Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Cofee’

CIPTAKANLAH KEBAHAGIAAN

Bangun, berjalan, meraba, merambat, naik, turun…. dan semua gerak manusia adalah demi sesuatu yang  tidak merahasia. Bahagia….. Kebahagiaan ialah cita-cita tertinggi manusia. Tidak ada yang melebihi hal itu. Sesuatu yang tidak mengantarkan padanya, niscaya tertolak. Menurut Daniel Gilbert, Professor bidang Psikologi dari Harvard University dan pengarang buku “Stumbling on Happiness”, ada dua jenis kebahagiaan yaitu: kebahagiaan alami dan kebahagiaan sintesis.

Kebahagiaan alami didapat secara spontan. Begitu thobi’i. Seperti “Eureka” Archimedes, yang otomatis dirasakan ketika mendapatkan apa yang diinginkan. Misal: seorang karyawan mendapatkan bonus berlipat di akhir bulan. Wah, siapa tidak senang. Contoh lain, siswa di sekolah mendapatkan nilai terbaik, yang bukan saja terbaik namun menjadi prestasi yang diberi sanjung puji. Sesuai namanya, bahagia yang alami bukan?

Masih berpijak pada pendapat Daniel Gilbert, kebahagiaan jenis kedua adalah kebahagiaan sintesis. Beliau mendefinisikan hal ini yaitu kebahagiaan yang didapat disebabkan seorang manusia memilih sendiri apa yang ia pikirkan agar merasakan rasa senang, yang berujung pada kebahagiaan itu sendiri. Berbeda dengan jenis sebelumnya, bahagia yang satu ini seolah-olah ‘kebahagiaan yang diundang’. Bahagia bukan lagi menjadi sesuatu yang datang, melainkan digiring, diminta dan dipancing kedatangannya. Sehingga, dengan cara ini, bahagia bisa dirasakan siapa saja dan dimana saja. Termasuk orang-orang yang secara kasat mata kurang bernasib baik. Ayo lihat contoh di lapangan. Bayangkan Anda sekarang terjebak macet. Deskripsikan dalam kepala Anda, mikrolet yang menyalib Anda secara tidak senonoh. Belum lagi ditambah asap kotor dari sepeda motor usang di samping mobil Anda. Sudah berjam-jam Anda terjebak macet, kekasih Anda sudah pasti ngomel-ngomel di ujung sana. Oh, betapa sesak rasanya dunia.

Dengan kebahagiaan sintesis, Anda mampu merubah paradigma. Bling! Anda menjadi begitu menikmati kemacetan. Caranya bervariasi. Anda bisa berpikir, “Nah ini kesempatan untuk menelpon kawan lama dan twitteran.”, Bahkan mungkin Anda terpikir untuk membeli jagung bakar yang sudah lama tidak Anda nikmati di hari biasa. Ya, hari ini luar biasa!! Anda mengundang persepsi-persepsi yang membuat apapun lebih indah dan bijaksana.

Kebahagiaan mana yang bertahan lama, apakah kebahagian yang alami atau sintesis? Ternyata, kebahagiaan sintetis bertahan lebih lama. Sedangkan kebahagian alami akan segera hilang seiring dengan berjalannya waktu. Contohnya, ketika mendapat kenaikan gaji Anda merasa senang dan bahagia, namun seiring berjalannya waktu kenaikan gaji itu akhirnya menjadi biasa..

Lalu bagaimana menyeret kebahagiaa yang permanen ini dalam dinamika pekerjaan? Tentu Anda tidak ingin bekerja seumur hidup dengan perasaan tertekan atau hambar. Banyak jalan menuju Roma, maka banyak cara untuk menciptakan kebahagiaan sintesis. Pertama, bekerjalah sesuai passion, gairah atau minat Anda. Bila Anda memilih pekerjaan sesuai passion Anda, itu tanda mencintai diri Anda. Kian hari Anda pun kian mencintai pekerjaan itu. Anda akan hanyut dalam pekerjaan itu. Anda menikmatinya dalam keadaan penuh tekanan sekalipun. Sebab Anda tahu, disanalah adrenalin Anda menemukan jodohnya. Pada titik selanjutkan, Anda akan menjadi seorang yang expert, seorang yang ahli. Anda diakui dan dapat diandalkan. Asyiknya lagi, roda pertambahan financial berbanding lurus lalu mempergemuk celengan Anda dari hari ke hari. Awalnya Anda memang mengundang bahagia itu untuk datang. Lama-kelamaan, ia sendiri yang mendatangi Anda. Seru, bukan?

Kedua, teruslah belajar untuk mengasah pikiran dan hati Anda. Bacalah buku-buku berkelas, ikuti berbagai training dan seminar
bermutu. Lalu, butir-butir kehidupan dari buku, seminar dan training tersebut Anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu belajar lagi, terapkan lagi, belajar lagi, terapkan lagi, begitu terus menerus…

Dan yang utama, pasrahkan hidup kepada Sang Pencipta, Allah ta’ala. Dzat yang semua berada dalam genggaman-Nya. Milikilah keyakinan bahwa Yang Maha Kuasa tidak akan pernah menelantarkan kita. Dia mencintai kita. Dia pasti menjaga kita, selama kita patuh pada rel-Nya.

Kebahagiaan bukanlah pencapaian Anda akan sesuatu yang melulu berwujud materi. Materi tak ubahnya perangkat yang tak sebanding nilainya jika dikomperasikan kepada penghargaan Anda pada diri sendiri. Jangan mencari bahagia pada perangkat duniawi, sebab bahagia itu sebenarnya ada di hati Anda masing-masing. Anda tidak perlu susah-susah mencari, ia tinggal diaktifkan seperti obor yang dinyalakan orang kampung di malam hari. Itulah pula sebabnya bahagia sintesis lebih mujarab dan tahan lama. Sebab ia lahir dari tombol di hati Anda, bukan di luarnya.

Mulai hari ini mari kita ciptakan kebahagian di setiap lini, agar hidup kita selalu diselimuti bahagia yang kian berlimpah…

*****

Semua itu mengungkapkan kebingungan mematikan, yang tiada ketenangan dan kedamaian di dalamnya. Mengungkapkan keadaan jenuh yang telah mencapai titik terendah… Dijadikan dunia ini indah bagi mereka, lalu mereka berhenti pada batasnya, terantuk, tak mampu melampauinya, tak kuasa menembusnya<Sayyid Quthb>

****

Oleh: O*YE and friend

(Sejenis mahluk yang selamat dari badai)

Iklan

Read Full Post »

Washington – Afghanistan ternyata menyimpan banyak cadangan mineral yang belum dimanfaatkan. Bahkan tim Amerika Serikat menemukan hampir US$ 1 triliun cadangan mineral yang mencakup logam-logam industri penting seperti lithium. Demikian diberitakan New York Times mengutip pejabat-pejabat pemerintah AS. Selain lithium, cadangan mineral yang belum pernah diketahui sebelumnya itu juga mencakup besi, tembaga, kobalt dan emas. Cadangan mineral itu begitu besar sehingga bisa mengubah negara Afghanistan yang miskin menjadi salah satu pusat pertambangan penting dunia. Kandungan mineral itu ditemukan oleh tim pejabat Pentagon dan geologis AS. Kekayaan alam itu ditemukan di berbagai penjuru Afghanistan termasuk di wilayah selatan dan timur di sepanjang perbatasan dengan Pakistan, tempat terjadinya perlawanan kelompok Taliban yang paling intens. “Ada potensi mencengangkan di sini,” kata Jenderal David Petraeus, panglima U.S. Central Command dalam wawancara dengan New York Times seperti dilansir Reuters, Senin (14/6/2010). “Tentunya ada banyak sekali, tapi saya pikir itu potensinya sangat besar,” imbuhnya. Menurut sebuah memo internal Pentagon, Afghanistan bisa menjadi “lithium Arab Saudi”. Lithium merupakan bahan mentah kunci dalam produksi baterai untuk laptop dan barang-barang elektronik lain seperti telepon genggam. Pejabat-pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Afghanistan saat ini tidak memiliki industri atau infrastruktur pertambangan. Jadi butuh waktu beberapa dekade bagi negeri itu untuk bisa mengeksploitasi benar-benar seluruh kekayaan mineralnya. Menurut temuan AS itu, cadangan terbesar yang ditemukan sejauh ini adalah besi dan tembaga. Begitu besarnya kuantitas tersebut sehingga cukup untuk menjadikan Afghan sebagai produsen besar dunia. Berita ini diduga akan meningkatkan persaingan antara pemain-pemain regional seperti China, India dan Rusia untuk merebut peran yang lebih besar dalam mengeksploitasi sumber daya alam tersebut. Dua perusahaan China sebelumnya telah menyatakan komitmen mereka untuk investasi senilai US$ 4 miliar di sektor pertambangan tembaga Aynak, sebelah selatan Kabul, ibukota Afghanistan. Itu merupakan investasi asing non-militer terbesar di Afghanistan sejauh ini.

(detik.com, 14/6/2010)

Read Full Post »

Segelas kopi pukul lima

 


 

Si cangkir putih bundar, hitam kecoklatan, angin semilir dan pukul lima. Empat syarat lengkap sudah. Ritual ini pun akan segera menemui awal. Judul yang sama setiap sore yakni segelas kopi di pukul lima. Aku membaui aromanya seumpama aku merindukan anak semata wayang. Seruput dari cairan kafein ini memasuki tenggorokan, jangan sampai lupa untuk ditahan dulu sebelum ia hanya tinggal rasa pahit gurih di langit-langit. Bagiku, kopi di tangan pada pukul lima sore merupakan suguhan paling nikmat. Aku tidak peduli tempat, hanya interest dengan empat syarat di atas. Ritual yang sama, dengan menu pikiran yang macam-macam. Tak jarang aku langsung menemukan kisah jenaka selama ritual.

Pernah suatu hari aku memutuskan untuk melakukan ritual ini di taman olahraga. Tak disangka disana aku bertemu reporter acara kuis berhadiah. Kuis yang aku pikir sekedar cari sensasi sebagai bahan acara. Siapa Obama, sang reporter bertanya. Mati saja aku kalau sampai tak tau. Tuh, apa ku bilang. Sensasi yang membagi-bagi rizqi. Walaupun aku sempat heran, karena tak satupun dari pertanyaan sang reporter menyerempet soal olahraga. Barangkali dia memang tidak peduli meski ku sedang berada di taman firdaus sekalipun. Obama lebih penting daripada olahraga. Atau Olahraga kalah popular dengan Obama, sehingga khawatir aku jadi bikin malu saat diwawancara.

Dalam kisah lain yakni suatu sore pukul lima, yang aku lupa tepatnya tanggal berapa. Aku menyengajakan diri menyeruput minuman surgaku di kolam belakang milik almarhum nenek. Entah kenapa, ada yang memanggilku kesana. Pekat hijau kolam teratai yang sudah belasan tahun tak ku singgahi. Kodok bertotol muncul di semak, entah turunan yang keberapa dirinya. Capung dan kupu-kupu tampak berebutan nektar. Ya, Aku pun menyeruput menyerut kenangan yang masih belum pudar. Segalanya masih terasa sama.

Beruntungnya aku ada gundukan batu besar yang meminjamkan hitam pualamnya untuk ku duduki. Batu-batu serupa poligon tak beraturan, bertumpang tindih di sekeliling. Mereka menarik. Yang mengingatkanku pada gadis kecil berumur lima tahun yang hobi melempar batu kecil ke kolam. Gadis kecil berambut ekor kuda. Malas mandi dan sembrono sifatnya. Aku mengambil batu kecil itu satu. Plung! Segerombolan ikan dobi tampak merasa terganggu di air kolam. Tidak sia-sia aku kesini. Minimal menjadi buronan bagi para dobi yang anti dengan kesepian. Aku masih bergerilya pada mereka lalu mengambil sebuah batu kecil, lagi. Lantas tiba-tiba urung. Taukah kau kawan apa yang ku lihat disana. Yakni bulatan kecil yang berkilauan. Kelabat berlarian di pikiranku tentang gadis kecil berumur lima tahun yang sembrono. Benda kecil berkilau itu kini dalam genggamanaku. Cincin putih seukuran ujung jentikku. Seukuran dengan jari manis anak berumur lima tahun yang ada di ingatan. Kelabat itu makin jelas. Ya, gadis kecil itu aku dan kini aku ingat bahwa aku pernah kehilangan cincin ini di tempat yang entah dimana. Gagap gempita, kini aku menemukannya kembali. Disini. Di tempat dimana ia sendiri yang mengundangku. Di cincin itu jelas tertulis namaku : ”Diana”. Seruput kopi pahit menemaniku. Slurrrp!

Dan kali ini, disinilah aku. Dalam interval pukul lima sampai pukul lima lebih. Di sebuah beranda rumah kontrakan, yang ku huni gratis pemberian bos. Rumah hunian yang dihinggapi oleh dua anak yatim piatu, aku dan adik laki-laki yang berumur lima belas tahun. Ya, kontrakan gratis dimana aku merasa berhutang budi sejujurnya. Bos ku seorang janda yang sangat rupawan. Perempuan yang setia dalam kesendirian dan penuh dedikasi. Aku beruntung sebab ia tlah memungutku menjadi karyawan yang sangat ia sayangi. Anak si Bos, Fahmi namanya, mewarisi kemolekan ibunya. Fahmi pria putih bersih berkepala oval yang mengingatkanku pada Choki Sitohang. Satu-satunya lelaki di kantor yang sepertinya tidak pernah lupa mengancing lengan baju. Satu-satunya lelaki bahkan spesies manusia yang ku kenal, yang memiliki tanaman kaktus di jendela ruangan. Kata Si Bos, Fahmi lelaki yang taat beribadah dan gemar bersedekah. Si Bos selalu membangga-banggakan Fahmi di depanku macam lipstik yang dijajakan para <!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>sales. Bisik-bisik rekan sekantorku, konon katanya Si Bos ada mau padaku. Si Bos ingin segera menimang cucu, berharap cucunya dieram di rahimku, membentuk apa yang disebut sebagai kehidupan awal. Ku tanya pada mereka yang berbisik-bisik, kenapa harus aku. Sempurna, mereka berkata. Alasan bahwa aku nona sempurna, mereka anggap sebagai modus yang paling masuk akal kenapa Choki ’Fahmi’ Sitohang itu cocok bersanding denganku. Entahlah, aku berharap kesempurnaan berhasil ku capai meskipun status itu terdengar riskan. Kalau pun ada sesuatu yang sempurna dengan lelucon sederhana, maka hal itu adalah ritual secangkir kopi pukul lima sore. Slurrp!

Read Full Post »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang