Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Ramadhan’

.

Kejadian ini pernah terjadi dalam keluarga kami. Bertamu ke tempat orang, jauh-jauh dari Medan, murni menyambung silaturahmi. Sayangnya, tuan rumah menyambut datar. Terkesan hambar. Senyum sekedarnya, sedikit obrolan, bahkan seolah-olah hendak berucap, “duh, kapan sih tamunya pulang?”. Hemm, sebenarnya kami pengen cepat pulang rasanya. Tapi mau nginep dimana, cari penginapan kala itu tak semudah sekarang. Jadi tamu tak diharapkan itu nggak enak. Makan hati, pengen pergi. Padahal dengan segala kehormatan seorang tamu, kemuliaan seharusnya yang ia dapatkan. Coba, kita bayangin kalo kita jadi tamu yang dibegitukan? Kemuliaan tamu tidak akan hilang dari perlakuan buruk tuannya. Lebih baik, tuan rumah seperti itu tidak pernah ada. Lebih baik, tuan rumah seperti itu tidak didatangi selama-lamanya.

.

.

Dear gaes…

Sebentar lagi tamu kehormatan kita akan datang. Bulan Ramadhan,  yang sebenarnya hanya menyapa orang beriman. Mau nggak kita disebut tidak beriman? Lucu nggak kalo jd orang Islam tapi dipertanyakan imannya karena nggak menghormati bulan Ramadhan?

.

.

Masih ada 2-3 hari, masih bisa kebut berbenah ilmu, hati dan fisik, biar setrong selama masa uji Ramadhan.

.

.

Jadilah tuan rumah yang menghormati dan memuliakan tamunya. Yakin, namanya tamu pasti akan pulang. Siapa tahu nantinya kita nggak ketemu tamu itu lagi. Siapa yang tahu keimanan kita esok hari. [] 😭😭😭😭

Read Full Post »

Sudah lebih dari setahun, mengelola Rubrik Kabar Dari Luar. Makan asam garam yang namanya penolakan, pendekatan, sampai kejar deadline, walau tarafnya belum se-horor wartawan professional.

 

Rubrik KabarDariLuar, mengangkat profil kisah muslim asal Indonesia yang merantau ke Luar Negeri. Jadi, tautannya ada dua : muslim dan luar negeri, kombinasi berbagai cerita yang bersinergi dengan keberuntungan di dalamnya. Tidak semua orang pernah ke luar negeri kan? Apalagi tinggal disana. Moga-moga rubrik ini nggak komplak, karena ngga mengangkat sisi inferioritas kita dari negera berkembang. Sekedar ingin menambah daftar inspirasi kita, “ini loh perjalanan hidup”. Berikut salah satu kisah yang bagus dari Saudara kita di Berlin.

IMG_0328

Inilah saat dimana, matahari menelikung punggungmu, dimana kau menghadap padanya, seberapa pun panasnya ia. Musim panas benar-benar mengalami puncaknya. Musim panas kali ini, hangat menyengat siap memanggang tubuh ini 19 jam lamanya, barulah perlahan kegelapan malam menyapa.
Dan disanalah aku, sebagai orang Indonesia memilih jalan hidup. Orang yang berasal dari lintas khatulistiwa dengan musim kemarau-penghujan, menjalani momen ini dengan rasa yang tak biasa. Terasa lengkap, karena Ramadhan kali ini bertemu di musim panas yang luar biasa. Ya, bukan cuma suhu tapi juga lamanya waktu siang. Dulu, awal tiba di Jerman(sekitar tahun 2011), aku berpuasa 18 jam (fajar-maghrib) dengan suhu 29°-35°C. Tahun ini (tahun 2012) adalah puncaknya musim panas di jerman. Jadi masyarakat muslim d Jerman harus berpuasa 19 jam. Godaan dan penggugur pahala puasa bukan melihat dan membayangkan makanan, tapi melihat (mau tak mau, pasti kelihatan) cewek-cewek perpakaian minim & tipis dimana-mana. Alasannya, pada suhu diatas 27° orang-orang sini sudah merasa panas dan gerah. Apalagi ketika akhirnya mencapai suhu di atas 30°, kontan setengah tubuh mereka telanjang terpampang, baik laki-laki maupun perempuan. Ya, yang laki-laki juga sama saja, mereka memakai celana pendek dengan T-shirt seadanya bahkan tak jarang membuka dada di jalan-jalan.
Dulu pas liburan summer semester di Studienkolleg tapat di bulan Ramadhan, aku mendapat jatah libur hampir 2 bulan. Akumemanfaatkan momen ini untuk nyambi bekerja dan mengisi selaku operasional (DJ) radio masjid Al-Falah Berlin. Sebagai sebuah masjid, ia telah berdiri sejak lebih dari 20 tahun yang lalu. Tak jadi tempat ritual ibadah semata, bahkan sejak didirikannya, ia merupakan pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah bagi masyarakat muslim Indonesia Berlin dan sekitarnya. Masjid Al Falah sendiri di bawah naungan IWKZ e.V. (Indonesisches Weisheits- & Kulturzentrum artinya pusat pengetahuan dan kebudayaan Indonesia).
Ada kebanggan tersendiri sebab radio Al-Falah kala perdana mengudara di Jerman dan dapat didengar seluruh penjuru dunia termasuk di indonesia. Tugasku selaku DJ yakni memberi prolog sekaligus memandu untuk diteruskan kepada pemateri atau ustadz yang tengah memberi tausiyahnya di mesjid Al-Falah. Setidaknya dalam sehari minimal 2 kali mengudara (sebelum maghrib dan setelah subuh) dengan durasi 2 – 3 jam sekali.
Ya Allah, jika tidak teringat aku hanya hamba sahaya yang harus berjibaku menggapai ridha-Mu dalam rentang waktu, pastilah aku tinggalkan semua ini. Hidup bergulir mengukir kisah, dan kisah Ramadhanku di musim ini tak berhenti sampai disitu. Matahari mulai tegak menantang kehidupan. Aku lanjut bekerja sebagai cleaning room di hotel bintang 4 terhitung jam 7 pagi hingga jam 16.30 petang. Bahkan lebih larut dari itu, sebab dalam bekerja ada sesuatu yang disebut loyalitas yang pantas. Kerja saat puasa apalagi menahan haus dan lapar selama 18 jam itu rasanya ahhh….. lelahnya. Ah Tuhanku, bolehkah aku berkeluh kesah? Sebab diri ini hanya setumpuk raga yang diselami jiwa, yang di dadanya berharap lillah di kala lelah.

 
Selepas pulang kerja, pastinya capek, dan tambah ngos-ngosan karena harus melihat pemandangan summer yang ‘panas’ di segala tempat seperti stasiun kereta, tram, dan halte yang bertaburan aurat. Begitu sampai rumah (kala itu aku numpang di rumah seorang kawan), aku bergegas mandi agar tidak terlambat ke masjid Al Falah. Sekedar informasi, waktu maghrib di Berlin yakni sekitar 21.30 CET (Central Eropa Time) dan isya jam 22.45 CET. Bayangkan, kalau di Indonesia, jam segitu nyaris menuju tengah malam. Shalat tawarih dan tersisa sekitar 2 jam saja untuk istirahat lalu bergegas bangun sahur 03.00 CET. Ruarrrr biasa! Dengan jadwal sepadat ini, kadang kala aku mencuri-curi waktu selepas nge-DJ kajian subuh untuk istiharat ‘tidur ayam’ sekiranya 1 jam saja.
Periode bulan Ramadhan di masjid Al Falah dipenuhi nuansa ibadah. Suasana jauh lebih hidup dari hari biasa. Pengurus masjid Al Falah mengundang ustadz asli Indonesia untuk mengajar dan mengisi kajian Ramadhan. Tokoh yang diundang selalu berbeda setiap tahunnya. Maka diundanglah ustadz Hartanto Saryono pendiri Rumah Tahfidz (rumah tajwid) Indonesia. Disanalah kami diajarkan memperbaiki bacaan yang turun temurun sejak kecil, ternyata masih jauh dari kesempurnaan. Malu rasanya, rupanya bacaanku selama ini banyak yang masih belepotan. Hehe.
Pada hari minggu biasanya ada TPA untuk anak-anak Indonesia yang tinggal di sekitar Berlin (kisaran umu 5-12 tahun). Tersebab seorang pendidiknya yang harus mudik ke Indonesia, akhirnya tugas mulia itu jatuh ke pundakmu yang sebenarnya belum ada apa-apanya dalam perkara agama. Senang, riang dan bernuansa spirit, itulah yang kentara kurasakan. Memoriku berlabuh, teringat pesan orang tua dan upaya mereka menanamkan perkara kalamullah ini. Teringat pula pesan baginda Rasulullah, yakni “Orang yg paling utama di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an & mengajarkannya. Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
Aku merasakan kehangatan ukhwah islamiah di tempat ini, sesuatu yang dulu tak terbayangkan di benakku. Ramadhan yang begitu berkesan dan semoga hanya kebaikanlah yang datang bersamanya. Momen Idul Fitri saatnya aku kembali pulang ke Dessau (Kota kecil yang terkenal dengan arsitek dan Bauhaus yg didirikan oleh Walter Gropius 1925-1926). Di tempat itulah aku melanjutkan misi di Studienkolleg, melanjutkan studi.
Perjalanan ini ialah sekumpulan ikhtiar dari seseorang yang bercita-cita tinggi sampai ke akherat. Berharap lebih dari masa yang sebentar, berlatih mandiri memantaskan diri. Dengan elok berusaha berdiri di atas kaki sendiri, bukan hendak mangangkat tinggi dagu ini. [Seperti yang dikisahkan Muhammad Ikhsan kepada Redaktur/Alga Biru]
*SELESAI*

 

 

Read Full Post »

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même

Alunan Dialektis

Didik Hari Purwanto - personal Blog

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Life is Beautiful

Me, Myself and food

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Apa pun itu, tulislah!

Mr. Assa

L'amour Va Trouver Sa Place à S'ancrer Par Lui Même