (Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara) membuat dirinya menjadi permata untuk mendakwahkan Islam.

 

Tiap bulan rutin digelar Jalsah Muna yang terpisah antara jamaah laki-laki dan perempuannya. Tiap bulan pula aku selalu dibuat terpukau dengan jawaban-jawabannya yang lugas, tangkas dan berdalil. “Wah hebat….. sudahlah berprestasi di kampus, dakwahnya juga okey”. Perangai Kak Ais pun baik. Ringan tangan untuk yang membutuhkan, apalagi untuk dakwah.

 

Hari berganti hari, waktu berganti waktu. Orang-orang datang silih berganti. Ada yang bersedia kami bina dengan Islam, banyak pula yang menolak.

 

“Kak, kenapa ya ada orang yang menerima dan ada penolakan? Padahal yang kita bawa demi kebaikan dirinya sendiri” tanyaku suatu kali.

“Itu sama seperti pertanyaan kenapa ada surga dan neraka? Sungguh Allah menciptakan dua jalan, manusia diberi pilihan memilih jalannya sendiri” jawabnya.

Cobaan tidak saja datang dari luar, datang pula dari dalam. Suatu kesempatan, mahaly kami bersepakat membuat rumah binaan. Isinya terdiri dari orang-orang yang sudah dibina, sedang dan akan dibina. Klop! Jadi saling melengkapi untuk perubahan. Kak Ais salah satu yang nimbrung tinggal disana. Pas aku lihat-lihat lagi orang yang akan menempati, aku jadi rindu pengen ke rumah binaan terus. “wahhh asyiknya, tinggal bersama rekan seperjuangan”, pikirku.

Sebulan, dua bulan, aura keislaman makin terasa di sekeliling kami. Tapi lama kelamaan seolah ada yang kurang. Di suatu majelis rutin, aku tak melihat Kak Ais. Kemanakah ia?

 

“Kak Rani, Kak Ais mana? Kok kayanya ngga keliatan” tanyaku pada seorang rekan.

“Oh, dia pulang ke rumah orang tuanya. Hemm… Ada urusan sepertinya”

“Ohh ….”

Aku melihat wajah Kak Rani yang seolah-olah menyembunyikan sesuatu. Ahh, sudahlah. Yah, namanya juga ada urusan, semua kemungkinan bisa saja terjadi.

 

Waktu demi waktu berlalu, Kak Ais seolah lenyap ditelan bumi. Dia yang biasanya bercengkrama dan bertukar cerita, entah bagaimana kabarnya. Beredar kabar, Kak Ais tidak kerasan tinggal di rumah binaan. Loh, kok bisa? Dugaannya macam-macam. Konon, tidak akur dengan salah seorang kawan. Permasalahan kecil yang jadi besar, dan permasalahan besar yang makin membesar. Atau keadaan rumah binaan yang buat ngga nyaman. Ahhh, apapun itu. Pasti masalah yang kompleks. Sehingga Kak Ais yang ku kenal tabah dan sabar, tampak ‘babak belur’ dan memilih angkat kaki dari rumah yang terbina ini.

“Kak, benar ngga sih Kak Ais pindah dari sini?”

“Kak, apa iya Kak Ais ngga ngaji lagi?”

“Kenapa?”

Seluruh tanya beredar di kepala. Jawaban yang sebenarnya hanya sedikit yang mengetahui. Ahh, sedih rasanya kehilangan satu sel tubuh. Terlebih-lebih sel yang terkenal unggul, produktif pula. Entah setan apa dan entah siapa setannya yang menyebabkan ikatan diantara kami menjadi longgar.

 

Suatu kali sosok Kak Ais kelihatan di mushola kampus. Yah, wajar kali ya. Namanya juga anak kampus, pastinya berkeliaran di kampus. Namun  Kak Ais tidak berlama-lama dan begitu tergesa-gesa. Menghindar ? Mungkin. Ahh, astaghfirullah. Rasa penasaran kadang mengundang rasa su’udzon untuk masuk ke hati ini. Cerita punya cerita, tiap kali ketemu kawan-kawan, sikap Kak Ais sama. Yakni tak suka berlama-lama. Tidak seperti dulu lagi.  Maklum, mungkin karena aktifitas yang dijalani sudah berbeda, ketertarikan terhadap sesuatu pun berbeda kadarnya. Inikah yang disebut “hibernasi dakwah” ?

 

(BERSAMBUNG…  )

OLEH: ALGA BIRU

Read Full Post »

Older Posts »

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même