Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘sejarah islam’

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan” (HR. Ahmad bin Hanbal dalam kitab “Al Musnad”)

capturejpg-qCPo

Di masa awal-awal kekuasaan Islam, Perang Mu’tah pecah sebagai gesekan antara Daulah Islam Madinah dengan imperium Romawi sebagai negara adidaya di masa itu. Pasukan kaum muslimin dipimpin Zaid Bin Haritsah, yang beralih tugas setelah gugur di medan jihad. Sesuai pesan Rasulullah, jika Zaid wafat, maka kepemimpinan beralih kepada Ja’far bin Abu Thalib. Jika pemimpin pengganti ini wafat, tampuk berikutnya digantikan oleh Abdullah bin Rawahah. Hingga ketiganya pun wafat dalam pertempuran dahsyat  itu, yang secara heroistik digantikan oleh Khalid bin Walid, yang mendapat julukan saifullah (pedang Allah).

Kontak militer yang  lain dengan Romawi terjadi pada masa Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar. Di bawah Komando Khalid bin Walid, bergerak menuju Syria dan Palestina yang saat itu berada di bawah kekuasaan Romawi. Kejeniusan Khalid dalam strategi perang membawa keberkahan dengan takluknya Damaskus. Perang balasan kemudian terjadi dengan angka yang fantastis, 100.000 pengerahan prajurit Romawi. Perang berlangsung di  ngarai sungai Yarmuk, sehingga disebut sebagai Perang Yarmuk. Bahkan komandan utama Romawi, terbunuh dalam perang ini.

Telah banyak pula usaha yang dilakukan para pembebas Muslim dalam rangka memenuhi janji suci Rasulullah Saw untuk manaklukkan Romawi.  Di masa berikutnya, Konstantinopel berkembang menjadi kota segala pesona dan kekuatan yang menjaganya. Sistem pertahanan kota ini sangat kuat. Benteng dengan kekuatan berlapis, ada parit sepanjang 7 meter, selat Golden Horn yang dipagari rantai besi tebal.

Konflik gereja timur dan barat, yang tentu mengurangi kebersatuan kekristenan Konstantinopel menjadi faktor yang menguntungkan pihak muslim.  Prajurit yang menjaga wilayah ini terdiri dari orang Venesia dan pelaut Genoa saja.

 

 

 

Bersambung…… 

Mau cek kepustakaan dulu ya. Lupa lanjutannya 🙂

Iklan

Read Full Post »

mujahideen-11

Takluknya Persia adalah sebuah perjalanan panjang keteguhan iman. Tidak akan berhasil kecuali pemimpin dan orang yang dipimpinnya memiliki visi yang panjang melampaui kemampuan mereka sendiri. Pasca kesedihan umat Islam lepas meninggalnya Baginda Rasul, tampuk kepempinan yang dilanjutkan oleh Abu Bakar, harus direpotkan sekelompok kaum murtad. Pada titik ini, tampaklah kemunafikan yang selama ini masih teredam oleh kharisma Rasulullah. Mereka membuat konspirasi kotor, yang tentu saja tidak dibiarkan begitu saja oleh Abu Bakar. Pasukan pun dibentuk, dimana terpilihlah Khalid bin Walid sebagai pemimpinnya. Target penciudakan adalah kaum murtadin, Khuwailid al Asdi, dari Bani Asad di Buzakhah dan Malik bin Nuwaira di Butah. Pasukan kedua, dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal yang menargetkan si murtad Musailamah Al Kadzab.

Setelah penaklukan ini, Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk bergerak kea rah Persia, yang kala itu berkuasa dinasti Sassanid. Tahun 663 M, Khalid bersama pasukannya berangkat menuju Irak. Pertempuran digelar, pihak kaum muslimin memperoleh kemenangan. Tidak tinggal diam, pukulan balasan digelar dengan gabungan tiga kekuatan besar  yaitu  tantara Romawi, Persia dan Arab Kristen di Firaz. Alhamdulillah, kekuatan Khalid tidak tertandingi. Guna merangkak Romawi, wilayah Ctesiphon berhasil takluk pula.

 

Berita duka menyelimuti kaum muslimin. Abu Bakar terlalu cepat dalam kepemimpinannya dan wafat pada 634 M. Kedudukan kepemimpinan setelahnya digantikan sahabatnya, Umar Bin Khattab. Sempat terjadi peperangan yang mengalami jatuh bangun dari kedua belah pihak dalam beberapa kurun waktu. Sampai terjadilah suatu peristiwa penentu yang menjadi kejatuhan Persia. Yasdagird III dengan ambisinya merebut kembali daerah-daerah yang sudah ditaklukkan umat Islam. Pasukan Heraklius yang menjadi sekutu Yasdagrid dibuat kocar kacir oleh strategi pertahanan Khalifah Umar. Perang Yarmuk pecah, dengan mengakomodasi kekuatan 6000 pasukan kaum muslim. Kekalahan di pihak kaum kafir pada perang tersebut tidak disia-siakan untuk terus membakar api jihad hingga merangsek menakluk Persia. Saad bin Abu Waqqash membersamai 10.000 mujahidin, dengan menempuh negosiasi damai terlebih dulu sebagai wujud dakwah. Jumlah pasukan Persia sendiri sangat fantastis, yakni 60.000. Artinya, enam kali lipat pasukan muslim. Proses dakwah kepada Islam ini memakan waktu tiga bulan. Tak lain, mengajak daerah yang akan ditaklukkan tersebut untuk menerima Islam secara damai.

Kejadian unik itu terjadi. Peremehan terhadap duta atau delegasi perang artinya pelecehan terhadap negara. Suatu kali delegasi kaum muslimin, yaitu Ashim bin Amir menghadap Yasdagrid III guna menyampaikan misi dakwahnya. Tanpa diduga, pemimpin kafir itu mengolok-olok sang negosiator dengan menyiramkan tanah ke atas kepalanya. Jawab retoris negosiator itu mencengangkan, “Awal yang baik ! Musuh telah menyerahkan wilayah teritorialnya secara sukarela kepada kita (pengibaratan tanah yang diserahkan ke kepalanya)”.

persia

Ketika situasi di Syria sudah berada di bawah kendali kaum Muslimin dan pasukan Romawi telah dikalahkan di medang perang Yarmuk oleh Khalid bin Walid, khalifah Umar memerintahkan agar segala negosiasi dengan Persia segera dihentikan. Ini sebagai sinyal terbuka kepada Persia, agar mereka bersiap-siap untuk perang. Peperangan berlangsung selama empat hari. Pada hari keempat, kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan Persia. Beberapa kali ada upaya untuk merebut kembali, namun kandas dalam kegagalan. Seluruh kawasan Irak pun dikuasi oleh Islam. Seiring waktu, masyarakat mulai mengenal keindahan hidup di bawah naungan Islam. Secara sukarela mereka pun berbondong-bondong memeluk agama langit ini. []

Read Full Post »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang