Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘parenting’

 

Berikut ini merupakan rangkuman pengalaman saya dan keluarga. Memadukan program sekolah dan keasyikan bermain di rumah dengan menggunakan buku sekalian pengembangan literasi anak di rumah. Salah satu hikmah lainnya dari aksi literasi kali ini: saya jadi pengen bikin alat peraga sendiri, Hehe (ngirit!). Semoga berkenan.

Motivasi : Stimulasi literasi, kebiasaan, tingkah laku dan pengetahuan (sains, verbal, imajinasi, spiritual dan lainnya) di masa emasnya.

Tantangan :

Anak : Tergantung karakter Ananda dari masing-masing orangtua. Secara umum, anak balita sudah mampu diajak berbicara, bercerita, berekspresi (responsif), sesuai kemampuan yang dikategorikan berdasarkan jenjang umur.

Orang tua : Tidak memiliki kecakapan diri dalam menyelenggarakan konsep literat di rumah, atau lebih tepatnya belum menyiapkan diri secara maksimal. Ketidaksiapan ini akan berdampak pada penundaan, kurang peduli, bosan dan kurag atraktif.

Waktu : Memerlukan waktu khusus (tanpa selingan) minimal 15 menit per hari bagi orangtua dan anak untuk terlibat dalam aktivitas membaca dan membacakan buku. Sebaiknya kegiatan ini dilaksanakan secara merata. Baik ibu ke anak, ayah ke anak, anak ke ibu, akan ke ayah dan seterusnya.

Materi : Buku anak tampil dengan ragam variasi. Mulai dari yang murah, sedang, hingga relatif mahal. Buku cerita bergambar aneka warna, naskah cerita, dan bentuk-bentuk lain yang dimodifikasi.

Ilmu : Sudah mulai banyak dibuka ragam acara, cerita, dan figur dongeng dan pendongeng di kalangan pegiat literasi Indonesia. Mulai dari Program Membaca Lantang, Kampung Dongeng, dan kegiatan literasi di sekolah-sekolah. Hal ini menyiratkan pada kita bahwa kecakapan di bidang ini memiliki warna tersendiri bagi perkembangan anak dan generasi. Ortu perlu upgrade diri nih, untuk menularkan energi positif ini kepada anak.

 

solar1

Berbagi Pengalaman :

Nama : Sayfal’s Family

Anggota : Papih (31yo), Bunda(30yo), Maryam(5y10m), Hana (4y2m)

Komunitas terkait : Sekolah, pengajian, yayasan, rumah.

Materi dan Aksi : Buku yang dipersiapkan mengikuti atau dimodifikasi sesuai tema yang sedang berjalan di sekolah. Misal : Menghapal Juz Amma, Profesi, Kebersihan diri dan Berkebun lainnya. Lalu saya menyiapkan dengan mengumpulkan beberapa buku yang menunjang item yang sedang dijalani. Misal : Januari, Aneka Profesi. Pilih judul seputar profesi. Saya pilih 2 jenis profesi : Dokter dan Astonot.

Bukunya meliputi gambar berikut : (terlampir)

Bulan Januari ini saya mencoba salah satu kemasan literasi yang cukup mengasyikkan : kombinasi buku dan alat peraga. Paket “Discover Space” (Educational Tin Set) yang terdiri dari : buku referensi, poster grafis, alat peraga tata surya. Berhubung anak saya belum lancar membaca, buku paket berbahasa Inggrisnya memang berniat untuk dibacakan. Hehe. Isi buku meliputi pengetahuan jagat raya, galaksi, rasi bintang, bermacam planet, eksplorasi jagat raya, dan jenis lainnya. Dari sekian macam penjelasan, Maryam dan Hana menyukai formasi tata surya. Terkait nama, formasi, jumlah, bentuk, jarak (jauh-dekat), gerakan dan tak lupa pula, profesi yang mulia di belakang ilmu tersebut.

solar2

Adalah tugas orang tua untuk mengarahkan bahan ajar yang bersifat umum ini kepada penguatan basis aqidah islamyah. Bahwa semua benda angkasa, baik yang terlihat maupun yang tidak, dalam bumi maupun yang di luarnya, merupakan ciptaan Allah Yang Maha Tinggi. Sehingga kita dan keluarga, seyogianya merasa kecil diantara kemahaluasan Allah dan benda-benda ciptaan-Nya. Dan jangan lupa, untuk menanamkan cita-cita tinggi dan tertinggi. Profesi astronot yang bertaqwa, tinggi derajatnya di hadapan Allah Swt. Dan mewujudkan misi manusia diciptakan, yakni menjadi Khalifah di muka bumi. Wallahu’alam.

Profil buku penunjang : Discover Space/NPP Team/North Parade Publishing/2017

 

Iklan

Read Full Post »

Mario Bross, Sailor Moon, Dragon Ball. Ketiga kartun itu melintas di alam pikir seorang anak kecil bergigi kelinci. Dia membayangkan, alangkah enak bisa memainkan Mario melompat pada tombal Spica, Usagi berubah wujud, dan bola naga yang diperebutkan melalui mantra khame-khame. Saya pikir anak jaman now, terlepas mereka bermicin atau tidak, tidak kenal ya dengan Ikyusan. Kesemua tokoh itu adalah superstar cartoon di era 90-an.
“Diaaannn….. Panjatkan dulu melinjo kita. Mamak mau melodeh nanti siang”
Lalu si anak gigi kelinci itu meneropong pohon melinjo yang sejarak dengan pohon kelapa di sampingnya. Dia masih berjarak 7 menter dari si melinjo yang meranum. Pohon itu dijaga 4 ekor angsa, sepasang induk dengan dua anaknya. Mereka masih berenang-renang di kolam Lele Dumbo yang tak jauh pula darisana.
“Nanti Mamak kasikan kao main Mario Bross. Panjatkanlah dulu!”
Apa boleh buat, batin anak itu berkata. Dia pun berjalan menuju si melinjo tanpa beralas kaki. Sejenak lengang, lalu tiba-tiba….. Srooooot!! Sroootttt!!! Si induk angsa jantan menyosor kaki anak itu.

“Mamakkkkkk…. Mamaakkkkkkk…..” Anak itu tunggang langgang. Dan secepat kilat dia menaiki si melinjo sebagai tujuan sekaligus pelarian.
“Hehe… Bisa juga awak naek”, lega. Anak itu sudah bertengger di pohon melinjo yang lambai menjulang. Mematuhi ibunya demi sebuah hiburan yang dijanjikan, ‘medium rekreasi imajinasi’ pada masa itu.

HANA

 

20 Tahun kemudian…….
Pohon melinjo sudah ditebang, Angsa tak ada yang merawat, tinggal kolam Lele Dumbo yang ditumbuhi eceng gondok. Si pemanjat pohon melinjo bahkan sudah memiliki anak. Kini giliran dia, menemani anak-anaknya. Berusaha memahami anak-anaknya, akan letak definisi bahagia pada hari ini. Gawai bukan lagi benda mewah, semua orang punya, hanya beda tipe. Saking kepunyaannya orang-orang pada benda ini, sampai anak kecil pun bisa mengakses benda segala bisa tersebut. Kalau ingin nonton Sailor Moon, mereka tidak perlu menunggu hari minggu jam 8 pagi. Cukup memasukkan keyword, dan langsung bisa melihatnya kapanpun, dimanapun. Canggih ya!
.
.
.
.
“Maryam… Hana…. Hari ini kita mau kemana ya? Ke Jungle atau ke Kuntum?”, Ibu Gigi Kelinci itu berpura-pura meminta bersetujuan anak balitanya. Tanpa persetujuan pun, sebenarnya dia sudah mempertegas mereka akan kemana. Jadi, meminta tanggapan itu semacam alat komunikasi saja.

IYANG

Kuntum FarmVille, tak jauh dari Jalan Raya Tajur, Bogor…
Tiket masuknya, Rp.40.000/orang. Bukan main! Apa sih yang ada di dalam sana, mahalnya gini-gini amat. Hatinya bertanya-tanya. Kali ini, Si Ibu Gikel (Gigi Kelinci) ingin memperkenalkan dua anak perempuannnya dengan alam bebas.
“Heyy lihat…. Ada kelinci !!! “, jerit anak gempal, Hana namanya.
“Yes! It’s Rabbit… Where’s the carrot? Lets go!”, Maryam, kakak si gempal, senang sekali berbicara dalam Bahasa Inggris. Bu Gikel membelikan pakan kelinci seharga 5 ribu, yang dijaja di samping kandang kelinci. Ya sodara-sodara, tidak gratis ya tapi bayar!

“Cow…. Chicken…. Kambing…. Horse…. Fish… Rusa….” Dengan kepolosan, Maryam menyebut nama-nama binatang yang dilihatnya secara bergantian, dengan bahasa berlainan pula.
Perempuan itu menyapu sekeliling area rekreasi yang berdiri dengan nama “Kuntum FarmVille”. Area peternakan buatan, yang cukup luas. Ternak di kandang, tumbuhan dicagar, dan umbi-umbian yang ditanam rapi (yang malah terkesan kurang alami). Tempat itu dipugar di tengah-tengah perkotaan. Seolah orang-orang kota punya portal menghilangkan kepenatan. Maryam dan Hana, gembira sekali, tidak habis-habisnya mengeksplorasi. Mereka melupakan dunia gawai yang maya sejenak dalam pikiran mereka. Dan mereka happy ketika segalanya bisa disentuh, dengan sentuhan yang sebenar-benarnya.

.
.
.

BUNDA
Si Ibu Gikel berdiri menyender di pohon yang sedang berbuah. Tertulis jelas, dengan papan tegas, berjudul “Pohon Sukun”. Kepada suami dia berkata:
“Yaeyalahhhh pohon sukun! Siapa juga tahu ini pohon sukun”, dengan bibir monyong dia mentoel papan-nama itu. Sekonyong-konyong, ia meralat pernyataannya sendiri. Hemm, mungkin bagi aku semua ini biasa, sangat biasa…. Ini cuma permainan kampung, tumbuh-tumbuhan kampung, yang secara gratis bisa dinikmatinya setiap pulang kampung. Tapi bagi anak-anak masa kini, ini lebih dari cukup untuk disebut kemehawan. Mungkin inilah joyfull learning ala sekolah alam, yang kita sudah sama-sama tahu betapa mahalnya.
“Beda jaman…. Beda definisi gini ya Bang”, ucap Bu Gikel bersoloroh menuju pintu keluar Kuntum FarmVille. Rekreasi mewah masa kini, dengan melihat kesederhanaan di masa lampau. [] Alga Biru

 

Read Full Post »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang