Feeds:
Pos
Komentar

Penaklukan Persia

mujahideen-11

Takluknya Persia adalah sebuah perjalanan panjang keteguhan iman. Tidak akan berhasil kecuali pemimpin dan orang yang dipimpinnya memiliki visi yang panjang melampaui kemampuan mereka sendiri. Pasca kesedihan umat Islam lepas meninggalnya Baginda Rasul, tampuk kepempinan yang dilanjutkan oleh Abu Bakar, harus direpotkan sekelompok kaum murtad. Pada titik ini, tampaklah kemunafikan yang selama ini masih teredam oleh kharisma Rasulullah. Mereka membuat konspirasi kotor, yang tentu saja tidak dibiarkan begitu saja oleh Abu Bakar. Pasukan pun dibentuk, dimana terpilihlah Khalid bin Walid sebagai pemimpinnya. Target penciudakan adalah kaum murtadin, Khuwailid al Asdi, dari Bani Asad di Buzakhah dan Malik bin Nuwaira di Butah. Pasukan kedua, dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal yang menargetkan si murtad Musailamah Al Kadzab.

Setelah penaklukan ini, Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk bergerak kea rah Persia, yang kala itu berkuasa dinasti Sassanid. Tahun 663 M, Khalid bersama pasukannya berangkat menuju Irak. Pertempuran digelar, pihak kaum muslimin memperoleh kemenangan. Tidak tinggal diam, pukulan balasan digelar dengan gabungan tiga kekuatan besar  yaitu  tantara Romawi, Persia dan Arab Kristen di Firaz. Alhamdulillah, kekuatan Khalid tidak tertandingi. Guna merangkak Romawi, wilayah Ctesiphon berhasil takluk pula.

 

Berita duka menyelimuti kaum muslimin. Abu Bakar terlalu cepat dalam kepemimpinannya dan wafat pada 634 M. Kedudukan kepemimpinan setelahnya digantikan sahabatnya, Umar Bin Khattab. Sempat terjadi peperangan yang mengalami jatuh bangun dari kedua belah pihak dalam beberapa kurun waktu. Sampai terjadilah suatu peristiwa penentu yang menjadi kejatuhan Persia. Yasdagird III dengan ambisinya merebut kembali daerah-daerah yang sudah ditaklukkan umat Islam. Pasukan Heraklius yang menjadi sekutu Yasdagrid dibuat kocar kacir oleh strategi pertahanan Khalifah Umar. Perang Yarmuk pecah, dengan mengakomodasi kekuatan 6000 pasukan kaum muslim. Kekalahan di pihak kaum kafir pada perang tersebut tidak disia-siakan untuk terus membakar api jihad hingga merangsek menakluk Persia. Saad bin Abu Waqqash membersamai 10.000 mujahidin, dengan menempuh negosiasi damai terlebih dulu sebagai wujud dakwah. Jumlah pasukan Persia sendiri sangat fantastis, yakni 60.000. Artinya, enam kali lipat pasukan muslim. Proses dakwah kepada Islam ini memakan waktu tiga bulan. Tak lain, mengajak daerah yang akan ditaklukkan tersebut untuk menerima Islam secara damai.

Kejadian unik itu terjadi. Peremehan terhadap duta atau delegasi perang artinya pelecehan terhadap negara. Suatu kali delegasi kaum muslimin, yaitu Ashim bin Amir menghadap Yasdagrid III guna menyampaikan misi dakwahnya. Tanpa diduga, pemimpin kafir itu mengolok-olok sang negosiator dengan menyiramkan tanah ke atas kepalanya. Jawab retoris negosiator itu mencengangkan, “Awal yang baik ! Musuh telah menyerahkan wilayah teritorialnya secara sukarela kepada kita (pengibaratan tanah yang diserahkan ke kepalanya)”.

persia

Ketika situasi di Syria sudah berada di bawah kendali kaum Muslimin dan pasukan Romawi telah dikalahkan di medang perang Yarmuk oleh Khalid bin Walid, khalifah Umar memerintahkan agar segala negosiasi dengan Persia segera dihentikan. Ini sebagai sinyal terbuka kepada Persia, agar mereka bersiap-siap untuk perang. Peperangan berlangsung selama empat hari. Pada hari keempat, kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan Persia. Beberapa kali ada upaya untuk merebut kembali, namun kandas dalam kegagalan. Seluruh kawasan Irak pun dikuasi oleh Islam. Seiring waktu, masyarakat mulai mengenal keindahan hidup di bawah naungan Islam. Secara sukarela mereka pun berbondong-bondong memeluk agama langit ini. []

Iklan

Hidup sembarang hidup. Kita makan, minum, beraktivitas, berlari, tidur, dan merasakan segalanya berjalan normal. Kejadian yang berulang seringkali menghilangkan makna. Kita lupa bagaimana menakjubi kaki yang kuat, tangan yang lengkap, badan yang sehat. Jadi lain ceritanya di hadapan seorang manusia yang memiliki keistimewaan sekaligus keterbatasannya.

Al-Quran-Bicara-Tentang-Cara-Mendekatkan-Diri-Pada-Allah

Cerita ini sedikit berbelit. Seseorang yang terhubung dengan tali persaudaraan yang unik, kisah yang mengharukan, dan mengajak kita seharusnya lebih banyak bersyukur dibandingkan sebelumnya. Robert Davila ialah seorang yang memiliki keterbatasan fisik. Sejak kecil, ia lumpuh dari leher hingga kaki. Dia diayomi di rumah perawatan khusus di salah satu negara bagian Amerika. Tentu saja, dengan keterbatasan ini, tidak mudah baginya untuk melakukan berbagai hal. Baik kemandirian sederhana yang rutin, apalagi menerjang tantangan lainnya di dalam hidup.

Rumah khusus itu memiliki kegiatan positif guna membangun karakter para pasiennya. Kerap kali para pastor atau pemuka agama datang untuk memberikan ceramah, melakukan pelayanan dan menghibur mereka. Robert memiliki teman akrab selama tinggal disana. Suatu kali, sang teman bercerita bahwa sebentar lagi ia akan menjalani operasi khusus guna mendapatkan donor organ yang diperlukannya. Berharap operasi itu akan memberikan hidup yang lebih baik baginya. Nasib berkata lain, tatkala Robert mendapat kabar bahwa sang teman ternyata meninggal di meja operasi. Ia sangat sedih kehilangan teman yang paling berharga bagi dirinya. Sebagai bentuk empati keluarga duka, diberikanlah kalung salib kesayangan kepada Robert sebagai bagian dari peninggalannya sebelum menemui ajal. Kalung itu pun diterima Robert dengan haru, betapa ia merindukan pertemanan mereka.

Satu malam yang tak pernah terbayangkan olehnya. Ia bermimpi aneh yang bukan main. Di dalam mimpi itu, Robert berdiri tegak dengan kedua kakinya. Di samping kirinya ia melihat salib berdiri tegak. Sementara tak jauh dari tempatnya berdiri, tampak sekelompok orang sedang mengitari seorang pemimpin yang tampak penting. Seorang yang dikelilingi itu bercahaya terlindungi. Rasa penasaran membuat dirinya menghampiri dan bertanya siapakah lelaki itu. Dan lelaki itu memperkenalkan diri bernama Muhammad, seraya menunjuk ke arah Salib. Berkata : “Ketahuilah, salib itu hanyalah hamba. Dia tak patut untuk disembah”. Selepas perkataan itu, Robert terbangun dari mimpinya.

Dia tak dapat melupakan mimpi ganjil yang amat luar biasa merasuk ke dalam jiwanya. Dia meminta dibantu untuk bisa berselancar di dunia maya untuk mencari perihal seputar Muhammad. Dia mendapatkan Muhammad sebagai seoarang nabi yang mengajarkan agama Islam kepada umat manusia. Robert mempelajari lebih jauh tentang Islam dan kitab sucinya. Tentu saja dia mengalami banyak kesulitan, terlebih Al Quran yang dengan Bahasa Arab yang tidak dia pahami. Dia mempelajari bagaimana syarat seseorang masuk Islam. Kalimat syahadat akan mengantarkannya kepada keislaman. Dia terpesona dan pertanyaannya seputar kedudukan Jesus di dalam Al-Qur’an pun terjawab. Dia pun bersyahadat, meski tak seorang pun menyadarinya. Dia menyembunyikan keislamannya dari siapapun.

Dengan keislaman yang sembunyi-sembunyi, Robert berusaha keras menghapal Al-Qur’an semampu dirinya. Akhirnya, dia berhasil menghapal 10 ayat pendek, subhanallah. Hapalan ini menjadi wiridnya sehari-hari, yang dia lafadzkan dalam keterbatasan. Suatu hari, datanglah seorang Amerika berketurunan Mesir untuk melakukan rutinitasnya membersihkan ruangan. Tak sengaja, dia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an. Alangkah terkejutnya, darimana kah asal suara itu. Merasa terpana, kepada Robert lelaki itu bertanya : “apakah yang kau bacakan tadi?”. Aku membaca al-Qur’an, karena aku sedang berusaha menghapalnya”. Percakapan itu pun berlanjut, “Bagaimana kau melakukannya? Bukankah ini lingkungan kekristenan?”. Robert pun berkata : “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah nabi Allah. Aku mencarinya di internet, lalu aku pun mengimaninya”. Lelaki keturunan Mesir itu tak lain adalah seorang muslim yang sudah lama tidak kehilangan rasa keislamannya. Dengan berurai air mata, dia berkata Robert : “Hai kawan, aku ingin kembali. Aku ingin merasakan nikmat agama ini lagi”. Mereka pun menjalin persahabatan. Menemukan iman dengan caranya sendiri. Kadang kita mengira telah melakukan banyak hal, merasa lebih jasa dan sempurna. Kesempurnaan palsu yang tak membuat kita mengecap indahnya hidayah Allah Swt. Sementara orang tertentu, yang jauh dari kemungkinan-kemungkinan, mendapatkan satu kemungkinan terpenting yang merubah jalan hidup. Memantaskan diri memeluk hidayah, bertambah takwa meski satu anak tangga. Tiada yang lebih menyempurnakan dari sempurnanya iman. []

 

*)Perjalanan spiritual, hasil nongkrongin video bagus Ustadz Nouman Ali Khan. Semoga bermanfaat dan menambah keimanan

 

Dua Kali Membeli Surga

“Dan tidaklah mereka memberikan infak, baik dari kecil maupun yang besar dan tidak pula melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kabajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan,” (TQS. At-Taubahs : 121)

 

Lelaki itu terkenal cerdas di zamannya. Badannya sedang, tidak terlalu tinggi, tidak juga pendek. Kulitnya putih tipis, berjenggot lebat dengan  bagian depan yang sedikit botak, dadanya bidang, gigi seri indah, dan rambutnya lebih rendah daripada telinganya. Lelaki itu bernama Utsman bin Affan bin Abu al-Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Luay bin Ghalib.  Garis nasab beliau bertemu dengan garis nasab nabi Saw pada kakek kelima dari jalur ayahnya.

 

Abu Hurairah berkata, “Utsman telah membeli sruga dari Rasulullah Saw dua kali : pada saat membeli sumur Rumah (dan mewakafkannya untuk kaum muslimin) dan pada saat membiayai keperluan Jaisy al Usra (pasukan Perang Tabuk)”.

 

Perihal sumur Rumah, konon ia adalah sumur tua yang berasal dari kabilah Muzan. Informasi lainnya berkata, bahwa namanya dinisbatkan untuk laki-laki dari bani Ghifar yang bernama Rumah. Pada masa Rasulullah, kaum muslimin mendatangi tempat ini guna mendapatkan air yang terpancar darinya. Sehingga, rasul mengidamkan agar kiranya tempat ini menjadi milik kaum muslimin dan kemaslahatannya. Mendengar ini, Utsman bergegas membeli sumur itu dan mewakafkannya. Menjadi pahala yang mengalir terus menerus hingga hari ini.

Adapun kedermawanannya, kian jelas tatkala Rasulullah Saw dan barisannya menghadapi masa sulit dalam Perang Tabuk.  Perang tersebut memerlukan persiapan yang tidak sedikit jumlahnya. Mempersiapkan strategi, perlengkapan perang, jumlah pasukan maupun persediaan logistik yang tidak sedikit. Oleh karena itu, Rasulullah Saw menggelar gathering atau penggalangan infaq fi sabilillah memenuhi persiapan peperangan. Khutbah digelar, api jihad dikobarkan. Beliau menyemangati para sahabat akan datangnya satu diantara dua kebaikan, menang  serta mendapat kemuliaan atau gugur sebagai syuhada. Para sahabat berlomba-lomba pula memberikan yang terbaik dan terbanyak dalam bentuk harta. Lalu Utsman bin Affan berkata, ‘Aku akan menginfakkan seratus unta lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Rasulullah Saw kembali menyemangati pasukan. Utsman pun kembali berkata, ‘Aku akan menginfakkan seratus unta lagi lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Lalu Rasullah Saw turun dari mimbar seraya kembali berkata, ‘Aku akan menginfakkan  seratus unta lagi lengkap dengan pelana dan pijakan kakinya’. Perawi berkata, ‘Lalu kulihat Rasulullah memberi isyarat dengan menggerakkan tangannya. Abdushamads mengeluarkan tangannya seperti seorang yang terkejut dan berkata, ‘Utsmans tidak akan menanggung apa-apa lagi setelah ini’.

Keteladanan menakjubkan dari seorang Utsman bin Affan. Akhlak yang terpuji dengan keluhuran budi yang sudah tertempa sedemikian rupa di bawah pengajaran Rasulullah Saw. Tidak hilang harta yang bersedekah. Ia hidup berlimpah di setiap bulirnya. Bagi orang-orang yang yakin. []

                   Berikut adalah cuplikan “The Title”, fiksi yang diangkat dari perjalanan karir atlet “Khabib Nurmagomedov” di dunia bela diri campuran. Cerita lengkapnya bisa dibaca di akun Wattpad saya: @algabiru_full . Selamat membaca!

 

***

Elang lapar itu bernama Khalid Ramzanov. Babak penghabisan. Ronde ketiga dalam hitungan detik ke depan. Ia terengah, berkeringat. Dadanya lepas, cukup puas.

***

“I am good. Yeah, good” Dia berbicara dengan Bahasa Inggris yang tidak fasih. Mulutnya mengulum mouthguard. Ia tak mampu menahan diri untuk tidak bicara. Disini, ia ingin tunjuki sesuatu. Ia ingin memperlihatkan sedikit pelajaran.

“Hey, be carefull. I gonna smash your boy”, katanya percaya diri. “Yeah, be carefull. I know who I am” Usman menepuk-nepuk nafsu buasnya. Sam dan Ramzan tidak sabar melihat kemenangan. Hajar dia, Brat!

Big Jhon memberi aba-aba. Khalid dan Michael saling bicara dan memberi tanda. Hanya Big Jhon yang mengetahui apa yang mereka bicarakan. Dramatis. Riuh suara supporter menggema di ruang masyhur Octagon. Whuu! Khalid menyoraki, membiarkan mereka meneriaki apapun yang mereka mau. Telunjuk teracung. Dikecup ambisius.

Here we go!

Teng!

Ronde ketiga tak tertahankan. Michael Johnson lemah lebam. Khalid masih perkasa. Terlalu perkasa dalam perbandingan laga yang mendominasi. Khalid menyiapkan perangkap. Conditioning yang apik. Di detik tigapuluh pertama, Michael diterkam. Grappling kembali. Cukup sekali banting, Michael seperti bangkai rusa di savana Afrika. Khalid menggelung rapat kakinya, lawan terperangkap rapat. Dalam posisi strategis ini, ia bisa melumati mangsa sembari minum kopi. Michael lemah tak berdaya. Ia menyembunyikan muka dari serangan. Cuma itu yang bisa dia lakukan. Lalu…… Percakapan indah itu pun terjadi. Sebait kalimat yang hanya dikeluarkan petarung rendah hati. Di jarak yang amat dekat, Khalid berkata sesuatu kepada Michael :

“You have to give up. I need to fight for the title. You know this I deserve it.”

Dua tahun lalu, Khalid mengalami cedera serius. Dia tahu bagaimana nasib seorang petarung yang mengalami cedera. Seorang atlet harus memikirkan masa depannya. Candui semua gengsi dan bully.

Calon bangkai berada di tangan. Khalid ingin berwelas asih. Menyerahlah, Michael Johnson. Itu terbaik bagimu. Khalid memberi sinyal agar ia menyerah. Entah apa yang ada di kepalanya. Michael Johnson tidak peduli dengan kata-kata itu, tak juga menyerah. Mungkin ia mempercayai bualan di luar pertandingan. Trash talk palsu. Satu hal yang semua orang perlu tahu, rasa sakit ini nyata, pukulan yang sakit, dan kemungkinan cedera. Big Jhon teguh pendirian, melanjutkan pertandingan.

Ini pilihanmu, Michael Johnson. Demi Tuhan, aku tidak ingin menyakitimu. Aku ingin dirimu sampai disiniBiarkan aku menepati janjiku mendapatkan belt kemenangan itu.

“This is horrible position. Khalid pulls like on over hook on the left arm of Michael Johnson. Obviously is going to go for Kimura. Right?”. Nafas tertahan. Big John berhitung. Sampai kapan Michael Johnson sanggup bertahan? Oh tidak. Dia takkan sanggup.

“Khalid gonna break his arms”. Michael Johnson terperangkap. Khalid memelintir tangannya. Terkunci. Pitingan Kimura dengan sempurna dilakukan. Big Jhon merentangkan tangan. Buru-buru memisahkan dua petarung itu. Khalid mengacungkan telunjuk.

Aku harap kau baik-baiksa saja. Aku tak ingin menyakitimu. Thank you, Michael Johnson. Kening beradu kening. Simbol Elang menghormati buruannya. Ia memilih membiarkan. Ia punya hasrat lain selain rasa lapar. The belt, the title. []

UFC 205 : “Hard Shot”

Berikut ini, cuplikan fanfiction yang mengangkat Khabib Nurmagomedov (Russia) sebagai tokoh utama. Update setiap hari di akun Wattpad saya: @algabiru_full. Yang nggak punya akun Wattpad, tetap bisa dibaca via browser kok. Selamat menikmati ! 🙂 

lat-ufc-205-wre0044575557-20161112

***

Bruce Buffer mantap memegang corong jitu microphone. Teriakan orang-orang mengalahkan musik yang diputar saat walk out. Khalid Ramzanov di garda kiri, Michael Johnson di seberang.

“Ladies and gentelmen, three rounds in the UFC lightweight division, intorducing first fighting out of the blue corner on mixed martial artist early professional record, 18 wins 10 losses. 10 inches tall weight in at 156 pounds. The number six lightweight contender in the world, Michael ‘the manace’ Johnson”. Suara lantang Bruce Buffer bulat memperkenalkan Johnson. Michael mengangkat kedua tangannya seperti pengkhotbah. Ia bersiap memeluk kemenangan. Dominasi penonton dikuasai tuan rumah, mendukung Johnson. Octagon gegar bersambut tepuk tangan.

Bruce Buffer menarik nafas dalam tempo cepat. Melafalkan nama dan prestasi petarung yang sudah dihafal orang banyak. “And now introducing his opponent. Fighting out of the red corner on mixed martial artist holding an undefeated. Professional record 23 wins no losses. Weight in at 156 pounds. Dagestan Russia presenting the number two ranked lightweight contender in the world, Khalid “the eagle” Ramzanov.” Khalid mengacungkan tangan kanan, menyapa penggemar yang bertudungkan Papakha. Topi bulat mekar dari bahan bulu domba. So iconic, yang menandakan keberadaan mereka.

John McCarthy, sang wasit, dengan rapat mengenakan sarung tangan hitam. Posisi wasit salah satu hal penting berlangsungnya duel. Wasit harus jeli, dengan cepat menghentikan pertandingan, apabila salah satu petarung sudah terkunci. Selain mendengar teriakan ‘stopped me’, dari salah satu petarung yang menyerah. Atau dengan cepat memberi isyarat untuk dihentikannya pertarungan.

“Here we go!” Komentator memanaskan suasana melalui microphone. “Very fast hand from Michael Johnson” Michael mengacungkan tinju panjang membuka serangan. “Ramzanov, the best grappler in the business”. Pertarungan yang sangat sentimental. Bagaimana keduanya berpasang nyali di agenda face-to-face. Kekesalan Khalid kepada UFC, ketika Conor McGregor yang entah bagaimana, menyerobot belt kemenangan. Trash talk sudah biasa dilakukan pemain pra pertandingan. Khalid-Michael berbeda. Pengamat yakin, inilah pertandingan sebenarnya. Jenis seni bela diri yang harus disaksikan banyak orang.

“This has very different both guys have been very respectful in preparation to this fight”

Khalid berlatih di AKA Gym bersama Daniel Cormier guna menghadapi Michael Johnson. Pertarungan terakhir kali, bersama Darrel Horcher, yang mengalami cedera berat hingga dua tahun lamanya. Michael petarung yang aktif berlaga, walau sekian kali didera kekalahan. Rekam jejak ini menghentakkan berpasang mata. Mereka rival yang seimbang.

“Lagi-lagi pukulan cepat.. Oh Michael Johnson!” Nafas pria itu tertahan “Hampir ia mematahkan rahang lawannya!” Khalid mengelak cepat, menahan pukulan Michael bertubi-tubi. Terdengar bunyi ‘ohhh’ penonton. Adrenalin diretas keadaan.

Khalid mengendalikan pertarungan. He is the best grappler tonight. Sekuat tenaga, Michael menahan bantingan, badannya yang besar itu,…. bum! jatuh.

“The best way to describe his style” Orang mulai berkomentar di tengah kompetisi ini, “and when he gets a hold of people it almost seems like they’re shocked and how strong he is”

Micahel Johson terhimpit. Khalid menahan kendali Johnson, tidak bisa lepas. Dia berusaha menekan untuk semakin mengunci posisi. “Johnson is terrible trouble here”, komentator tak tahan untuk tidak bicara.

“Massive pressure!”

“Yeah, massive pressure!”

“He’s going to slice that right knee through” Mereka berkomentar dengan mulut didekap, “and Johson with a minute now have to go is in full survival mode here”

Michael menahan dengan kentara. Tangan kiri melindugi wajahnya dari serangan sikut, lengan dan kepal Khalid bergantian. Tak terhitung berapa kali ia sudah ditinju. Masih ronde satu, Michael memilih bertahan. Ia seorang yang punya harga diri.

Dominasi Khalid dalam kuncian berlangsung sejak menit ke dua. Saat ini, satu menit yang tersisa. Michael pesakitan dan tertahan. Big John McCarthy memantau tanda-tanda untuk menjatuhkan vonis submission. Namun, belum. Michael bertahan, apapun itu.

“Johnson getting hurt”

“Oh my god,… Johnson getting hurt”

Orang-orang terus berteriak. Seolah-olah menahan sakitnya.

25 second…..

Khalid Ramzano, Excellent positon! Johnson tak mampu bangkit. Gerakan-gerakan cepat Khalid menampilkan keindahan seni bela diri. He’is inside control here.

“Big shot near temple,” komentator gahar tercekat, “Michael is terrible”

“Look out Ramzanov that right arm as well. Johnson is effectively defending himself with one hand and he can’t move his body”

10 second…..

Sepuluh detik terakhir yang berbahaya. Khalid tidak menyia-nyiakan. Ia menghajar dengan perkasa. Tidak membiarkan mangsanya lari. Limit sedikit waktu tersisa. Ia bangkit dan melemparkan Johnson ke sisi ring. Meninju layaknya seorang tuan yang berkuasa.

Teng!

“Wow!! Unbelievable! Unbelievable!”

Ronde pertama diakhiri dengan tepuk tangan. Khalid mendominasi pertandingan. Michael belum menyerah. Dua ronde tersisa. Dia bertekad menuntut balas. []

Ada jenis perkataan, yang seolah bijaksana, sejatinya berbahaya. Ini susah. Seperti benar di awal, ngawur di ujungnya. “Buat apa kita berantem gara-gara beda agama. Semua agama sama, kan dari Tuhan, kita sama-sama hamba Tuhan”. Bak mencampur air susu di bekas penggorengan. Seumpama mengaduk sambal di adonan kue talam, manalah jadi kawan. 😈😈
.
.
“Sinterklas, Orang Cebol dan Kelinci Paskah”, halaman 164, bagian ini menarik perhatian saya. Singkat cerita, pengamatan ini tentang keyakinan yang didapat dan keyakinan yang dipilih. Setiap anak tidak memilih dia lahir dari orang tua macam apa, islam atau nasrani, hindu atau budha. Namun pengalaman dan fakta yang kemudian memancing alam pikir manusia untuk memilih.
.
.
Saya, lahir dari keluarga muslim, secara alami (nature), maka saya beragama Islam. Secara alami pun, setiap orang punya kecenderungan mencari Tuhan-tuhan tempat perlindungan. Mencari eksistensi lebih besar dari dirinya sebagai sesembahan.
.
.
.
Namun, apakah saya percaya surga-neraka, mau sholat, puasa atau nggak, itu hasil pilihan-pilihan saya sebagai orang merdeka. Pilihan yang dibentuk/di-didik (nurture) dari pengalaman-pengalaman saya sendiri. Jelang puber, saya berpikir: kenapa harus sholat? Lima kali sehari, lagi. Kebanyakan. Kenapa nggak seminggu sekali aja. Jadi, mau sholat apa nggak. Mau iman apa nggak, itu pilihan. .
.
Tidak ada seorang pun yang bisa membeli pengalaman orang lain. Seperti tidak bisanya seseorang membeli iman orang lain, maka tidak pula mewarisinya.
.
.
Nggak papa kok kalo beda pendapat. Tapi tak perlu kau bohongi kenyataan ini. Katakanlah, langit itu biru, awan itu putih. Tak usah kau paksakan ia menjadi dunia absurd dalam penyakit kemunafikan. Yang oleh Tuhan sendiri, sudah disiapkan tempatnya di kerak neraka.
.
.
Eh, masih yakin kan neraka itu ada?

 

IMG20170602135347-01 (1)

.

Kejadian ini pernah terjadi dalam keluarga kami. Bertamu ke tempat orang, jauh-jauh dari Medan, murni menyambung silaturahmi. Sayangnya, tuan rumah menyambut datar. Terkesan hambar. Senyum sekedarnya, sedikit obrolan, bahkan seolah-olah hendak berucap, “duh, kapan sih tamunya pulang?”. Hemm, sebenarnya kami pengen cepat pulang rasanya. Tapi mau nginep dimana, cari penginapan kala itu tak semudah sekarang. Jadi tamu tak diharapkan itu nggak enak. Makan hati, pengen pergi. Padahal dengan segala kehormatan seorang tamu, kemuliaan seharusnya yang ia dapatkan. Coba, kita bayangin kalo kita jadi tamu yang dibegitukan? Kemuliaan tamu tidak akan hilang dari perlakuan buruk tuannya. Lebih baik, tuan rumah seperti itu tidak pernah ada. Lebih baik, tuan rumah seperti itu tidak didatangi selama-lamanya.

.

.

Dear gaes…

Sebentar lagi tamu kehormatan kita akan datang. Bulan Ramadhan,  yang sebenarnya hanya menyapa orang beriman. Mau nggak kita disebut tidak beriman? Lucu nggak kalo jd orang Islam tapi dipertanyakan imannya karena nggak menghormati bulan Ramadhan?

.

.

Masih ada 2-3 hari, masih bisa kebut berbenah ilmu, hati dan fisik, biar setrong selama masa uji Ramadhan.

.

.

Jadilah tuan rumah yang menghormati dan memuliakan tamunya. Yakin, namanya tamu pasti akan pulang. Siapa tahu nantinya kita nggak ketemu tamu itu lagi. Siapa yang tahu keimanan kita esok hari. [] 😭😭😭😭

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!