Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘wings’

Sosok Itu Adalah….

Beliau adalah Hindun binti ‘Uthbah bin Robi’ah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al-Umawiyah al-Qurasyiyah . Sebelummasuk islam, Hindun terkenal dengan julukan “Aklatul Akbad” (Wanita pemakan jantung). Julukan itu ia dapat lantaran dendam kesumat pada Hamzah bin Abdil Muthallib yang telah menewaskan ayahnya di Perang Badar. Yang saking dendamnya, dia gerammm… ga cukup dengan menyuruh budaknya al-Wahsy bin Harb untuk membunuh Hamzah. Hindun malah memakan jantung Hamzah. Yacks!!! Uweeekksss!! Eitss… tapi itu kan pas jaman-jaman jahiliyah. Namun akhirnya Hindun beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Hemm, ternyata cukup banyak dari diri Hindun yang bisa kita tiru loh…

1. Berjiwa besar

Tidak gampang memiliki sifat jiwa besar. Mampu menerima kebenaran dengan lapang. Kunci taubat gitu loh. Perangai jiwa besar Hindun terlihat ketika ia beradu argumen untuk masuk islam. Awalnya sih Hindun ogah masuk ke agama Allah ini. Namun Hindun akhirnya melihat terangnya islam tatkala islam telah menundukkan kesombongan dirinya, dengan disaksikannya seluruh manusia sujud khusu’ menyembah Allah di penjuru Makkah. Dengan jiwa besar, Hindun terima kebenaran.

2. Kepribadian kuat

Kalo Hindun udah punya tekad, ngga ada yang bisa menghalanginya. Hal itu terlihat ketika awal beliau masuk islam. Tatkala Hindun pulang ke rumahnya, ia langsung menuju patung-patung di rumahnya dan menghancurkannya dengan sebuah kapak besar hingga berkeping-keping seraya berkata, “Dahulu kami tertipu olehmu… dahulu kami tertipu olehmu.”. Wuihh.. tegas ! No compromise!

3. Pemberani

Muslimah penakut? Duhh.. udah ngga jamannya. Hindun bisa jadi rujukan tentang keberanian. Ngga tanggung bow, beliau nimbrung berjihad. Bersama sang suami tercinta Abu Sufyan, beliau menyertai perang Yarmuk yang terkenal itu, hingga mendapatkan luka yang serius. Hindun juga memompa semangat kaum Muslimin untuk memerangi Romawi dengan mengatakan, “Percepatkalah kematian mereka dengan pedang kalian wahai kaum Muslimin.”

4. Pemikir ulung

Hindun terkenal sebagai seorang yang teguh dalam berkata-kata, dan kuat pemikirannya. Bahkan di masa jahiliyah, Hindun biasa mengumandangkan syair-syair demi mendidihkan semangat para pasukan. Dia lantang dalam berbicara, cita-citanya pun tinggi. Tampak dari ambisi Hindun untuk menjadikan putranya Mu’awiyah agar menjadi pemimpin atas manusia. Wuihh! Kereeenn,,…

Bagi kita… untuk tak meremehkan kemauan orang-orang yang terpanggil kembali kepada Allah SWT. Orang yang kita caci maki hari ini karena keburukan perangainya, bisa jadi kelak dia menjadi pejuang terdepan meninggikan kalimatullah. Who Knows?

Selamat tercengang!

(Alga Biru)

Iklan

Read Full Post »

FLYING WITHOUT WINGS

FLYING WITHOUT WINGS
(Episode “Buku Harian”)

Apa yang kamu bayangkan ketika diberi kesempatan untuk membaca buku harian seorang yang telah tiada ? Kalau saya ditanya, maka saya katakan bahwa saya “ketagihan”. Ada rasa merinding memang, ngeri rasanya membayangkan jika ternyata si empunya melihat saya dari dunia lain. Tapi apa yang akan kamu lihat di lembaran buku harian ?

Kejujuran…
Kehancuran…
Tumpah ruah…

Tiap orang berbeda-beda dalam memanjakan buku hariannya. Atau bisa dikatakan,tiap orang berbeda-beda meramu makna dari tiap kata yang ingin ia tuangkan. Ada yang ingin menggambarkannya secara lugas, tangkas dan hilang kendali. Konon, ketika kita telah menuangkan sesuatu,… masalah di pundak seakan hoyong separuhnya. Buku harian, memberikan ruang monopoli bagi pemiliknya untuk menghakimi apa saja dan siapa saja. Disana, dia boleh sedih, gembira, menghujat, sinis, salah paham atau bahkan salah terus-terusan.

Demikianlah buku harian sebagai ruang privacy, dimana nasib menjadi kesendirian masing-masing. Huufff… Terkadang, kita sulit menerima mahluk hidup yakni manusia sebagai ruang untuk berbagi. Terlanjur ada tembok, atau bahkan tembok itu pun seakan bertelinga. Padahal, boleh jadi,.. dengan berbagai sesama manusia, kita justru mendapat pencerahan. Dengan syarat, kita bersedia memanggul konsekuensi akan ada pro-kontra. Dan syarat tambahan, kita juga harus rela beradu pemikiran. Sedikit berbantahan untuk kemudian meraih lebih dari sekedar win-win solution, dengan kata penutup “wassalam”.
Kenyataan lain yang menjadi daya tarik buku harian adalah karena ia bisa dipercaya. Tidak ember kemana-mana. Kecuali ada tangan jahil yang membongkarnya. Beda dengan manusia, yang sering keburu nafsu untuk mengumbar aib saudaranya. Inilah dunia, manusia baik ada. Manusia ember pun tak kalah banyaknya.
Ngomong-ngomong soal buku harian, sudah 3 tahun belakangan ini saya tidak menulisnya lagi. SIGMOID sempat menjadi pelarian saya dan tempat sumpah serapah yang sangat haru. Dari Sigmoid, saya juga mulai berani melangkah untuk mempercayai manusia untuk menjadi telinga atas sejumlah unek-unek saya. Dari Sigmoid, setidaknya saya coba-coba bertanya dengan hati-hati: ” duhai kawan, apakah saya orang aneh? Apa cerita fiksi saya bisa dicerna?”
Dan saya amat bersyukur, saya menemukan pantulan saya.

Pantulan !!

Ya, satu hal tidak bisa didapatkan dari sekedar menulis buku harian, dimana biasa kita sembunyikan rapat-rapat di lemari atau laci. Apresiasi, kritik, ketidaksetujuan, penolakan bergabung menjadi satu adonan dan membidik saya untuk memperkenalkan siapa diri saya sebenarnya.
Sekarang, saya memilih untuk berekspedisi akan telinga siapakah yang kena sial karena mendapat muntahan saya ?? Muntahan pemikiran, perasaan saya. Oh ya,, satu lagi yakni muntahan imajinasi saya. Sebenarnya, ada kekhawatiran andai sewaktu-waktu ‘muntahan’ saya bocor. Tapi biarlah,,,mudah-mudahan deskripsi seputar neraka Jahannam mampu sebagai stop dan rem untuk tidak mencipratkan isi curhat dan muntahan saya tersebut. Kalau toh bocor juga, saya pikir…disanalah kantong pahala kesabaran menggembul.

Buku harian,…

Atau Manusia sebagai pendengar,,,

Sama saja fungsinya. Sama-sama berpotensi sebagai tempat singgah untuk berbagi masalah. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tinggal bagaimana kita memilih dan menjadikannya tepat guna dan sasaran.
Terkhusus panggilan keimanan sebagai solusi atas gejolak dari ghorizah Baqa maupun Ghorizah Nau yang dimiliki manusia, Ghorizah tadayyun pun membimbingnya. Sabar dan Sholat terpilih sebagai jalan dimana segala keluhan didengarkan-Nya. Dia Yang Maha Menyaksikan takkan tinggal Diam. Dia Yang Maha Mendengar, senantiasa mendengar desah dan niat. Hanya, Dia sudah berjanji untuk memberi uji dan coba, agar kita hanya tunduk pada-Nya. Tiada bersandar pada apa pun selain pada-Nya. Tiada keabadian, selain Abadi milik-Nya.
Lantas ketika esok menggapai, ada salam bahagia dan ceria. Disanalah, rasa syukur kita bertambah. Allah tidak membiarkan kita sendirian. Allah masih menemani dan memberi kita teman. Allah telah menciptakan kita berpasang-pasangan. Allah pun mencipta kita berlainan dengan garis tangan yang berbeda-beda.

……….
……….
Bilakah tiba masanya ketika buku harian yang sebenarnya dibacakan ? “Buku harian” yang selama ini dicatat oleh malaikat pencatat di kiri maupun di kanan. Yakni ketika perkumpulan di padang mahsyar. Entah kita mendapat di tangan kanan, atau melalui tangan kiri. Disanalah, ketika mulut tak dapat berhujjah. Semua saksi nyata dihadirkan. Yang diam akhirnya bicara….

ALLAH… ALLAH… ALLAH…
Giring aku menuju kebaikan

Oleh: Dian F Hasibuan —-“flying without wings”

Read Full Post »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang