Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Buku’

TANPA P

Lagi mikir-mikir, beli  buku ini ngga ya?

Berapa kali kita menyisihkan uang dalam sebulan (setahun)? Sebagai gudangnya pengetahuan, buku berbeda perlakuannya di mata anggaran bulanan. Barang-barang semisal baju, sepatu, tas, seandainya salah beli atau kurang pas, enak ‘digelontorkan’ di pasaran dan enak ‘mau diapa-apain’. Buku hanya dibeli bagi yang minat, dibaca kalau memang diinginkan. Itulah kenapa sebabnya, buku dengan ‘harga nyungsep’ belum tentu laris dibanding buku best-seller dengan harga selangit.

 

Maka saran saya, jangan sampe Anda salah beli buku, kalau ngga pengen jadi hiasan lemari doang. Berikut panduannya berdasarkan pengalaman:

  1. Baca Review atau Resensinya : Ini wajib banget, dan representatif. Review buku bisa kita nikmati di media social perbukuan semacam goodreads atau dibagikan cuma-cuma oleh para blogger. Ngga sedikit para blogger yang mendedikasikan lamannya untuk mereview buku yang dia baca secara berkala.
  2. Komentar pembaca : Reviewer atau para penulis resensi itu tidak akan lengkap tanpa kehadiran komentator. Jadi setelah baca resensinya, jangan lupa lanjut baca komentar pembaca lainya. Jawaban komentator ini biasanya lugas jelas, baik mereka yang menggemari maupun para pembenci. Kita bisa menelusuri jejak buku yang akan kita beli, baik dari sisi kelebihannya  maupun kekurangannya.
  3. Lihat siapa penulisnya : Ini bukan jaminan, tapi terbukti bisa jadi acuan. Kalau sebelumnuya kita sudah pernah membaca tulisan Si A. Artinya kita sudah mulai mengenal gaya, diksi dan rasa yang dibawanya. Kalau ngerasa suka, ngga perlu ribet baca review, mudah-mudahan bukunya tidak mengecewakan.Kan emang sudah suka!
  4. Lihat penerbitnya. Logikanya begini. Kalau penerbit bonafit dan kita tahu peneribit tersebut mementingkan kualitas, maka beragam jenis buku yang dikeluarkan biasanya sudah dengan seleksi ketat dan standard dunia penerbitan. Minimal, kita ngga harus kerut dahi dengan dilema editing teks, yang salah EYD atau kurang spasi. Bisa kriting lah di mata kalau baca buku abal-abal yang ngga di edit penerbitnya!
  5. Testimoner : Di jaman pencitraan gini, ngga lengkap tanpa kehadiran endorser alias testimoni tokoh. Testimoni ini biasanya ada di back cover bukunya, bahkan bisa berlembar-lembar di bagian dalam (buku motivasi  atau pengembangan diri biasanya doyan banget menuh-menuhin endorse, hehe). Walau terlihat bergengsi, saya posisikan tips ini di nomor buntut. Karena buku itu masalah rasa. Seolah ini perkara lidah. Jadi apa yang tokoh itu suka, belum tentu kita doyan. Mengingat kita pun beda gaya dan latar belakang 🙂

 

 

Silakan bagi para readers untuk berbagi tips lainnya. Sebab tulisan ini tegak berdasarkan pengalaman, bukan riset yang mendalam. Pasti nemu celah dan cacatnya. Akhir kata, marilah kita amalkan  “dont judge a book from its cover”. Situ baca cover, atau baca isinya mak?! hehe

 

 

*Sampai ketemu di postingan berikutnya, jangan lupa baca buku

 

Medan, 12 Januari 2016

Alga Biru

 

 

Iklan

Read Full Post »

“Revolusi Dari Rumah Kami”

setelah Menggenggam Bara Islam
dan Melawan Dengan Cinta
saatnya
REVOLUSI DARI RUMAH KAMI
-karena pernikahan adalah perlawanan-

“Seperti aku, tentu kau juga sudah jengah membincang pernikahan dalam suasana merah jambu.
Mari bersamaku,
membincangnya dengan warna merah menyala.
Ya, pernikahan adalah tungku yang memanaskan hawa perjuangan.
Hingga kelak, kita akan berkata dengan bangga:
Rabbi, Revolusi ini berawal dari rumah kami!

***

Buku ini bertutur tentang 3 fungsi utama rumah seorang pejuang Islam: penawar lelah, tempat berbenah, dan penebar dakwah.
Sebab itu, buku RDRK ini dibagi menjadi tiga pintu:

Prolog: meluruskan persepsi-persepsi berbahaya seputar dakwah dan nikah

PINTU PERTAMA: RUMAH, PENAWAR LELAH

Di jalan dakwah, ada bahaya yang mengintip, ada ancaman yang tiba-tiba menyergap. Ada musuh yang menampakkan diri, ada pula kawan yang menelikung dengan pedang Hindi. Adakalanya jiwa terasa lelah, raga terasa penat. Rehatlah sejenak. Rebahkanlah kepala sesaat. Berbaringlah, pejamkan mata untuk merenungi kelemahan diri, meyakini kemahabesaran ilahi.

Saat jiwa lelah, beruntunglah mereka yang telah menyempurnakan separuh dari agamanya. Beruntunglah mereka yang masih memiliki harapan untuk tersenyum selepas jihad yang melelahkan, sebab di rumah ada bidadari yang menanti dengan senyuman.

Di pintu pertama ini, kita akan membincang penawar lelah itu.

PINTU KEDUA: RUMAH, TEMPAT BERBENAH

Keluarga Nabi saw adalah kisah nyata yang demikian agung. Tidak sedikitpun celah untuk mencela. Tidak semilipun lubang untuk menggali kekurangannya. Rumah Nabi adalah rumah yang memancarkan cahaya ilahi. Dari rumah Nabi saw, Islam menyebar dengan cepat. Berawal dari delapan orang pertama yang memeluk Islam, kemudian 40 orang, dan seterusnya.

Pancaran cahaya ilahi menerangi seluruh Makkah, hingga tidak ada sebuah rumahpun di Makkah, kecuali ada Islam disebut. Pancaran cahaya itu semakin sempurna setelah hijrah ke Madinah al-Munawwarah. Dari sana Islam menyebar secepat api membakar rumput kering. Islam memenangkan pertempuran demi pertempuran, penaklukan demi penaklukan. Dengan cepat, wilayah Islam meluas hingga memayungi dua pertiga belahan bumi.

Rumah Nabi memang memancarkan cahaya ilahi. Namun janganlah kau lupa, sebelum cahaya itu memancar menerangi semesta, terlebih dahulu ia memijar di dalam rumah Nabi.

Di pintu kedua ini, kita akan berbincang tentang pijar itu. tentang meningkatkan kualitas diri bersama suami atau isteri. Juga tentang mereda badai yang siap menerpa bahtera kita. Juga tentang menyiapkan anak-anak kita, menjadi pejuang-pejuang berikutnya.

PINTU KETIGA: RUMAH, PENEBAR DAKWAH

Semestinyalah, jika Islam telah menancap di dada, maka tidak ada lagi yang memenuhi isi kepala selain tertegaknya kemuliaan Islam, dan itu menghajatkan dakwah.
Sehingga, setiap kesempatan, setiap tempat, setiap waktu, seorang Muslim sejati akan mengoptimalkan dakwahnya.
Termasuk di rumah kita. Ada tamu yang siap kita bakar semangatnya. Ada tetangga yang siap kita bangkitkan pemikirannya. Ada masjid yang siap kita makmurkan, untuk kemudian mencerahkan setiap jamaahnya.
Di pintu ketiga ini, itulah yang akan kita bagi bersama.

Epilog: Rabbi, revolusi ini berawal dari rumah kami!

***

Identitas Buku
Judul : Revolusi Dari Rumah Kami
–karena pernikahan adalah perlawanan-
Penulis : Abay
Penerbit : Za’faran (Grup Anomali) Yogyakarta
Dimensi : 12 cm x 17 cm, 216 halaman
Harga : Rp. 35.000
Terbit : 16 Mei 2010

PROMO KHUSUS 555:
Untuk 555 pemesan pertama, dapatkan bonus buku saku Perkembangan Kemampuan Dakwahku. Buku saku yang akan mengontrol sejauh mana perkembangan kemampuan melakukan kontak dakwah produktif dan kemampuan menjadi pembicara, trainer, penceramah, dll.

Terbatas! Hanya sampai tanggal 13 Mei 2010. Kumpulkan pesanan dari teman, sahabat, suami, isteri, adik, kakak. Karena untuk pemesanan kolektif akan mendapatkan diskon khusus.
Pesan 10 exp diskon 10%
Pesan 20 exp diskon 20%
Pesan 30 exp diskon 30%
Pesan 40 exp diskon 40%
Pesan 50 exp diskon 50%

Pemesanan
Hubungi Nur (0813 4884 5152)

Read Full Post »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang