Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2009

Ismail Yusanto: Meski Dukung Perbankan Syariah , Boediono Tetap Neo Liberal

Jubir HTI

Jubir HTI

Tim Sukses SBY Berboedi berkali-kali menyatakan bahwa Boediono itu bukan ekonom neoliberal dengan alasan dia membolehkan perbankan syariah. Benarkah, bila welcome terhadap perbankan syariah bisa disebut ekonom yang tidak neolib? Umat jangan mau dibohongi. Untuk itulah wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo mewawancarai Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto, Selasa (23/6) sore di Jakarta. Berikut petikannya.

Apa benar UU perbankan syariah atau kebijakan yang terkait dengan bank syariah itu merupakan peran besar Boediono?

Kalaulah umpamanya benar bahwa Boediono berperan besar dalam hal itu tetap saja itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menangkis bahwa Boediono itu bukan neolib.

Keberadaan bank syariah mencerminkan bahwa Indonesia tidak menerapkan ekonomi neolib?

Perbankan syariah adalah salah satu instrument dari sistem moneter yang berlaku di Indonesia yang menerapkan sistem ekonomi neolib ini. Sehingga keberadaan perbankan syariah itu tidak mempengaruhi apa-apa terhadap kebijakan moneter secara umum.

Apalagi, volume bisnis bank syariah di Indonesia itu masih di bawah 3%. Jadi masih sangat kecil bila dibanding dengan skala usaha perbankan konvensional yang 97%. Sehingga perbankan syariah itu tidak mempengaruhi postur terhadap perbankan Indonesia.

Nah, itu kalau mau dibilang Boediono berperan besara dalam keberadaan perbankan syariah. Tapi kan faktanya tidak begitu. Sesungguhnya orang-orang yang berperan besar adalah inisiator dan pelaku perbankan syariah sendiri yang menginginkan UU semacam itu, yakni Asosiasi Bank Syariah Indonesia atau Asbsindo.

Dalam hal ini Boediono berposisi sebagai orang yang mau tidak mau harus meng-endors atau mengesahkannya. Karena kalau Boediono menolak itu akan menjadi sesuatu yang sangat tidak mengenakan posisinya. Siapapun yang ada di posisinya akan melakukan hal yang sama. Lantaran perbankan syariah sudah menjadi fakta bukan baru gagasan saja. Dan fakta itu makin lama makin membesar dan membutuhkan UU terpisah dari UU perbankan konvensional.

Jadi saya melihat tidak ada yang istimewa dari keberadaan Boediono terkait hal ini. Kecuali kalau Boediono itu dari dulu dikenal sebagai orang yang mengagas bank syariah. Itu baru melawan arus. Nah baru bolehlah diacungi jempol! Faktanyakan tidak.

Bukankah ia juga mengatakan perbankan syariah itu bagus. Apakah ungkapan itu basa-basi?

Mungkin. Tapi dia juga paham dong, secara intelektual bahwa bank syariah itu memang bagus. Jadi siapa pun yang menyatakan bank syariah itu bagus sebenarnya itu pernyataan yang biasa. Tidak ada yang istimewa. Karena memang secara intelektual, secara empirik itu memang bagus!

Justru kalau ada orang yang mengatakan bank syariah jelek itu bodoh. Kalau ekonom ya ekonom bodoh. Keblinger! Sebenarnya yang aneh itu ketika Boediono mengatakan bank syariah itu bagus. Itu dijadikan kredit point buat dia. Padahal itu kan sangat biasa-biasa saja.

Baru sekarang-sekarang ini, saat menjelang pilpres 2009, Boediono dikatakan sebagai orang yang paling berjasa dalam menelurkan UU perbankan syariah. Sebelumnya dia tidak pernah sama sekali dikait-kaitkan dengan perbankan syariah atau satu gagasan ekonomi Islam lainnya. Hatta di UGM sekalipun ia tidak pernah mengajukan gagasan itu.

Lain halnya kalau Boediono mengatakan, “bank syariah itu bagus harus dikembangkan. Bank konvensional jelek harus ditutup”. Nah itu baru kredit poin buat Boediono. Kalau Boediono berani ngomong begitu baru itu namanya berita. Saya yakin dia tidak akan berani ngomong begitu! Karena pernyataan itu hanya akan muncul dari seorang ekonom yang bermotif keimanan bukan neolib.

Jadi motif dalam membangun perbankan syariah itu…?

Ya..motif ya… setidaknya ada dua.mengapa perbankan syariah itu dibangun. Pertama, ada yang mendirikan bank syariah karena motif keyakinan, keimanan bahwa bank syariah ini solusi yang terbaik dan islami yang menjauhkan unsur riba dalam setiap transaksinya. Alasannya, dalam Islam riba atau bunga bank itu haram dan harus dijauhi. Nah, sehingga orang-orang seperti ini lebih memilih bank syariah dan secara tegas menolak bank konvensional.

Kedua, ya motif bisnis an sich. Dalam kacamata ini memang bank syariah tidak terlalu beresiko bahkan dalam hitung-hitungan mereka bank syariah memilik marjin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan skema bank konvensional. Sehingga bank konvensional pun membuka unit syariah.

Dengan alasan yang sama pula hal ini terjadi bukan hanya di Indonesia, yang mayoritas penduduknya Muslim. Di negara-negara lain, seperti Inggris, Singapura, Australia, Amerika juga bank konvensional membuka cabang syariah. Bahkan City Bank, itu bank konvensional pertama yang membuka unit syariah. Sekarang ini kan HSBC pun membuka unit syariah.

Pro Syariah ??

Pro Syariah ??

Agak sedikit menyimpang, namun menarik untuk diungkap. Dalam dialog di Bandung baru-baru ini, Boediono mengatakan butuh mata uang internasional yang baru pengganti dollar karena dollar didominasi oleh satu negara. Tapi ketika disodorkan bahwa uang pengganti itu emas ia menolak juga, dengan alasan mata uang emas itu tetap menimbulkan ketergantungan karena hanya negara-negara tertentu saja yang mempunyai emas.

Apa benar seperti itu, jadi di mana letak keadilan mata uang emas itu, mengingat Islam mewajibkan mata uang itu haruslah emas atau berbasis emas?

Justru kalau tujuannya agar menjadi mata uang internasional emaslah yang paling unggul. Karena ketika emas dijadikan mata uang dengan sendirinya uang emas tersebut menjadi mata uang internasional. Sama sekali tanpa memerlukan adanya political agreement. Lihat mata uang Euro, sekedar untuk berlaku di Eropa saja kan harus ada dulu kesepakatan politik oleh setiap negara yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Eropa untuk menjadikan itu sebagai mata uang bersama.

Emas tidak perlu begitu. Jadi siapa saja bisa menggunakan mata uang emas, bahkan tidak memerlukan kesepakatan politik internasional sekalipun. Karena emas ini langsung bisa digunakan di sembarang tempat di berbagai negara.

Terus bila dikatakan bahwa negara-negara tertentu saja yang menghasilkan emas atau mempunyai cadangan emas yang besar yang diuntungkan. Ya, memang seperti komoditas lainnya, seperti minyak misalnya. Kan negara yang mempunyai minyak terbesar memiliki keuntungan yang lebih besar. Jadi ada masalah apa? Yang memiliki minyak yang lebih banyak akan diuntungkan, yang memiliki emas lebih banyak akan lebih diuntungkan. Ya, itu hal yang wajar saja. Tidak menggunakan mata uang emas pun. Menggunakan dollar misalnya, tetap saja yang memiliki emas terbanyak akan lebih diuntungkan.

Benarkah bila penemuan emas besar-besaran di sebuah negara akan terjadi inflasi secara global?

Ooh, insya Allah, itu tidak akan mungkin terjadi. Kenapa? Karena emas itu komoditas. Emas tidak akan mengalir dengan sendirinya karena emas akan mengalir bila dipertukarkan dengan barang dan jasa. Bila emas itu ditemukan oleh sebuah negara tentu saja emas tersebut akan diamankan oleh negara tersebut.

Beda dengan mata uang kertas. Bila di-back-up atau disandarkan pada emas berarti mata uang emas. Mata uang kertas kan dicetak tanpa disandarkan pada apa-apa. Itulah yang menyebabkan inflasi secara global seperti yang selalu terjadi pada mata uang kertas yang berlaku saat ini. Uang terus dicetak, harga barang terus naik. Kan begitu.

Jadi kalau emas itu dibelikan barang ya itu sebenarnya pertukaran barang dengan barang. Jika harga barang naik, harga emas pun ikut naik. Jadi emas relatif jauh lebih stabil dibanding mata uang kertas, saham, atau lainnya. Dollar bisa tidak ada artinya apa-apa ketika Amerika bangkrut. Saham juga demikian, bila perusahaan yang mengeluarkan saham itu bangkrut.

Hal itu tidak berlaku bagi emas. Satu contoh sederhana saja. Seribu empat ratus tahun lalu. pada zaman Nabi Muhammad SAW, harga seekor kambing gemuk adalah 1 koin dinar, uang yang terbuat dari emas seberat 4,25 gram emas. Nah, zaman sekarang juga sama! Kambing yang bagus dan gemuk harganya sekitar 1,5 juta rupiah.

Coba tanya ke Antam atau penjual dinar, berapa harga 1 dinar sekarang, jawabannya mesti 1,5 juta rupiah. Padahal Khilafah Islam sudah lebih dari 80 tahun runtuh, tapi dinarnya tetap stabilkan? Coba kalau pakai uang kertas. Pasti harus dikilo dulu baru laku. Seperti halnya menimbang koran bekas. Jadi kalau tidak emas mau mata uang apa yang ingin diajukan sebagai alat tukar yang berlaku secara internasional?

Kesimpulannya?

Jadi neolib itu tidak bisa dilihat dari kata-kata tetapi dapat dilihat dari rekam jejak. Artinya, neolib tidaknya Boediono itu tidak bisa diukur dengan setuju atau tidaknya dia dengan berdirinya perbankan syariah. Tapi neolib tidaknya dia itu bisa dilihat dari apakah dia menganut Mazhab Konsensus Washington atau tidak. Konsensus Washington itu kan intinya pencabutan subsidi, privatisasi, dan liberalisasi perdagangan. Boediono kan kental sekali dengan ketiga hal itu.[]

di copas dari:

http://hizbut-tahrir.or.id/2009/06/24/ismail-yusanto-boediono-tidak-akan-berani-ngomong-begitu/

Iklan

Read Full Post »

“Dijadikan Indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa anak – anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik” Ali Imran : 14

Cinta adalah garis tipis antara nafsu dan ketulusan. Hanya karena kekaguman semu terhadap penampilan fisik dan cover luar, banyak orang telah tertipu dalam memutuskan sebuah pilihan cintanya.

Padahal sebuah keputusan adalah momentum vital yang tak boleh kita remehkan. Karena keputusan cinta yang salah, akhirnya jangan aneh kalau perjalanan cinta anda isinya cuma pertengkaran, saling mencurigai, acuh tak acuh dengan kekasihnya sendiri, kebosanan, mulai melirik ke yang lain, tidak puas dengan semua yang ada pada kekasihnya terutama ketika sudah mulai melihat kekurangan demi kekurangan yang ada pada kekasihnya yang akhirnya berujung pada penyesalan panjang atau hancurnya sebuah perjalanan cinta. Padahal waktu dulu ketika pertama kali melihat sang pujaan, hati kita berdebar, setiap waktu kita penuh rindu, gundah dan lusinan kegelisahan, ditambah hidup yang penuh kekhawatiran atas keadaan kekasih kita.

Mengapa sekarang semuanya berubah? Mengapa bisa demikian? Jawabannya sederhana, bukan hanya kita tertipu oleh penampilan luar tapi kebanyakan kita juga terlalu cepat terbuai dalam mengambil keputusan. Umar Bin Khatab ra pernah menyarankan kepada kita bahwa untuk mengetahui kepribadian asli seseorang ada 3 hal yang harus dilakukan. Pertama adalah melakukan perjalanan jauh bersama orang tersebut, kedua adalah melakukan transaksi bisnis dan yang ketiga adalah bertetangga dengannya. Inti dari pesan khalifah Umar ini adalah kita tidak boleh tergesa – gesa dalam memberikan penilaian buruk dan baiknya seseorang. Apalagi dalam urusan orang yang akan kita jadikan belahan jiwa kita…salah – salah bisa menyesal deh kita akhirnya.

Jika kita sudah terpesona kepada keindahan fisik secara berlebihan. Kesalahan pertama ini akan diikuti dengan sikap gegabah selanjutnya. Sikap gegabah itu adalah sikap tergesa – gesa dalam mengagumi seseorang hanya karena keindahan fisiknya yang menurut kita cantik atau tampan, atau karena kita baru saja melihat sebuah kebaikan sesaat, secara kasat mata dalam dirinya. Memang berprasangka baik terhadap seseorang itu adalah hal yang disunnahkah, tapi bersikap waspada dan memberikan sedikit waktu kepada diri kita untuk mempertimbangkan secara matang sebuah keputusan cinta juga adalah sifat kehati – hatian yang sangat dianjurkan oleh Islam.

Agar cinta dapat bermuara pada kapal yang tepat dengan pemimpin dan pendamping yang tepat membutuhkan sebuah proses yang tidak cepat. Begitulah keputusan cinta harus dipersiapkan dengan matang dan seksama hingga ketika ia mengarungi samudera kehidupan ia selalu siap dengan managemen dan strategi yang baik dalam menghadapi semua dinamika keluarga dan kehidupan. Dalam prosesnya cinta adalah menggabungkan dua buah karakter manusia yang berbeda untuk menjadi kekuatan yang mampu mewarnai kehidupan yang isinya beragam. Disana ada keindahan kehidupan, namun disana ada juga badai yang selalu datang silih berganti dan tidak menentu. Oleh karena itu kesalahan dalam memilih sebuah kekasih hidup kita akan memberikan pengaruh besar dalam langkah ke depan cita – cita kehidupan kita.

Pertimbangan yang tepat adalah hal vital yang harus kita perhitungkan. Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita tentang 4 hal yang harus diperhatikan dalam memilih seorang pasangan hidup. Pertama karena fisiknya, kedua karena keturunannya, ketiga karena kekayaannya dan keempat adalah sebaik – baiknya sebuah pilihan adalah karena agamanya.

Keputusan cinta itu seperti seni. Ia berbicara dengan kejernihan imajinasi akan cita – cita kehidupan yang tinggi. Jika kita mau seni itu memiliki nilai jual maka kita juga harus tahu bagaimana cara mengolah bahan baku perasaan kita agar bisa menjadi seni terindah yang memiliki nilai jual yang sangat mulia yang kita sering menyebutnya cinta sejati. Nilai jual itu hanya bisa kita dapatkan dalam keseimbangan guratan perasaan dan resep perpaduan antara logika, hati dan hakikat ibadah kita sebagai hamba Allah. Banyak orang salah memilih sebenarnya bukan karena ia tidak bisa memilih dengan tepat, tapi kebanyakan karena ia tidak mampu menyeimbangkan resep kehidupan tersebut dengan porsi dan takaran yang tepat dan seimbang.

Antara Perasaan, Logika Dan Hati Yang Bersih

“Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” Yunus : 36

Perasaan adalah hal yang paling menjebak dalam sebuah gejolak cinta. Karena dari mata ia akan turun ke hati itulah bahasa populernya. Karena mitos tentang cinta itu buta tidak mesti ada jika kita mampu mengelola perasaan kita untuk tidak terlalu membuncah sebelum saatnya. Perasaanlah yang melahirkan rindu, resah, gundah, gelisah, egoisme dan sejuta hasrat yang mematikan nurani. Terlalu banyak mempercayakan keputusan cinta kita pada perasaan hanya akan membuat kita menjadi orang yang lemah. Berapa banyak kasus patah hati, putus asa, hilang semangat hidup, dendam hingga bunuh diri disebabkan cinta yang tak kesampaian. Semua itu bisa terjadi karena eksistensi perasaan terlalu mendominasi di dalam diri kita. Inilah mengapa banyak orang mengatakan cinta itu buta, ya…benar! Cinta itu buta karena kita telah membutakan hati nurani kita dengan perasaan yang terlanjur kita penjarakan diatas hawa nafsu kita sendiri.

Logika adalah sisi lain yang menemani langkah fitrah perasaan, ibarat kita sedang naik sebuah kendaraan. Perasaan adalah gas penambah kecepatan kendaraan kita maka logika akan bekerja sebagai remnya. Dengan adanya logika kita jadi bisa berpikir panjang tentang semua efek dan kemungkinan yang baik ataupun yang buruk tentang pilihan hidup kita. Dari logika lahir pertimbangan, analisa, perencanaan hingga kehati – hatian.

Setelah perasaan dan logika maka kita perlu mesin penggerak jiwa yang lain. Dialah hati kita. Perasaan lahir karena sentuhan hati begitu juga logika yang berprasangka baik lahir karena hati yang jauh dari penyakit. Pastikanlah sebelum kita membuka perasaan kita, sebelum kita mengejewantah dalam setiap pertimbangan cinta kita, pastikan bahwa hati kita dalam posisi yang bersih dan netral. Tidak berpihak pada pengharapan untuk memiliki, tidak juga skeptis dan merasa tidak layak untuk memiliki. Perasaan dan logika ibarat dua sisi timbangan, maka hati adalah tiang penyeimbangnya. Jika ia sedikit bergeser ke kanan, maka sisi kiri akan terasa lebih berat begitu juga sebaliknya.

“Sesungguhnya janji Allah itu benar” Al Mu’min : 77

Keutamaan hati

Suatu ketika Lukman Al Hakim yang sedang menyembelih seekor kambing di datangi anaknya dan bertanya mana bagian manusia yang paling baik. Lukman Al Hakim mengambil bagian hati dari kambing tersebut dan menunjukkannya kepada anaknya. Begitu juga ketika anaknya menanyakan bagian terburuk dari manusia, Lukman Al Hakim tetap menunjukkan hati dari kambing tersebut. Begitu vital kontribusi hati dalam mempengaruhi seseorang adalah suatu hal yang tidak bisa kita bohongi.

Baik atau buruknya sebuah perasaan dan logika semua kembali kepada kualitas hati kita. Jika hati kita kotor dan penuh maksiat maka itupun akan mempengaruhi bentuk apresiasi perasaan dan pikiran kita. Pertanyaannya adalah bagaimana cara memiliki hati yang bersih dan kuat dari cobaan yang mampu mengotori kemurniannya?.

Ibarat tubuh yang membutuhkan energi dari makanan seperti nasi, sayur mayur dan lauk pauk lainnya. Maka begitupun hati membutuhkan input energi. Hati juga membutuhkan makanan agar ia tidak sakit apalagi mati. Kualitas hati manusia itu terbagi menjadi tiga jenis, pertama adalah hati yang mati, kedua adalah hati yang sakit dan ketiga adalah hati yang sehat.

Kata Rasulullah SAW hati itu seperti besi, jika ia tidak dirawat ia akan berkarat lalu kropos dan mudah hancur dan patah, lalu mati tak berguna. Hati yang mati adalah hati yang sudah tidak bisa lagi menerima nasehat kebaikan. Ia sudah disesatkan oleh dominasi nafsunya yang terdorong oleh nilai nilai yang jauh dari semua nasehat kebaikan. Pintu pencerahannya sudah ditutup dari semua bentuk hidayah Allah. Ia sudah tersesat karena kebodohannya sendiri.

Hati kita menjadi mati karena kita begitu sering mendustakan kebenaran Allah Swt. Kemaksiatan yang lahir dari sikap menyepelekan tuntunan hidup Allah Swt telah membuat hati menjadi sakit lalu mati karena tertutup oleh tumpukan noda hitam yang lahir karena maksiat demi maksiat yang kita lakukan. Mencintai sesuatu atau seseorang lebih daripada Allah Swt merupakan salah satu maksiat yang membutakan hati kita dari cahaya hidayah Allah. Apalagi kalau maksiat itu telah berubah menjadi sebuah rutinitas dan kebutuhan yang akhirnya telah membiasakan kita menjadikan itu bagian dari keseharian hidup kita, hingga tak ada lagi rasa bersalah dan takut kepada Allah Swt, maka percayalah kalian tidak akan pernah menemukan jejak cinta sejati dengan keputusan yang berasal dari hati yang mati seperti ini.

hatimu butuh nyali dan seni

hatimu butuh nyali dan seni

Ikhtiar dari sebuah misteri keputusan cinta

“tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” Al Baqoroh : 216

Maka begitu juga ketika kita ingin mendapatkan kisah cinta terbaik dalam diri hidup ini, kita harus sadar tidak ada rasa cinta terbaik selain sentuhan cinta Allah kepada hidup kita. bahwa kita berikhtiar ingin mendapatkan yang terbaik bagi diri kita adalah hal yang sangat dibolehkan. Namun ketahuilah bahwa yang terbaik menurut kita belum tentu baik menurut Allah begitu juga sebaliknya. Beginilah akhirnya titik akhir perenungan dari usaha penyeimbangan perasaan, logika dan kebersihan hati akhirnya tetap berujung pada mulianya keridhoan Allah terhadap perjalanan cinta kita.

Menggapai keridhoan Allah, itulah akhir rahasia yang harus kita ketahui. Keridhoan Allah terhadap keputusan cinta kita akan menuai berkah. Berkah Allah tidak diukur dari materi semata, tapi juga kemampuan mengelola keluarga dalam proses pencocokan dua perbedaan manusia. Keberkahan adalah ikhtiar jiwa yang penuh keikhlasan baik di saat saat suka ataupun di saat duka. Keberkahan adalah energi bagi ruh dikala lemah, karena keberkahan adalah rasa syukur yang akan menghiburnya untuk tabah dan tegar diantara dinamika badai kehidupan. Keberkahan adalah persepsi dari pondasi ketakwaan. Karena dalam kondisi apapun hatinya akan lapang, dalam situasi segenting apapun jiwanya akan tetap tenang dan yakin akan pertolongan Allah. Keberkahan adalah kemampuan mengelola perbedaan menjadi kekuatan, dan menata kekurangan menjadi motivasi. Itulah makna berkah Allah yang paling hakiki, ia bukan materi atau hasrat duniawi yang membuta. Tapi dia adalah energi yang selalu membuat kita makin dekat dengan Allah dalam kondisi selonggar apapun atau bahkan sesulit apapun.

Inilah inti dari seni mengambil keputusan itu, inilah corong untuk melihat kesuksesan cinta itu. Beginilah semestinya cinta itu di tumbuhkan oleh kematangan analisa dan konsep hidup yang jelas. Ia tidak sekedar bicara tentang memilih, mengungkapkan dan meminang. Tapi cinta juga mempunyai hakikat yang paling mendasar harus dipahami oleh para pecinta yaitu memberi. Hakikat percintaan yang utama adalah memberi, bukan meminta apalagi menuntut. Memberi apa yang bisa kita berikan kepada orang yang kita cintai adalah ibadah. Dan itulah hakikinya sebuah pembuktian cinta yang di dalam bersemai ruang ibadah yang mulia. Karena itu orang orang yang ingin mendapatkan kenikmatan cinta terbaik iya harus tahu bagaimana seni memberikan cinta kepada orang yang saling mencintai bersama kita.

Vitalitas dan konsekuensi

“Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat” Al Baqoroh : 45

Memberikan cinta terbaik harus dengan vitalitas terbaik. Karena itu dia tidak sembarangan. Semua itu memerlukan analisa akurat. Karena pertemuan cinta adalah kebahagiaan tapi dia bisa jadi masalah yang menyesakkan hati karena kita sedang memaksakan sebuah momen bukan menunggu momen yang tepat. Akhirnya yang kita temukan hanyalah perasaan yang rapuh, hati galau, pikiran yang gundah, air mata yang menyakitkan dan hati yang patah. Karena resiko ketergesa – gesaan adalah terpeleset dan jatuh. karena itu hati – hatilah.

Selain itu juga, hari ini ada begitu banyak wanita terenggut harga dirinya, melakukan seks bebas entah dalam kondisi terpaksa atau suka sama suka. Akhirnya semua bermuara pada penyesalan, penyesalan melahirkan rasa bersalah, dari rasa bersalah ada dua kemungkinan lagi yang lahir. Yang satu ia akan kapok dan menjaga diri untuk bertaubat atau ia justru makin larut dalam kehidupan bebas yang menyedihkan itu. Tidak sedikit memilih mencari ketenangan dan perhatian dengan jatuh ke pelukan demi pelukan laki – laki yang tidak jelas tanggung jawabnya. Tidak sedikit wanita yang terlanjur menjalani kehidupan prostitusi dengan alasan terlanjur basah. Kenistaan peradaban yang awalnya hanya dimulai karena masalah keputusan.

Maka sebelum kau memutuskan kondisikan semua perasaan, logika dan kebersihan hatimu pada titik cinta tertinggi menembus khasanah sidratul muntaha. Arahkan semua mata hati untuk melihat dengan jeli, jika kau tak sanggup maka mintalah malam malam menemanimu dengan sejuknya sentuhan wudhu dan heningnya sayup sayup syair kehidupan ketika kau bercumbu dengan Penciptamu di sepertiga malam yang sunyi. Karena di sana ada petunjuk vitalitas yang akan menuntunmu dari sikap ketergesa – gesaan. Disana ada kekuatan yang menjaga jiwa kita dari lelahnya melawan egosentris kedagingan yang setiap orang memilikinya.

Pastikanlah bahwa kondisi perasaan, logika dan hati kita dalam posisi yang sabar dan tenang. Tenang dalam keadaan berbunga bunga yang tidak berlebihan dan tidak juga dalam keadaan pesimis yang menyedihkan. Pastikan bahwa kita siap dengan semua resiko, siap melihat malam berarti anda harus siap melihat siang, siap melihat bulan berarti anda juga siap melihat mentari. Karena itulah hidup berputar seperti roda, seperti permainan rollercoaster, kadang kita diatas kadang kita dibawah, kadang semua sesuai harapan kita, kadang tidak juga. Karena apa? Karena garis hidup kita sudah ada yang menulis. siap menerima berarti siap ditolak. Siap menikmati kelebihan berarti siap juga mensyukuri kekurangan. Siap berharap berarti siap untuk untuk tidak diharapkan. Siap untuk menikahi istri seperti Khadijah ra berarti kita harus siap menjadi seperti Nabi Muhammad SAW. Pertimbangkanlah dalam kondisi hati yang bersih, perasaan yang tenang, logika yang sehat dan niat yang lurus.

Jangan biarkan nafsu kita memimpin kita untuk memilih sebuah momen pemberian cinta. Karena yang ada di sana hanya penyesalan pada akhirnya atau hanya kebahagiaan sesaat. Namun jika kita berhasil memenangkan pertempuran jiwa ini dan memilih karena kemuliaan ibadah. Niscaya waktu akan memperlihatkan pada kita apa itu kecantikan yang tak pernah keriput dan menua bahkan takkan pernah mati mengiringi umur bumi.

Kejelian sikap kita adalah hal yang menentukan, namun ketergesa – gesaan hanya akan membawa kita pada keterpurukan dan kenikmatan yang singkat. Karena itu bersabarlah..jangan menangkan hawa nafsumu..libatkan Allah, biarkan Dia yang menentukan yang terbaik bagi kita. Itupun jika memang kita percaya kepada vitalitas cinta, karena itu hanya datang dari keridhoan Allah, karena hanya Dialah sebaik baik cinta itu bisa kita dapatkan.

Bagaimana bukti kedahsyatan? Pada saat itu kau tak menemukan satupun penyesalan dalam jiwa ketika kau memberikan cintamu pada mahligai kepribadian yang telah di pilih Allah untuk memimpin atau menemani sejarah hidupmu yang selanjutnya. Bahkan ketika kau mengetahui satu persatu tabir kekurangannya yang terbuka di hadapanmu..semua itu menjadi suatu kesempurnaan dirinya di hadapanmu. Kau akan memandang itu sebagai sebuah ladang amal kehidupan, sebuah peta yang mencerahkanmu akan jalan menuju cinta yang abadi. Kenapa kau bisa sebijak itu? Karena kisah cintamu dipenuhi keridhoan dan menuai berkah kehidupan ilahi. Selamat mengambil keputusan semoga kita tidak salah dalam memaknai momentum kehidupan itu. Percayalah kita mungkin paling tahu apa yang kita mau, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan. Maka keputusannya tetap ditangan anda begitu pula dengan semua resikonya.

“Maka berpegang teguhlah engkau pada (Dien) yang telah di wahyukan padamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus” As Zukhruf : 43

nb: lanjutan dari artikel “Buka Dulu Topengmu”

masih dikutip dari : http://www.thufailalghifari.multiply.com

Read Full Post »

BUKA DULU TOPENGMU

Seribu Satu Topeng Kehidupan

Seribu Satu Topeng Kehidupan

‘Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa – apa yang di ingini, yaitu: wanita – wanita, anak – anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah sisi kesenangan di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik(surga)’

Ali Imran : 14.

Bicara soal cinta memang mengasyikkan dan tidak ada matinya.  Bahkan tidak sedikit manusia melupakan semua hal dalam hidupnya demi satu hal yang mereka sebut cinta. Ada yang tidak bisa tidur, ada yang melamun melampiaskan perasaan dalam khayalan dan pengembaraan gundah gulana tak berkesudahan, lalu mabuk kepayang seakan terbang kelangit ketujuh ketika mengingat si buah cinta yang diidam idamkan, dan yang lebih parah lagi ada yang sampai bunuh diri gara – gara harapan cintanya pupus di tengah jalan ‘ketabrak mobil bermerek bukan jodoh’..waduh repot deh kalau sudah begini.

Banyak dari kita yang masih sulit memahami bahwa di dunia ini, realita tidak bisa kita samakan dengan cerita cinta di dongeng beauty and the beast, Cinderella, putri salju dan tujuh kurcacinya atau sinetron – sinetron kebanyakan. Get real aja…hari geneee masih ketipu? Kasihan deh kamu. Karena itu berhati – hatilah sebelum kamu memutuskan untuk menjatuhkan hati dan melepaskan perasaan cintamu pada seseorang. Karena kalau salah orang..wah bisa gawat tuh! Takutnya cinta hanyalah sebuah topeng untuk memanfaatkan atas kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan arti cinta itu sendiri. Maka jagalah diri kita dengan kehati – hatian yang sangat dalam sebelum kita  memutuskan untuk mencintai seseorang. Karena sudah banyak orang ketipu dengan yang namanya cinta, hanya karena mereka sering salah membedakan antara cinta sejati dan hawa nafsu yang membutakan mata hati kita.

Apalagi kalau cintanya cuma hanya dilihat dari kekaguman fisik semata. Cinta sejati tidak bisa diukur dari kecantikan fisik semata. Walau memang Rasululllah Saw, cowok paling keren sejagat raya itu tidak melarang kita untuk mencari belahan jiwa kita berdasarkan kecantikannya, tapi kita harus tahu juga kecantikan fisik tidak abadi. Semua itu akan keriput, bertambah tua dan kembali menjadi tanah. Bahkan ada banyak hal lain yang harus kita pertimbangkan jika kita ingin mengukur kedalam cinta dari kekaguman fisik semata. Cinta sejati itu penuh ketulusan, pengorbanan dan kesetiaan. karena itu berhati – hatilah sebelum kita memilih orang yang kita anggap mampu menemani hidup kita dengan cinta hingga kematian memisahkannya.

Banyak kasus cinta yang hancur terjadi karena kebanyakan orang hanya memilih belahan jiwanya karena kecantikan fisik semata. Akhirnya ketika sudah berjalan, Cinta hanya dipenuhi nafsu semata. Rindu yang dirasakan bukan karena sebuah ketulusan cinta, tapi mempunyai misi tersembunyi meskipun dibibir  sering keluar kata sayang, I love you, I care about you dan lusinan lip service si kekasih hati. Tapi apa iya hanya dengan ukuran bibir sebuah ketulusan dan kesetiaan bisa dipertanggung jawabkan? Dan tidak sedikit juga kasus patah hati hingga gantung diri terjadi ketika komitmen cinta tidak lebih dari sebuah nafsu sudah menjadi membosankan, suasana ikatan cinta menjadi penuh kejenuhan akhirnya lahirlah ketidakcocokan, pertengkaran yang ujung – ujungnya paling ada yang minta dipulangin kerumah orang tua kayak syair sebuah lagu pop tempo dulu.

Sepakat atau tidak sepakat, fisik memang tidak abadi. Ia akan keriput, menua, mati dan membusuk di dalam tanah. Okelah kamu masih ngotot untuk mengejar cintamu yang paling cantik atau paling ganteng  sealam semesta menurut kamu. Sampai-sampai kamu bisa dibuatnya tidak bisa tidur karena terus menerus memikirkan si dia. Sekalipun tertidur kamu masih juga memimpikan si dia, bahkan bangun pagi yang pertama diingat adalah dia. Itu memang hak asasi kamu, masalahnyakan belum ada yang tahu apa dia juga suka sama kamu? Kasihan aja kalau nanti bertepuk sebelah tangan, alias berat sebelah, alias tidak ada pengaruh apa – apa atau dia malah cuek saja dengan semua perhatian kamu, atau yang lebih para dia justru tidak ada rasa apa – apa sama kamu. Pengen dapat cewek cantik? Kamu sudah seganteng apa sih untuk bisa dapat perhatian dia? Pengen dapat cowok ganteng? Kamu udah secantik apa sih untuk narik perhatian dia?.

Tapi Alhamdulillah kalau ternyata kalian sama – sama ganteng dan cantik, atau ternyata perjuangan anda tidak sia – sia alias si belahan jiwa  ternyata tertarik juga dengan kecantikan fisik anda. Jangan bangga dulu, masalah belum selesai sampai disitu. Coba bayangkan kalau ternyata waktu telah memudarkan ketampanan atau kecantikan anda? Masihkah kekasih anda mau menerima anda apa adanya?. Seiring waktu semua manusia pasti menua. Kulit – kulit mulai keriput, tulang mulai kropos, badan yang tegak mulai membungkuk, stamina yang kuat mulai melemah. Waktu perlahan – lahan akan mengambil semua kecantikan dan ketampanan fisik anda ataupun kekasih anda. Akankah kekasih anda mencintai anda ketika semua keindahan fisik anda mulai memudar?.

Apalagi di bumi Allah yang luas ini para wanita cantik dan pria tampan tak pernah habis, bibit – bibit baru bermunculan. Para ABG yang postur tubuh mungkin masih biasa saja akan terus terbentuk, lekukan – lekukan tubuhnya, keindahan fisiknya akan mulai terlihat seiring pendewasaan mereka. Apakah kita semua yakin bahwa orang yang kita cintai masih mau dengan kita ketika ternyata ada orang lain yang lebih baik dari kita muncul dan menggoda, apalagi kalau ternyata kekasih kita merasa masih sangat penuh percaya diri dan mampu untuk mendapatkan orang lain yang lebih baik dari kita untuk jadi kekasih barunya. Berapa banyak cerita perselingkuhan, perceraian hadir diantara kita. Mulai dari pedesaan hingga ke dunia selebritis karena hal – hal seperti itu.

Selain dari itu, banyak juga contoh hancurnya hubungan asmara yang hanya seumur jagung. Banyak juga disebabkan ketidakmampuan pasangan kita menerima kekurangan sisi – sisi fisik kita yang lain. Kadang tampilan luar begitu memikat. Rambut panjang seperti iklan – iklan shampo, kulit luar tampak halus seperti iklan iklan kecantikan yang betebaran.

Sayangnya cinta buka fatamorgana iklan atau utopia marketing dari setiap model model promosi kosmetik kecantikan yang betebaran di televisi. Coba bayangkan selain kasus penuaan fisik ternyata keindahan fisik kekasih kita harus hilang karena alasan lain, contohnya kecelakaan. Mau itu ketabrak mobil, motor, keserempet kereta api, jatuh dari ketinggian karena alasan tertentu, kesiram air atau minyak panas. Yang akhirnya menyebabkan kekasih anda harus cacat seumur hidup. Atau yang contoh lain yang lebih ringan ternyata ketika anda membuka satu persatu penutup auratnya entah karena anda hendak berzina atau memang karena malam itu malam pertama pernikahan anda ternyata badanya penuh tompel hitam, atau penuh penyakit kulit seperti kadas, kurap, gatal – gatal, kulit bersisik, kutilan, atau ada bekas jahitan operasi yang lumayan banyak dan besar di perutnya atau tempat yang lain…nah loh! Gmana tuh? Mampukah anda menerima dia apa adanya? Atau sebaliknya jika ternyata semua kekurangan diatas tadi ada pada diri anda? Beranikah anda terbuka pada kekasih anda? Yakinkah anda bahwa dia akan menerima anda apa adanya?

Maka begitulah cover buku banyak menipu kita. Tampilan luar tidak selalu mewakili isi sebenarnya. Seperti topeng yang menipu. Ia tidak menjadi lebih baik dengan kosmetik, tapi kosmetik hanyalah bentuk kekhawatiran akan rasa kehilangan sesuatu yang memang sudah fitrah pasti menua, keriput  dan makin menghilang mengiringi waktu. Maka akan berbeda jika anda mencintai seseorang karena kepribadiannya. Kepribadian tidak kenal menua, keriput bahkan mati. Kepribadian yang baik semakin tua maka dia akan semakin kaya pengalaman, semakin dewasa dan matang maka ia akan semakin mengagumkan.

Kepribadian bukanlah topeng, karena baik dan buruk seseorang adalah cermin dari kepribadiannya. Kepribadian yang buruk akan membuat suasana cinta makin membosankan. Namun kepribadian yang baik akan selalu memberi warna yang dinamis dalam sebuah perjalanan cinta. Karena tonggak cinta yang didirikannya bukanlah nafsu semata, tapi juga kemampuan untuk mengelola cinta diantara dinamika perbedaan. Karena ketika kita mencintai saat itu pula kita harus siap menerima belahan jiwa kita seutuhnya baik kelebihan ataupun kekurangan dirinya. Bisa jadi fisiknya indah, tapi bukan berarti ia tidak memiliki kekurangan dari sisi yang lain, entah itu sikap dan karakter yang belum kita kenal sebelumnya dan masih disembunyikannya. Kemampuan untuk menerima kekurangan belahan jiwa kita hanya bisa dilakukan oleh orang – orang yang dewasa dalam memahami cinta. Dan bicara tentang kedewasaan tidak bisa diukur oleh umur apalagi keindahan fisik. Tapi ia juga adalah cara berpikir yang baik dan kejernihan hati yang bersih dalam meniatkan kelahiran sebuah cinta yang tulus dalam perjalanan menuju sejarah yang sejati.

Cinta dan hawa nafsu selalu berada diantara sebuah garis tipis, yang kasat mata takkan mampu membedakannya. Kepribadian melahirkan komitmen dan pembuktian, namun keindahan fisik hanya habis pada kekaguman sempit yang berujung pada nafsu dan birahi yang membutakan akal sehat. Kepribadian tidak kenal tua dan keriput, tapi fisik akan habis ditelan waktu dan zaman yang tidak mengenal siaran ulang. Kepribadian yang baik akan selalu dikenang sekalipun jasad sudah kembali pada tanah, namun fisik yang telah mati akan terlupakan ketika ada keindahan fisik yang lain yang lebih baik atau ketika ia kembali ke dalam tanah tanpa meninggalkan sebuah kepribadian yang baik. Kepribadian yang baik tidak melihat kekurangan sebagai sesuatu yang buruk, tapi ia akan melihatnya sebagai sesuatu yang harus di isi, dikelola bahkan dimanfaatkan menjadi potensi yang baik. Kepribadian yang baik selalu mampu berdiri disetiap kekurangan kekasihnya, menjadi supporter yang melahirkan motivasi motivasi pembelajaran untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dalam sebuah perjalanan cinta. Namun fisik tanpa sebuah kepribadian yang baik akan menjadi membosankan ketika ia mulai tua dan keriput, ketika ia menjadi cacat dalam perjalanan cintanya. Fisik tidak pernah mampu mendewasakan kita. Karena fisik hanya hidup dalam kepuasan lahiriah, karena itulah keikhlasannya hanya bermuara pada area biologis.

Ketahuilah tidak semua kepuasan lahiriah mampu mencukupi dan memperkaya kepuasan batiniah. Namun semua keikhlasan batiniah adalah kekayaan terbaik yang menguasai segala aspek termasuk menuntun arah hasrat lahiriah untuk mengerti bahwa nafsu tanpa kepribadian yang baik, tak ubahnya seperti merendahkan manusia ke derajat hewani yang tak pernah diberikan akal dan budipekerti oleh Allah Swt.

Oleh karena itu jika anda adalah orang yang merindukan cinta yang sejati. Mencintai karena fisik bukan sebuah kesalahan mutlak, tapi mendefinisikan cinta semata karena sebuah kekaguman fisikal merupakan sebuah kebodohan yang harus diluruskan niatnya. Karena keindahan fisik hanyalah teman sejati dari mata yang telanjang. Mata yang hanya mampu menilai keindahan dari sampul – sampul luar sebuah pakaian kepribadian. Dan sampul hanyalah sebuah kosmetika yang tidak semuanya dibangun karena kualitas harga jual sebuah isi kelas tinggi. Maka begitulah keindahan fisik memang tidak akan pernah mampu menjelaskan kepadamu tentang apa yang terbaik bagi hidupmu. Karena keindahan fisik memang bukan sahabat dari nurani, karena cara ia memandang cinta memang berbeda.

Semoga dari situpulalah kita sepatutnya bisa sama – sama belajar, untuk tidak pernah mencurahkan semua perasaan gelisah dan gejolak hati kita untuk mencari kebahagiaan hidup hanya kepada keindahan fisik semata. Jangan pernah menggantungkan harapan cintamu pada paras dari lukisan yang diberikan oleh kasat matamu. Karena ia hanyalah bayangan semu dan terlalu lemah untuk mengalahkan waktu dan susunan alam yang pasti akan memuai keriput – keriput juga membuka banyak tabir kepalsuan. Karena keindahan fisik tidak pernah sempurna menyimpan kepercayaan kita. Karena keindahan fisik akan luntur perlahan – lahan ditelan getaran zaman. Getaran yang menjadi fitrah bagi setiap manusia.

Biarlah kedewasaan hati mengakomodir arah mata. Agar ruas harga dirinya terjaga dan tidak terjatuh dalam fatamorgana dan mimpi – mimpi yang membutakan kita pada kenyataan. Sekelebat kesalahan itu lewat. dan sedikit saja celah kita biarkan ia menghantui ruang – ruang kosong dalam hati kita. Maka sejak itu perangkapnya akan merubah fitrah menjadi nestapa dan penyesalan. Maka sejak saat itu percayalah keindahan fisik tidak akan pernah mampu menjelaskan kepada kita tentang nurani dan iblis yang berkecamuk di dalam jiwa kita yang penuh dengan keterbatasan.

Sembunyikanlah gundahmu, lukamu atau kisah yang mungkin pernah membuat engkau mengharapkan atau menyimpan foto – foto dan kisah – kisah kemesraan itu, mengoleksi sejarah dan mengkhawatirkan keberadaannya dibalik setiap lapisan waktu yang tak pernah berhenti berdetak. Lalu setelah itu akalmu-pun akan ikut mati dalam jarak simetri di antara ruang – ruang duka dan suka. Kau coba merubah semua kedalam pilihan yang kedua. Untuk membangun setetes harapan dan mimpi akan kebahagiaan. Walau kau coba berkali – kali memastikan tanda tanya. Mencari jawaban yang sebenarnya kau sudah mengetahui jawabannya. Namun mau berapa kali lagi kita biarkan diri kita tertipu, ketika setiap haluan definisi kebahagiaan itu harus berakhir dari nasehat bisu kekaguman fisik semata. Lalu kita biarkan diri kita terseret ke dalam harapan dari oasis di antara sahara hidup yang membuatmu seakan melihat kesegaran dan nafas yang penuh kenyamanan.

Ingatlah, cinta sejati selalu dijaga bersama sang ksatria waktu dalam medan perang yang penuh kesabaran dan pengertian panjang. Yang keseluruhannya menimbulkan energi pembelajaran untuk menjadi lebih baik dengan kedewasaan. Dan itulah hal yang tidak mampu di jelaskan oleh cinta yang dilahirkan oleh keindahan fisik semata. Ia hanyalah sebuah kebisuan. Ketika engkau bertanya tentang kekuranganmu, Ia tidak mampu jujur kepadamu tentang kekuranganmu yang perlu dikuatkan dalam dirimu. Ia hanya berdiam diri mengikuti bahasa tubuhmu. Mengikuti aura dirimu menemani senyum atau airmatamu hingga ia bosan padamu bahkan mungkin mencampakkan dirimu tanpa pernah mampu melahirkan nasehat yang mendewasakan.

Ia memang mampu menciptakan bara yang menerangi dimensi kesunyian hatimu dengan nostalgia Cinderella. Tapi kebahagiaan cinta baginya layaknya  lilin dalam gelap harapanmu, meneranginya sejenak sambil membakar dirinya sendiri. Hingga tak ada lagi harapan yang tersisa selain puing – puing sesal setelah tepian waktumu habis menjadi tua dan mati. Begitulah jamuan awalnya dimulai dengan tipu daya, praduga yang menitipkan asa pada sketsa wajah yang menghayutkan rasa sadar kita pada level dimana nalar terlanjur terjebak dalam samudera hati yang penuh dengan buaian semu syair – syair cinta yang episodenya dimulai dari hasrat kedagingan.

Lalu apa yang kau harapkan dari besi yang pasti akan tenggelam bersama karat lalu keropos tanpa identitas dan tak pernah mampu meninggalkan mutiara bagi pilar – pilar sejarah hidupmu. Begitulah kebodohan orang yang memulai cinta mereka karena keindahan fisik semata, Mereka hanya mampu menunjukan kepadamu refleksi keistimewaan dari plagiat ruang bisu lahiriah yang takkan pernah mampu bersandung abadi bersama waktu, dan takkan pernah mampu bertahan menembus zaman yang sarat dengan kesah dan peluh, apakah keindahan fisik bisa membuatmu menjadi orang yang tangguh?

Kepribadian yang baik tidak melihat cinta dari sampul luar saja. Sedangkan keindahan fisik selalu memulai cinta dari sana, dari pelataran yang penuh topeng dan jauh dari kerendahan hati. Tapi untuk kepribadian yang bersinar dalam kejujuran hati,  ia akan selalu bersemi dalam keikhlasan hidup yang bermuara dari samudera paradigma yang jauh lebih berharga dari harga sebuah sampul yang paling mahal didunia ini. Karena itu percayalah mencintai karena keindahan fisik bukanlah segala – galanya, tapi dari kepribadian yang baik kau bisa mendapatkan segala – galanya.

copas dari : http://www.thufailalghifari.multiply.com

Read Full Post »

Surga lebih indah dari SUNSET

Surga lebih indah dari SUNSET

Dalam tulisan Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya yang berkata, bahwa Rasulullah Sallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Jika Allah telah mengumpulkan seluruh manusia, maka penyeru memanggil, ‘Dimana gerangan orang-orang yang sabar ?’ Kemudian sekelompok orang berdiri dan ternyata mereka tidak banyak lalu berangkat dengan segera ke surge. Dalam perjalanannya, mereka berpapasan dengan para Malaikat  yangbertanya:’Sesungguhnya kami lihat kalian buru-buru ke surga, siapa kalian sebenarnya ?’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah orang-orang yang mempunyai kelebihan.’ Para Malaikat bertanya,’Apa kelebihan kalian?’. Mereka menjawab,’Dulu jika kami ditindas, maka kami bersabar, jika kami diperlakukan buruk, kami memaafkan. Jika kami dijelek-jelekkan maka kami bermurah hati.’ Kemudian dikatakan kepada mereka, ‘Masuklah kalian ke dalam surge, dan itu adalah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang mengerjakan amal shalih”

Read Full Post »

Apa Doamu hari ini ??

prayer !!

prayer !!

Sering kita gigih dalam usaha namun minim dalam doa. Mungkin karena tak semua doa terjawab dalam singkat, dekat dan nyata pada akhirnya membuat kita lalai bahkan tak jarang mengesampingkannya. Sejatinya, doa bukan saja kebutuhan melainkan fitrah. Artinya, ia tak dapat terpisahkan dari aktivitas. Doa merupakan pengakuan akan kelemahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan. Tiga sifat khas dari tiap-tiap mahluk yang ada di dunia ini.

“Dan Tuhanmu berfirman,’Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ (TQS. Ghafir:60)

Anehnya, dalam kelemahan dan kekurangan ini, kita masih saja egois. Keegoisan itu kadang kala tampak dari apa yang kita doakan. Terkategori egoislah kita jika isi kepala ini hanya seputar diri sendiri. Rasul mencela ke-egoisan seperti ini dari bagaimana seorang manusia bangun dipagi harinya.

“Siapa saja yang bangun di pagi hari dan tidak memikirkan urusan kaum Muslimin, maa dua tidak termasuk golongan mereka” (HR. ath-Thabrani)

Doa sering tak putus untuk memohon agar diluluskan di Universitas anu jurusan anu. Lain waktu kita banjir air mata untuk sebuah kekayaan yang kita khawatirkan habisnya. Jodoh yang tak kunjung kedatangannya. Atau lelaki idaman sejagat kampung, yang dengannya kita berharap segenap tenang dan kesenangan. Melulu berdoa tentang dunianya sendiri. “Aku….Aku… dan nasibku….”

Berpikir tentang keselematan diri sangatlah lumrah. Tidak salah memang.  Masih dari Ayat Allah yang Suci, ALLAH SWT berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”  (TQS. An-Naml:62)

Di lain kesempatan…….. ayo kita hitung, sebanyak apa kita mendoakan orang lain hari ini. Seberapa ingatkah kita pada seseorang belum makan sejak pagi atau kegelisahan yang menggelayuti anak-anak Afghanistan yang ayah dan kakak laki-lakinya tak kembali. Pernahkah terlintas di benak kita  nasib anak-anak yang bekerja sebagai kuli lem sepatu di salah satu industry? Mereka anak-anak yang berpotensi untuk mengalami gangguan paru dan pernafasan. Mereka yang seharusnya bermain namun harus  bersikeras mencari nafkah. Bagaimana pula dengan nasib yang menimpa muslimah di Prancis ? Sementara disini kita mubazir dengan aurat, mereka disana meregang gelisah dan penindasan dalam mempertahankan keimanan untuk berhijab. Atau kesulitan yang mendera para pengemban dakwah di negeri secular Turki ? Kita lebih suka lalai dan tak urung tertidur di dalam halqah, sementara sesama pejuang mungkin amat rindu untuk berkumpul ?

Berdoalah untuk keistiqomahan kita, dan jangan lupa doakan keistiqomahan rekan seiman. Bersyukur untuk perut kita yang kenyang dengan tak lepas mendoakan kecukupan orang-orang yang mungkin saja kini sedang kelaparan. Kita saksikan keluarga besar kita beranak-pinak dengan damai, maka doakanlah para ibu yang berniat menggugurkan kandungannya karena alasan ekonomi atau takut aib. Doakan gerak hatinya agar terjauh dari maksiat dan khianat kepada amanah yang Allah berikan.

Kamu punya teman ?

Seberapa sering kamu menyebutnya dalam doa ?

Mulai sekarang,…. Maka sempatkanlah berdoa untuknya.

Oleh : Dian F Hasibuan

Read Full Post »

My Accident: Sebelah Kiri

Dalam Al-Muwaththa’ disebutkan hadist dari Atha’ bin Yasar, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

”Jika seorang hamba menderita sakit, maka dikirm kepadanya dua malaikat. Allah berfirman kepada malaikat tersebut,’Lihatlah apa yang dikatakan orang tersebut kepada orang-orang yang mengunjungi!’Jika para pengunjungnya mendapatinya memuji Allah dan menyanjung-Nya maka kedua Malaikat tersebut mengangkatnya kepada Allah yang lebih tau akan hal yang demikian.Allah berfirman: ”Sesungguhnya hamba-Ku mempunyai hak atas diri-Ku, jika Aku mewafatkannya, maka aku memasukkannya ke dalam surga, dan jika Aku menyembuhkannya maka Aku mengganti untuknya daging yang lebih baik dari daging sebelumnya, darah yang lebih baik dari darah sebelumnya, dan Aku menghapus dari dosa-dosanya” (Diriwayatkan Malik)

——

——

Saya jarang sakit. Bisa dibilang kebugaran selalu menaungi saya sekalipun saya hanya sesekali saja olah raga. Saya bandel,.. uuhhhh, tapi Allah memang senang memanjakan saya. Sangat suka. Kadang dengan nikmat, tak jarang dengan sedikit ujian.

Ya, saya jarang sakit. Tapi Na’as tampaknya menjadi kejutan saya dua tahun belakangan ini. Na’as, begitu saya menyebutnya. Qada Allah menjatuh vonis kepada nasib seorang anak manusia bernama Dian F Hasibuan.

14 Juni 2009, menjelang kajian sore

Selesai juga ! Dengan pisau bedah pemikiran saya belum tajam-tajam amat, tulisan 4 lembar tentang Prita versus Omni akhirnya tuntas.”Wallahu’alam”. Demikian kata terakhir di bawah tulisan itu saya torehkan. Tinggal diperbanyak, dan saya siap naik ”podium”. Lawas dan saya punya 90 menit untuk memaparkan di tengah teman-teman yang Mabda’ i. Di tengah kawan-kawan yang menjadikan Dakwah sebagai garapan sebelum ajalnya. Subhanallah,.. Semoga Allah memuliakan wajah mereka.

Na’as bermula dari tulisan itu yang akan diperbanyak. Saya memutuskan untuk naik motor menuju tempat photo copy di Jalan Dokter Mansyur-Selayang. Di seberang jalan, saya melihat ada tempat photo copy yang tidak terlalu ramai. Saya putuskan untuk kesana. Motor kesayangan saya parkirkan, sedangkan saya akan segera menyeberang jalan. Saya pikir, tindakan saya memarkir motor lalu menyeberang dengan jalan kaki jauh lebih praktis ketimbang saya harus memutar mengitari jalan, apalagi melawan arus. Segalanya masih aman-aman saja. Bahkan saya sempat bertemu teman sejawat di tempat photo copy. Betapa baiknya dia, yang membiarkan saya mengambil antriannya dan mendahulukan tulisan saya ini.

” Makasih ya” Kata saya, seraya berpamitan.

Tiba-tiba ”BlaaaaaaaSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS !!!”

KREK !!!

Ada bunyi hempasan dan ”krek” tulang belulang. Entah itu tulang saya atau tulang moncong motor yang menabrak saya. Saya terbujur lemas. Semua berlangsung cepat. Terlalu cepat. Saya tak tau bagaimana hingga saya yang sebenarnya masih dipinggiran ditabrak begitu saja oleh pengendara motor yang menyetir berlawanan arus.

Saya lihat pengendara itu berseragam SMU tanpa helm. Seorang anak perempuan yang mungkin sedang begitu tergesa-gesa ingin segera melintas dengan berani melawan arah. Saya dengar sumpah serapah menghujaninnya. Tapi saya tidak terlalu peduli. Satu hal: Kenapa tangan dan kaki kiri saya sakit ketika digerakkan!

Tak banyak cingcong, saya minta dipanggil becak untuk mengantar saya ke kostan teman. Motor saya yang masih terparkir diseberang, saya titip kepada teman saya yang baik hati tadi.Taukah kalian apa rasanya ditabrak dan celaka ? Ini keempat kalinya saya accident di jalanan, dan perasaan yang saya alami masih sama : Shock ! Cepat ! Hitam !

Masih dengan tulisan ”Prita versus Omni”di tangan.Saya katakan kepada seorang kawan : ”Kak, Dian minta maaf, Dian titipkan kajian hari ini ke Kakak. Tolong ya Kak”

Dan saya pun…. Lunglai.

————à iNNalillahi wa innailaihi roji’un

Read Full Post »

MIMPI ITU…..

Cik Leyli      : “Dian mau tau salah satu obat dalam kehidupan ini ?

Aku                 :  ”Ya,Cik. Apa itu ?”

Cik Leyli      : ” Jika engkau bingung dengan apa yang terjadi maka tunggulah sejenak. Dan jika engkau bingung dengan seseorang dan cenderung tumbuh benci terhadapnya, maka ingatlah kelebihan-kelebihannya. Ingat budi baiknya. Mudah-mudahan Dian tidak jadi membencinya dan tumbuh rasa sayang”

BLUZZZZZZ  !!!!!!!

MasyaAllah….. !!! Astaghfirullah…. !!!

Mimpi…..

Saya sama sekali tak menyangka pada akhirnya mendapatkan mimpi model beginian. Bertemu dengan Cik Leyli, adik ibu saya alias tante, yang kini telah tiada. Beliau meninggal setahun lalu akibat penyakit Lupus, penyakit autoimun yang membuatnya kehilangan daya tahan tubuh.Yang mengharuskannya mengkonsumsi kortikosteroid sepanjang hidupnya. Membuat matanya cekung, tak tahan panas dan rona wajah menghitam berbentuk kupu-kupu.

Saya masih teringat dalam samar, di mimpi itu Cik jauh lebih bugar dan tampak semangat bercerita. Warna kerudungnya kuning bahkan bibirnya ikut kekuningan seperti lypstik keluaran terbaru. Ya Allah… semoga Allah berkenan memberi Cik kebaikan di alam sana. Mengampuni dosa dan menerima pahalanya selama di dunia.

————

————–

sleep

Tampaknya Allah sangat ingin bercanda dan bermesraan dengan saya. Ya, sangat ingin. Setelah puas menangis, dia memberi saya mimpi. Tak jarang, saya mendapat mimpi buruk dan kembali mengadu pada-Nya. DIA memang sangat ingin menunjukkan kehebatan-Nya dan berulang kali ingin membinasakan nafsu angkuh saya untuk dibenamkan ke Neraka.

Allah sedang pamer (Karena DIA lah raja!!). Duuhhh…. Senangnya merasakan Kehebatan-Nya. Aku ingin manja pada-Mu,Tuhanku…..:)

ALLAH.. ALLAH.. ALLAH…

ZZz… Zzz…

Read Full Post »

Older Posts »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!