Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2013

Expert dan Popularitas

writ

Dunia dibesarkan bukan oleh orang-orang biasa, melainkan oleh yang extra ordinary. Agar menjadi salah satunya, memang butuh pengorbanan dan kesabaran yang besar. Kita mengenal teori 10.000 jam sebagai syarat untuk menjadi seorang expert (ahli). Artinya, kita membutuhkan waktu sebanyak 10.000 jam selama hidup untuk mewujudkan sebuah keahlian. Banyaknya waktu serta cara berlatih, sangat menentukan kemilau keahlian kita. “Saya seorang mentor (musyrif) yang mengisi kajian 2 jam per hari, 7 hari seminggu. Belum lagi seminar-seminar ataupun diskusi yang tentunya mampu mengantarkan saya menjadi seorang yang ahli dalam berkomunikasi. Tapi mengapa sampai sekarang saya belum seperti Mush’ab bin Umair dalam bernegosiasi? ”. Jangankan Mush’ab bin Umair yang cetarrrrr membahana, seperlima dari Mario Teguh pun mungkin belom-belom juga. Kenapa ya? Hemm, mungkin kita lupa, bahwa 10.000 jam yang dimaksud bukan sekedar perkara jam terbang atau pengalaman, tapi adanya peningkatan taraf kesulitan dan keilmuan, sehingga tiap hari bertambah tajam. Jikalau setiap hari kita mengantongi 3 jam untuk berlatih menjadi expert, artinya butuh waktu 10 tahun untuk benar-benar expert. Wow oh Wow ya sodara-sodara. Ya, begitulah. Nyata-nyatanya hal ini memang sudah dijalani oleh para expert. Professor saya butuh waktu 10 tahun untuk kemudian dia bangga menyebut dirinya sebagai “ahli lubang gigi”. Dia seorang wanita (janda), yang demi ilmu, rela melanglang buana ke Jerman, Belgia, dan entah kemana lagi.

 

Kita melihat orang yang ahli di bidangnya, tumbuh untuk melihat ‘seni’-nya bukan efek samping dari karya yang ia lahirkan. Sayangnya, harga sebuah keahlian ini dengan tergesa-gesa ingin dimiliki oleh sebagian orang. Seolah-oleh mereka sedang memasuki resto cepat saji, lalu Bling! Sepotong fried chicken dan minuman soda siap untuk disantap. Ahli hasil karbitan, memang ‘tiada dua’nya alias malu-maluin di belakang hari. Alih-alih mencicil 10.000 jam yang seharusnya, Ahli karbitan ini menyibukkan diri dalam program pencitraan. Kadang-kadang kita suka begitu ya. Kita bukan orang kaya, tapi kemudian kita memaksakan diri menggunakan barang-barang mahal supaya ‘cocok’ dengan brand yang sedang kita bangun. Kita belum menjadi ahli, tapi sudah ‘pasang gaya’.

 

Contoh lain, Apa yang menjadi pilihan kita: penulis yang terkenal atau penulis yang ahli? Atau dua-duanya? Nama tersohor dimana-mana dan kita terus membawa gelar ‘penulis anu yang ahli”. Ilmu di bumi, gaya melangit. Bayangkan jika suatu hari kita bertemu dengan “sang expert” yang sebenarnya. Bukannya belajar, bisa-bisa kita mati kutu dilibas ilmunya yang luas. Sebelum kita menderita rasa malu, lebih baik kita mengalah dengan kepentingan-kepentingan serta hawa narsis yang mewabah sekarang ini. Percayalah, orang-orang expert itu auranya akan terpancar. Kemana pun ia bersembunyi, harumnya segera tercium oleh para pencari. Lihat Nabi. Salman Alfarisi rela datang jauh-jauh demi membuktikan wahyu dan lisan nabi yang sudah teruji. Segala yang instan, biasanya memutus mata rantai yang seharusnya ada. Lihat Bill Gates dan konco-konconya yang berlatih 7-8 jam per hari lalu menjadi luar biasa sampai kini.

 

Keahlian akan membawa kita dalam efek-efek yang tidak disangka, tak perlu dikejar bahkan ia datang sendiri. Harta, tahta, wanita, popularitas akan mengikuti orang-orang yang pantas. Tidakkah semua itu memang pantas bagi mereka yang mau bersabar? Kesuksesan memang tidak instan, jika ia instan, maka ia bukanlah kesuksesan yang sesungguhnya. Wallahu’alam. [Alga Biru]

Read Full Post »

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même