Latest Entries »

Merabai kecemerlangan, pembelajaran dan….  lebih dari semua itu, saya merasakan kelemahan yang terdalam. Pengakuan yang tidak terbantah.

***

Medan, 10 Februari 2011…. Siap siaga, tangan ini memintal kata, otak bekerja dan hampir-hampir tidak ada jeda. File proposal kerja, bermuatan 20649 karakter baru selesai dirampungkan.

“B’ Isa, besok proposalnya kirim aja ke Burhan” SMS saya ke Ahmad Isa.

             Ahmad Isa, lelaki sederhana, yang menurut saya ada anomali di otaknya. Ehehe. Dia, dalam identifikasi saya, ialah jenis manusia yang cenderung mengaktifkan otak kanan (mungkin). Dia kidal, susah berhitung dan analisis yang ricuh. Kanvas kata-kata yang agaknya dia mengerti. Jangan suruh yang lain, tapi mintalah ia mengarang, niscaya ia menjadi pengarang dengan sebaik-baik karangan. The Cronicles of Draculesti, naskah setebal 100-an halaman A4, bisa ia selesaikan hanya dalam tempo 2 pekan ! Luar Biasaaa!

Burhan, kawan saya ini agak perlente perawakannya. Kami belum pernah bertemu muka. Tapi dari gelagatnya, kawan satu ini kerap menawarkan ‘egoistis’ (ngga mau ngalah) bin ngoyo, dan sempat membodoh-bodohi saya sebab dia mahir berbahasa asing (Inggris, Spanyol, Prancis, dan beberapa bahasa daerah… hehe). Saya tidak akan pernah tahan berkawan dengan orang ngoyo, kalau-kalau saja saya tidak ingat bahwa saya haruslah belajar apa saja dari siapa saja, tanpa pandang bulu. Burhan, memberikan pelajaran paling budiman kepada saya. Pelajaran tentang uang, budi pekerti berbisnis, dan sedikit strategi mencegah ketakutan batin dari kefakiran. Itulah sebab asal muasal, kenapa proposal kerja yang di dalamnya ada rancangan bisnis publishing (penerbitan), saya sarankan ke Isa untuk diberikan padanya saja. Share planning gitu deh….

“Kalian berani bayar saya berapa untuk ngurusin yang ginian” katanya.

Haha. Untung saja saya sudah dikit2 ngerti si Burhan. Wajar sih, dia kan biasa digaji pake dolar di Metrodata.

Dengan nada kolokan, saya bilang:

“Han, jangan lupa kacang sama kulitnya. Kamu kan dulu pernah ngerasain susah. Ni kita lagi susah, tega amat minta komisi. Udah deh, jangan ngaco”. Burhan sudah saya anggap guru. Saya harus lebih cerdas dari sang guru ini, saya pasang tekat. Demi mencegah sifat ngoyo-nya supaya tidak semakin merajalela. Ehehe.

***

Perut bumi berputar, spiral waktu tidak menoleh ke belakang, ia tidak bicara namun tidak pernah ia berhenti. Siapa saja yang meremehkan waktu, niscaya akan terpenggal. Bulan April mengintip, tanda-tanda DRise Publishing akan mengudara, kian menyembul. Apa gejalanya? Satu gejala yang paling signifikan: Modal sudah cair (hehee….). Banyak orang yang mengeluhkan modal dalam kali pertama mereka berwirausaha. Iyalah…. Jangankan berbisnis, kencing saja kita masih dikenai pajak (uang)!

Saya mengeluh…..

(Zakaria) berkata “Ya Tuhanku, Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku.” (Maryam: 4)

 

Maka selirih dengan Nabi Zakaria AS, saya memohon,”Ya Tuhanku, sungguh aku ini tak memiliki penghasilan dan lumbung uang. Dan seumur hidup, belum pernah aku kecewa dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhanku”.

Kun Fayakun! Mengalahi mantera, doa saya itu pun dikabulkan Tuhan Sekalian Alam, Allah ta’ala.

Maka di bulan April yang cerah, DRise Publishing, yang menjadikan The Cronicles of Draculesti sebagai karya perdana, dikirim ke percetakan. Hemm… yahhh mungkin resiko jadi orang yang belum berpengalaman, digiring kesana mau, digiring kesini okey. Buta dan tertatih dalam belajar, saya dan rekan sabar dalam segala rintang. Tidak mengelak dari realita, saya mengaku, sungguh banyak kebodohan saya dalam ini dan itu.

Tapi tak boleh menyerah! Tak, oh Tak!

Maka….

Mulailah diatur jadwal-jadwal promosi, cincai-cincai dengan Pak Adhi (Bos Drise Majalah) mulai dilakukan, cuap-cuap ke segenap negeri terus digalakkan. Tanpa rasa malu, saya tag iklan Draculesti sebanyak-banyaknya. Saya pikir, kenapa saya harus malu. Saya tidak memakan harta korupsi, saya tidak menganiaya siapa-siapa. Saya hari ini, sedang berusaha melayakkan diri untuk ditaburi rizqi dari Allah, bismillah.

(Bersambung……)

Nantikan kilas balik Skenario Allah ta’ala kepada DRise Publishing…… Romantis dan penuh lika-liku lohhh  ^_^

****

(Hemm… Untuk yang mau komplain perihal Draculesti dan Drise Publishing, stay tuned aja ya. Insyaallah ada penjelasan lebih lanjut. Ssttt,,,, entar ada hadiahnya juga loh)

CIPTAKANLAH KEBAHAGIAAN

Bangun, berjalan, meraba, merambat, naik, turun…. dan semua gerak manusia adalah demi sesuatu yang  tidak merahasia. Bahagia….. Kebahagiaan ialah cita-cita tertinggi manusia. Tidak ada yang melebihi hal itu. Sesuatu yang tidak mengantarkan padanya, niscaya tertolak. Menurut Daniel Gilbert, Professor bidang Psikologi dari Harvard University dan pengarang buku “Stumbling on Happiness”, ada dua jenis kebahagiaan yaitu: kebahagiaan alami dan kebahagiaan sintesis.

Kebahagiaan alami didapat secara spontan. Begitu thobi’i. Seperti “Eureka” Archimedes, yang otomatis dirasakan ketika mendapatkan apa yang diinginkan. Misal: seorang karyawan mendapatkan bonus berlipat di akhir bulan. Wah, siapa tidak senang. Contoh lain, siswa di sekolah mendapatkan nilai terbaik, yang bukan saja terbaik namun menjadi prestasi yang diberi sanjung puji. Sesuai namanya, bahagia yang alami bukan?

Masih berpijak pada pendapat Daniel Gilbert, kebahagiaan jenis kedua adalah kebahagiaan sintesis. Beliau mendefinisikan hal ini yaitu kebahagiaan yang didapat disebabkan seorang manusia memilih sendiri apa yang ia pikirkan agar merasakan rasa senang, yang berujung pada kebahagiaan itu sendiri. Berbeda dengan jenis sebelumnya, bahagia yang satu ini seolah-olah ‘kebahagiaan yang diundang’. Bahagia bukan lagi menjadi sesuatu yang datang, melainkan digiring, diminta dan dipancing kedatangannya. Sehingga, dengan cara ini, bahagia bisa dirasakan siapa saja dan dimana saja. Termasuk orang-orang yang secara kasat mata kurang bernasib baik. Ayo lihat contoh di lapangan. Bayangkan Anda sekarang terjebak macet. Deskripsikan dalam kepala Anda, mikrolet yang menyalib Anda secara tidak senonoh. Belum lagi ditambah asap kotor dari sepeda motor usang di samping mobil Anda. Sudah berjam-jam Anda terjebak macet, kekasih Anda sudah pasti ngomel-ngomel di ujung sana. Oh, betapa sesak rasanya dunia.

Dengan kebahagiaan sintesis, Anda mampu merubah paradigma. Bling! Anda menjadi begitu menikmati kemacetan. Caranya bervariasi. Anda bisa berpikir, “Nah ini kesempatan untuk menelpon kawan lama dan twitteran.”, Bahkan mungkin Anda terpikir untuk membeli jagung bakar yang sudah lama tidak Anda nikmati di hari biasa. Ya, hari ini luar biasa!! Anda mengundang persepsi-persepsi yang membuat apapun lebih indah dan bijaksana.

Kebahagiaan mana yang bertahan lama, apakah kebahagian yang alami atau sintesis? Ternyata, kebahagiaan sintetis bertahan lebih lama. Sedangkan kebahagian alami akan segera hilang seiring dengan berjalannya waktu. Contohnya, ketika mendapat kenaikan gaji Anda merasa senang dan bahagia, namun seiring berjalannya waktu kenaikan gaji itu akhirnya menjadi biasa..

Lalu bagaimana menyeret kebahagiaa yang permanen ini dalam dinamika pekerjaan? Tentu Anda tidak ingin bekerja seumur hidup dengan perasaan tertekan atau hambar. Banyak jalan menuju Roma, maka banyak cara untuk menciptakan kebahagiaan sintesis. Pertama, bekerjalah sesuai passion, gairah atau minat Anda. Bila Anda memilih pekerjaan sesuai passion Anda, itu tanda mencintai diri Anda. Kian hari Anda pun kian mencintai pekerjaan itu. Anda akan hanyut dalam pekerjaan itu. Anda menikmatinya dalam keadaan penuh tekanan sekalipun. Sebab Anda tahu, disanalah adrenalin Anda menemukan jodohnya. Pada titik selanjutkan, Anda akan menjadi seorang yang expert, seorang yang ahli. Anda diakui dan dapat diandalkan. Asyiknya lagi, roda pertambahan financial berbanding lurus lalu mempergemuk celengan Anda dari hari ke hari. Awalnya Anda memang mengundang bahagia itu untuk datang. Lama-kelamaan, ia sendiri yang mendatangi Anda. Seru, bukan?

Kedua, teruslah belajar untuk mengasah pikiran dan hati Anda. Bacalah buku-buku berkelas, ikuti berbagai training dan seminar
bermutu. Lalu, butir-butir kehidupan dari buku, seminar dan training tersebut Anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu belajar lagi, terapkan lagi, belajar lagi, terapkan lagi, begitu terus menerus…

Dan yang utama, pasrahkan hidup kepada Sang Pencipta, Allah ta’ala. Dzat yang semua berada dalam genggaman-Nya. Milikilah keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa tidak akan pernah menelantarkan kita. Dia mencintai kita. Dia pasti menjaga kita, selama kita patuh pada rel-Nya.

Kebahagiaan bukanlah pencapaian Anda akan sesuatu yang melulu berwujud materi. Materi tak ubahnya perangkat yang tak sebanding nilainya jika dikomperasikan kepada penghargaan Anda pada diri sendiri. Jangan mencari bahagia pada perangkat duniawi, sebab bahagia itu sebenarnya ada di hati Anda masing-masing. Anda tidak perlu susah-susah mencari, ia tinggal diaktifkan seperti obor yang dinyalakan orang kampung di malam hari. Itulah pula sebabnya bahagia sintesis lebih mujarab dan tahan lama. Sebab ia lahir dari tombol di hati Anda, bukan di luarnya.

Mulai hari ini mari kita ciptakan kebahagian di setiap lini, agar hidup kita selalu diselimuti bahagia yang kian berlimpah…

*****

Semua itu mengungkapkan kebingungan mematikan, yang tiada ketenangan dan kedamaian di dalamnya. Mengungkapkan keadaan jenuh yang telah mencapai titik terendah… Dijadikan dunia ini indah bagi mereka, lalu mereka berhenti pada batasnya, terantuk, tak mampu melampauinya, tak kuasa menembusnya<Sayyid Quthb>

****

Oleh: O*YE and friend

(Sejenis mahluk yang selamat dari badai)

Memaafkan~ (Tulisan bagus!)

Bila ada orang yang berbuat salah kepada Anda, apa respon Anda?Ada tiga respon yang mungkin muncul.

Pertama, Membalas.

Kedua, Tidak Membalas namun Tidak Memaafkan.

Dan respon yang ketiga adalah Tidak Membalas dan Memaafkan.

 

Bila Anda memilih jenis respon yang pertama maka Anda telah menambah satu orang yang sakit hati lagi di dunia ini.Membalas perlakuan orang lain mungkin akan mendatangkan kepuasan psikologis bagi Anda, namun ketahuilah kepuasaan itu hanya sesaat.

 

Bila Anda memilih jenis respon yang kedua, Tidak Membalas namun Tidak Memaafkan memang halitu tidak akan menyakiti orang lain akan tetapi menyakiti diri Anda sendiri. Kebahagian dan ketenangan hidup pun akan menjauh dari Anda. Bahkan menurut riset yang dilakukan oleh dokter di Amerika Serikat, keengganan Anda memaafkan orang lain akan menimbulkan banyak penyakit kepada Anda seperti pusing, sakit punggung, sakit leher, sakit perut, depresi, cemas, mudah sakit, dan sulit tidur.

 

Respon yang saya sarankan untuk Anda pilih adalah respon yang ketiga, Tidak Membalas dan Anda Memaafkan. Memaafkan bukan berarti melupakan kejadian itu, akan tetapi bermakna melepaskan masa lalu.

Agar Anda bersedia Tidak Membalas dan Anda Memaafkan kesalahan orang lain setidaknya ingatlah dua hal ini. Pertama, Anggap orang yang telah menyakiti dan berbuat salah kepada Anda adalah seorang dokter yang sedang memberikan imunisasi kepada Anda. Seorang yang diimunisasi boleh jadi meriang, panas dingin dan susah tidur. Namun hal itu hanya terjadi sesaat, setelah itu Anda telah memiliki modal yang membuat Anda tahan terhadap serangan penyakit, semakin kuat, kokoh dan hebat di masa datang.

Kedua, Ingatlah tak ada manusia yang sempurna. Ketika Anda bergaul dengan orang lain, fokuskanlah pada kelebihan dan kebaikan orang lain bukan fokus kepada kekurangan orang lain. Bila ada orang yang menyakiti Anda, bersegeralah Anda duduk kemudian catat semua kelebihan dan kebaikan yang dimiliki oleh orang itu.Bila Anda tak menemukan kebaikan pada orang tersebut, saya jadi sangsi jangan-jangan Andapun tak memiliki banyak kebaikan.

Sahabat, Bila Anda Memaafkan, bukan orang lain yang mendapat keuntungan, tetapi Andalah yang memperoleh keuntungan itu. :)

Salam SuksesMulia..

By : Ust Jamil Azzaini

 


TELAH  TERBIT! <THE CRONICLES OF DRACULESTI>

-FIKSI SEJARAH ISLAM IDEOLOGIS PERTAMA-

Sebuah serial epik fiksi sejarah yang berkisah tentang perang yang terjadi di abad pertengahan. Novel ini menggambarkan betapa agungnya penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad al Fatih; kekejaman Dracula terhadap prajurit Khilafah Islam; dan takdir yang mempertemukan keduanya dalam berbagai pertempuran. Dracula dan al Fatih tumbuh bersama, namun menempuh jalan  yang berbeda. Novel ini menggambarkan keagungan jihad dan futuhat kaum muslimin untuk menegakkan kalimatullah dan menghancurkan tirani yang mengangungkan umat manusia. Kemudian menebarkan kesejahteraan dan ilmu pengetahuan kepada dunia.

*****

Nahh……  Penasaran kan???? Hayooo Pesan dan Jadilah agen dari buku perdana DRISE Publishing:  ”The Cronicles of Draculesti” karya Sayf Muhammad Isa.

HARGA: Rp. 25.000 ajahhh!!

Persyaratan Agen:

  1. Amanah dan terpercaya
  2. Pola pemesanan

CASH : Pembelian 10-29exp diskon 20%

Pembelian 30-49exp diskon 30%

Pembelian >50exp diskon 40%

KREDIT

Pembelian secara kredit berlaku untuk pemesanan minimal 30exp dan 50%  biaya dibayar dimuka. Pembayaran berikutnya maksimal 3 minggu setelah barang sampai di tempat tujuan. Potongan diskon sama dengan pola pembayaran CASH di atas.

  1. Pembayaran dikirim via Rekening BCA a.n. Dian Fadilah Hasibuan 7865071647
  2. Wajib menyimpan slip bukti setoran ke rekening tujuan. Sebelum kemudian dikonfirmasi oleh DRISE Publishing. Hal ini semata untuk mencegah kesalahpahaman di lapangan.
  3. Ongkos kirim ditanggung pemesan.

AYOO…. SAATNYA LITERATUR ISLAM IDEOLOGIS BANGKIT !!!  BAROKAH!

Informasi dan Pemesanan: Dian (0898 2700 920)

Email: drise_publishing@gmail.com

Menyikapi Keterpurukan

**

Suatu ketika, ada seorang penceramah yang mengeluarkan selembar uang seratus ribu dari sakunya. Kemudian ia bertanya “Siapa di antara jamaah sekalian yang mau uang ini?” Langsung saja banyak yang mengacungkan tangan. Katanya lagi “Ya, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini,” Sahabat tersebut meremas uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yang kumal.

 

Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula; lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya “Siapa yang masih mau uang ini?” Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.

 

“Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini” Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya. Dia kemudian bertanya lagi “siapa yang masih mau?” Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.

 

***

Sahabat sekalian, hikmah berharga yang bisa kita petik dari peristiwa diatas adalah bahwa semua orang masih mau uang tersebut walau bentuknya sudah tidak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal, dan sebagainya. Karena nilainya tidak berkurang; tetap seratus ribu rupiah.

 

Sama seperti kita, Walau kita tengah jatuh (tertimpa tangga pula), tengah sakit, tengah merasakan kegagalan, sedang tak berdaya, terhimpit, dan merasa kecewa, atau dalam keadaan apapun, yakinlah kita -Insyaallah- TIDAK akan kehilangan NILAI kita. Jangan biarkan kekecewaan, kesedihan, keterpurukan, dan sakit hati, menghancurkan hidup, harapan dan cita-cita kita.

 

Sahabat, dalam keterpurukan, kita akan selalu tetap berharga, jika kita tetap menghargai diri kita sendiri. Orang lain akan tetap memandang kita bernilai manakala kita menganggap diri kita bernilai. Allah Swt. pun akan memandang kita bernilai, manakala kita tetap senantiasa berbaik sangka (khusnudzon), baik kepadaNya maupun kepada diri kita sendiri. You Are What You Think. []

Sang Lelaki Sejati

Siapa sih yang ngga suka sama lelaki tampan, wangi, kaya pula? Jangan bayangin Justin Bieber, dijamin masih kalah gaya. Lelaki itu bernama Mus’ab bin Umair. Sesuai namanya ‘umair’, artinya ‘seseorang yang baik’. Hidupnya berkecukupan dan sering ‘disuit-suitin’ alias digandrungi gadis-gadis di jaman Rasulullah dulu. Lelaki ini sangat istimewa. Bukan saja di masa hidupnya, tapi juga di akhir hayat. Simak ya!

 

PENYAYANG DAN SABAR

Mus’ab lelaki penyayang. Sifat itu tampak dalam rasa sayangnya pada ibunya. Cuma berhubung ibunya ngga suka Mus’ab masuk islam, ehh si ibu malah mogok makan. Mus’ab yang penyayang ini hanya berkata dengan lirih: “Wahai ibu, telah ananda sampaikan pada ibunda dan ananda merasa kasihn. Tapi andai nyawa ibu keluar satu persatu, niscaya ananda tidak akan keluar dari agama ini

DIPLOMAT ULUNG

Siapakah orang yang paling berjasa dalam mengembangkan cahaya islam di madinah? Orang itu adalah Mus’ab bin Umair. Pernah suatu kali Mus’ab didatangi pemuka kabilah sambil bawa tongkat (mau marah-marah). Nah,, bukannya lari, Mus’ab dengan tenang berkata:”Duduklah tuan, jika tuan suka dan mendapat kebaikan dari apa yang saya sampaikan maka ambillah, jika tidak maka tinggalkan

MULIA SAMPAI AKHIR HAYAT

Akhir hidup Mus’ab penuh kemuliaan. Perang uhud memperjumpakan Mus’ab dengan tuhannya dalam keadaan syahid. Mus’ab sang pemegang panji, tertebas tangan kanannya oleh musuh. Cukup sampai disitu? Tidak! Lalu Mus’ab berusaha mempertahankan panji tersebut dengan tangan kiri, lantas tangan itu pun tertebas pula. Ahh,… Mus’ab, teladan bagi jiwa pemberani. <Alga Biru>

Suatu kali Alga bikin jajak pendapat di status facebook Alga. Bunyinya gini: ”Siapa sih artis/tokoh/profil idola kamu? Apa hal paling ‘gila’ yang pernah kamu lakuin demi idola tersebut?”. Dalam beberapa menit status Alga dibanjiri dengan lusinan komentar. Ada yang ngakunya mantan fans Beyonce Knowlese. Buktinya? Semua lagu-lagu Beyonce hapal luar kepala. Mulai album bareng Destiny Child sampe solo karirnya Beyonce. Kebayang di benak saya suara seksi dan body Beyonce. Namanya juga penyayi barat sono, ya exploitasi suara, exploitasi aurat juga. Nahh, yang lucunya, ada yang ngaku demen abis sama Harry Potter. Walau Harry Potter tokoh fiktif belaka, terbukti menyihir banyak orang. Sampe ada yang  bela-belain tongkat imitasi ala Harry Potter karena pengen berbakat menyihir seperti keluarga Potter. Welehh!!

Kelakuan facebooker di akun saya belum seberapa kalo dibandingin sampe fans gila-gilaan yang bisa kita liat di situs super fans artis-artis. Taylor Lautner yang nimbrung peran di Twilight sempat dibuat kelimpungan penggemarnya saat syuting di Brazil. Ratusan fans menyerbu hotel tempatnya dan Kristen Stewart menginap. Ia harus bersembunyi di sebuah ruangan kecil selama 45 menit menunggu tim SWAT datang. Fans-nya Justin Bieber juga lucu. Saat Kim Kardashian memajang di twitter foto mesra dirinya dengan Bieber di sebuah pantai. Kontan fans Bieber kesal dan marah-marah. Wehhh, jadi ceritanya cemburu gitu loh. Masih banyak hal-hal aneh dari artis lainnya. Mulai dari menjambak, mencium bahkan rela ditiduri. Na’udzubillah.

Kalo dulu, tuhan-tuhan sesembahan bentuknya berupa batu, pohon, matahari serta hal lain yang dianggap tinggi dan super! Di era millenium ini, udah ngga jamannya lagi orang semedi di pohon atau bawa-bawa jimat. Sebagai gantinya jimat, ada foto artis di dompet, poster artis di dinding, model rambut mirip penyanyi, bahkan ngikutin tren seragam sekolah dibuka tiga kancing bajunya. Tingkah polah kaya gitu seolah jadi syari’at buat yang ngaku demen ama artis dan ngikutin tren. Oii, tobat neng!

Sebagai sesama remaja (beuuhh,….), Alga paham kalo yang namanya remaja dan fans mania ‘ingin dimengerti’. Ngga pengen diceramahin ini itu, pake ayat-ayat agama. Namanya juga udah demen, udah terlanjur suka. Gitu kali ya??? Iya… Iya… Alga mengerti. Yang Alga ngga ngerti dan ingin share disini, kenapa sukanya sama artis ? Belum tentu artis memberi faedah dan teladan yang baik buat kita. Kalau kita kenapa-kenapa atau ‘makin rusak’, rugiii dunia akhirat loh. Kalau mau mengidolakan seseorang, pilih yang membawa kebaikan.

Michael Hart dalam bukunya 100 tokoh paling berpengaruh, menjatuhkan Rasulullah SAW sebagai tokoh nomor wahid paling berpengaruh sedunia. Rasul ‘artis top’ sepanjang masa gitu loh. Mana sih dari diri Rasulullah yang cacat dan cela ? Sabar, tiada banding. Lemah lembut sekaligus tegas. Rasulullah itu panutan dalam kepemimpinan keluarga, bahkan memimpin negara. Perilaku Rasul dicontoh mulai bangun tidur sampe tidur lagi. Rasul memang telah tiada di jaman ini. Namun jejak-jejaknya bisa terus kita lacak dengan rajin mengkaji. So, daripada waktu dihabiskan untuk ngejar-ngejar artis, mending mengejar pesona rasul untuk dilekatkan ke diri kita. Dijamin bertabur pesona. Hap ! <Alga Biru>

 

 

*Tangga Kesuksesan*

TANGGA KESUKESAN

Tangga kesuksesan itu ngga panjang kok. Ini urutannya: gagal –>introspeksi –>bangkit lagi !

***

Berikut ini kiat-kiat bangkit dari kegagalan demi meraih kesuksesan:

Pertama, Cintai dirimu.

Huee…. Cinta diri? Narsis dong. Yee… sebenarnya sih ngga gitu-gitu amat. Maksud mencintai diri dalam hal ini adalah kita menghargai keberadaan diri. Terimalah diri kita, baik kelebihan maupun kekurangan. Siapa lagi yang bisa menghargai kita selain diri kita sendiri? Nah, darisanalah harapan akan terbit. Optimisme akan melahrikan kekuatan tiada banding.

Kedua, Aktualisasi kegagalan.

Gagal bukanlah aib. Orang yang gagal dalam banyak usaha untuk sukses adalah lebih baik ketimbang orang yang ngga pernah gagal karena takut mencoba. So, jangan minder karena pernah gagal. Pilihan ada di tangan kita: berjuang dan menang atau menyerah dan kalah.

Ketiga, Gagal untuk belajar.

Ya, Seperti yang udah disebutkan dalam point sebelumnya, bahwa kegagalan bukan aib. Kegagalan justru jadi ajang pembelajaran. Kita baru tahu manisnya perjuangan ketika ada ‘action’, bukan cuma konsep. Dari ‘action’ tadilah kita mendapat pelajaran mental, psikis dan spiritual. Dari aksi nyata, kita akan bercermin dan langkah berikutnya akan lebih mawas dan tampil memukau.

****

“….Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (TQS. An-Najm: 39)

******

<Alga Biru>

Ukhti, Don’t Give Up!

Jika hati sudah meleleh

Pikiran buntu tak temukan jalan

Maka tubuh pun seolah remuk tak berbentuk

******

Pernah ngga ngerasain pikiran mumet banget? Berasa di pundak ini memikul berkilo-kilo beban penderitaan. Penyebabnya macem-macem. Nilai jeblok, kehilangan sahabat sampai kisah diputusin kekasih hati. Di akhir tahun ajaran atau semester, korban ‘frustasi’ banyak menimpa kita-kita loh. Pas nilai ujian diumumkan dan ternyata tak sesuai harapan, ya ampyuuunnn…. Cilaka dua belas! Dunia serasa mau runtuh. Ada yang nangis-nangis, teriak-teriak sampai kejang-kejang. Kegagalan itu menyakitkan, kawan!

Hemmm…. Iyah, kegagalan memang menyakitkan. Sesak dan nusuk banget. Segala bentuk yang tidak kita suka, yang bikin puyeng dan berasa malu-maluin sering kita hindari. Salah satunya kegagalan. Ngomong-ngomong soal kegagalan, Alga jadi inget sama satu tokoh dunia, Abraham Lincoln. Selama bertahun-tahun dia harus berjuang untuk mengikuti puluhan kampanye pemilihan dan bangkit dari kegagalan. Tahun 1831, Lincoln mendera kebangkrutan bisnis. Setahun berikutnya, ia coba ikut pemilu. Ehh… gagal. Belum kapok juga, tahun 1834, Lincoln kembali mengadu nasib dalam pemilu. Tahu hasilnya? Gagal maneng, sodara-sodara! Huahaha…. Kegagalan demi kegagalan terus menuai dirinya di tahun-tahun berikutnya. Bukan hanya kalah pemilu, bahkan pada 1836 dia mengalami penyakit nervous breakdown akibat rasa sedih mendalam pasca kematian kekasih tercinta. Apakah Lincoln menyerah? Weits, pantang menyerah. Barulah pada tahun 1860 ia akhirnya berhasil menduduki jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat. Rasulullah SAW, sebagai teladan yang agung juga sosok yang sabar dalam segala dera. Dalam dakwahnya, berkali-kali rasul ditolak oleh para pemuka kabilah. Semua mencemooh dan termakan dengan hasutan para penghasut. Bahkan ketika rasul datang ke bani thaif untuk meminta nusroh (pertolongan), pemuka bani thaif malah menyuruh orang-orang bodoh dan anak-anak untuk melempari rasul layaknya orang gila yang masuk ke kampung orang. Masyaallah, tega bener tuh orang-orang. Meski sudah diperlakukan dengan sadis, ngga pernah rasul berputus asa. Orang-orang jahil tersebut malah didoakan supaya cepat sadar dan rasul bangkit dengan strategi berikutnya, walau hati rasul sempat sedih mendapat penolakan yang sedemikian rupa. Begitulah orang-orang besar. Mereka hidup dengan jiwa yang besar, tidak keok ditimpa ‘kegagalan’.

Sebenarnya kegagalan itu tidak perlu ditakuti. Angkatlah ia menjadi teman, sebab tidak ada orang yang bisa mengelak sepenuhnya dari kegagalan. Lalu, seperti apakah mengangkat kegagalan sebagai teman? (Baca teroossss ya…)

****

FAILURE QUOTIENT FOR UKHTI FILLAH

Failure Quotient ? Apaan tuh? Failure Quotient alias kecerdasan kegagalan adalah kemampuan seseorang dalam mengelola rasa takut, ketidaknyamanan, depresi akibat kegagalan yang menimpanya sehingga berubah menjadi energi positif yang membangkitkan. Kegagalan yang biasanya menjadi momok bagi banyak orang, secara ‘simsalabim’ bisa diubah menjadi semangat dengan menghadirkan failure questient dalam diri kita. Tangis berubah menjadi senyum. Energi negatif diubah menjadi energi positif (Duehh… berasa lagi belajar fisika nih, hehe). Woi, walaupun kita ini cewe-cewe yang identik dengan sisi melankolis…. tapi bukan berarti boleh cengeng. Apalagi berujung pada putus asa. Wehh… alamat sesat, sist!

Mereka menjawab,’Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa’. Ibrahim berkata,’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmad Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat’ (TQS. Al-Hijr: 55-56)

Hii… syerem euy. Kalo udah kena virus ‘putus asa’, dunia berasa gelap. Harapan-harapan bisa pupus. Wuss.. Lihat aja kasus bunuh diri yang menimpa kalangan remaja. Biasanya karena hilangnya harapan dan berharap pada mimpi kosong. Syaithan menggembosi kita untuk kalut dan ragu menghadapi hari esok. Maka mulailah kita berburuk sangka pada segala sesuatu. Nah, yang paling parah, kita berburuk sangka pada Allah ta’ala. Rasul SAW pernah bersabda sebelum wafatnya:

tidak boleh mati salah seorang diantara kalian kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah(HR. Muslim)

Dalam hadist qudsi juga disebutkan: ”Aku tergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku, apabila ia berprasangka baik kepada-Ku, maka kebaikan baginya. Dan bila berprasangka buruk kepada-Ku, maka keburukan baginya(HR. Ahmad)

Ukhti yang Alga sayangi, Masa sih kita buruk sangka pada Allah yang sudah demikian baik ? Semua udah DIA beri. Kehidupan, usia, rizqi dan buanyaaakk lagi. Nafas gratis, paru-paru gratis, ginjal gratis, coba kalo bayar?? Hehehe. Ayooo…. Jangan menyerah! Kita pasti bisa! Allah bersama kita, yup! < Alga Biru>

Ahlan wa Sahlan! (Bodoh itu Anugerah)

Yeah

Kebodohan telah mengantarkan saya ke Ma’had Abu Ubaidah. Maksudnya, kebodohan saya berbahasa asing, apalagi bahasa Arab, akhirnya memberikan alasan kuat untuk mendaftarkan diri di institusi tersebut. Saya memang payah dalam segala macam bahasa asing. Bahasa Inggris, Arab termasuk juga bahasa sunda. Suatu kali kawan saya yang asli sunda mengirim saya SMS berbahasa sunda. “Diihhh… tega amat !”. Eii… jangan salah, jelek-jelek gini saya menguasai tiga bahasa loh: bahasa indon, bahasa ibu dan bahasa tubuh. Hehe.

Maka pada hari yang hujan rintik, ahlan wa sahlan fi ma’had. Hari ini ada test, semacam test penempatan kelas. Saya duduk di kursi paling belakang, tenang. Saya ngga begitu semangat-semangat amat dengan test ini, sebab ‘buat apa?’, saya pikir. Ujung-ujungnya kayanya saya masuk tamhidi (kelas dasar), karena saya tau diri dengan kebodohan saya yang amat sangat ini.

Kebodohan saya bermula dari suatu majelis. Waktu itu guru spiritual saya berkunjung ke kampus. Sudah lama kami tidak ketemu. Dia adalah seorang perempuan lajang yang tidak punya latar belakang agama, sama seperti saya. Dia mulai ceritanya tentang rutinitas yang sekarang banyak ia habiskan di Mahad Abu Ubaidah. Dari gaya ngomong, guru saya ini banyak perkembangan kosa kata arabiyah. Lalu dia membacakan kalamullah lengkap dengan keindahan al-Qur’an ditinjau dari bahasa Arab. Begini dan begitu, saya terpesona. 80% isi pembicaraannya tentang bahasa Arab tidak saya mengerti. Akhirnya saya sadar akan satu hal : saya sungguh payah dalam masalah ini. Kenapa saya begini bodohnya? Kenapa tidak dari dulu saya pelajari bahasa Al-Qur’an itu. Dan kenapa saya tidak semudah orang-orang dalam memahami bahasa. Saya kecut, sedih hati, gundah, mengalirlah air mata saya. “Ya Allah, berikan saya kesempatan dan kemantapan niat untuk menyelami ayat cinta-Mu. Menyelami segala kekurangan dan kebodohan saya, menghirupnya sebagai kedigdayaan penghamban pada-Mu”.

Berapa banyak orang bodoh yang tidak mengetahui kebodohannya. Berapa banyak orang yang tidak bodoh yang acuh terhadap kebodohannya yang lain (sebab tidak ada yang Maha Pintar selain Allah saja). Lalu lebih banyak lagi orang yang tidak bodoh dan sombong atas dirinya.

Saya beruntung, kebodohan ini mampir. Saya bersyukur, hari-hari ini saya bercerita dan menertawakan kebodohan saya sendiri. Moga-moga kelak anak-anak saya bangga, bahwa ibunya adalah orang bodoh yang elegan di muka bumi ini. Yang tidak menyerah akibat kebodohan….. J

Hap ! Hamasah!

 

Footnote: Yihaaaaa…. Di Abu Ubaidah, saya ketemu ustadzah ‘anu’ setelah lama berpisah. Ya, ustadzah tempat saya privat bahasa Arab beberapa tahun lalu. Wuahh…. Ustadzah, saya rindu !!!

 

<Oleh: Alga Biru>

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.