Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘berkatalah aku’

Perang kepentingan kali ini, udah kayak Castiel bingung belain siapa, raja neraka ataukah bela Whincester Bersaudara. Kata orang bijak alias motivator alias yang pengendalian dirinya tingkat dewa :”bukan waktu yang kurang, tapi bagaimana kita mengaturnya”. Kadang ngalamin nggak sih yang namanya, bingung harus mendahulukan yang mana. Rasanya ingin semuanya tapi ngga bisa, rasanya pengen bisa tapi pastinya ngga bisa. Hehe…. Tamak memang tidak punya tempatnya.

Yang ikut ODOP apa kabar? ODOP alias One Day One Post, yang tentu dimulai dengan basmalah, dilalui dengan keringat, dan belum tahu nanti akhirnya gimana. Kemarin kebobolan, tak sentuh ini blog kesayangan. ODOPnya libur dulu sehari, hehehe….Ngga ada yang nyariin juga kali ya.pena-2

Gagal nge-ODOP gegerapa seharian di luar. Nemenin si kakak yang udah 2 minggu ngga liat keramaian. Kejamnyaaaa…. Selepas itu, sekarang tiap hari harus sudah mulai cicil naskah, yang sayang sekali sodara-sodara,naskahnya masih rahasia jadi ngga bisa sebar gitu aja dengan Cuma-Cuma. Eyaa… Malamnya berjibaku menidurkan si adik yang selalu menolak tidur. Entahlah. Kenapa sih anak-anak mau tidur aja kayak disuruh kerja paksa?!

Jadi, satu alasan kepada alasan berikutnya. Makanya, ini perang kepentingan campur perang alasan. Mana alasan yang paling masuk akal. Sebab setiap perkara harus ada kambing hitam. Terlepas dari itu, saya selalu rindu nge-ODOP, terlepas berbagai rintangannya. Setiap perjalanan manusia itu ada seni memintal kisah, memperjodohkan kesempatan dan destinasi takdir. Saya ingin ada disana, memahami maksud setiap kejadian.

Iklan

Read Full Post »

nikahMungkin sudah nasibnya, orang yang berstatus single atau bahasa kerennya jomblo, selalu di-bully di berbagai pertemuan. Meski tak bermaksud mengolok, candaan dan pertanyaan serius “kapan nikah” kerap kali terlontar. Kalau cuma sekali atau dua kali, pertanyaan itu enak dicerna dan dianggap angin lalu belaka. Tapi apa jadinya jika pertanyaan seputar ini selalu ditanya lagi dan lagi, tersindir disini dan disana. Sampai-sampai seolah para jomblo kehabisan cara untuk menjawab hal senada.

Berikut empat tipe dan cara yang bisa dijadikan jawaban pas, tepat, sampai nyentrik ketika Anda ditanya “kapan nikah”.

Pertama: Jika ditanya kapan nikah ? Jawab saja, “Insyaallah, mohon doanya”. Orang yang berniat tulus sampai bercanda, biasanya akan terdiam dan merasa cukup dengan lontaran seperti ini. Jangan lupa, Anda juga harus pasang tampang serius namun lembut, jangan cengegesan. Karena gesture alias bahasa tubuh, serta mimik, akan menentukan seberapa besar bobot dari kata-kata itu.

Kedua: “Kuliah udah, kerja udah, nikah kapan nih?” Ngaku deh, sering kan ditanya seperti ini. Biasanya kalimat ini terlontar untuk Anda yang dianggap sudah cukup umur dan mapan, atau setidaknya memang dianggap telah tiba waktunya, tapi belum-belum juga datang jodoh. Maka jawab saja, “sabar ya, lagi nyari yang sekufu dan se-agama”. Insyaallah yang dengar mafhum arah pembicaraan ini.

Ketiga : Jomblo sering diledekin, rasanya memang begitu adanya. “Sandal aja ada pasangannya, kok kamu sendirian aja”. Model seperti ini cukup dijawab dengan pernyataaan : “Cari sandal aja pengennya yang cocok di kaki, bukan cuma cocok di mata sama cocok di kantong”. Jawaban ini akan mengesankan Anda adalah tipe selektif dan tidak mau disamain dengan nasib-nasib sandal, yang apalah itu artinya dibanding harga diri Anda.

Keempat: Tak kalah telak, kadang jomblo terkena kritik tajam dengan sebuah pernyataan “Jangan terlalu banyak pertimbangan, pilih saja dari yang ada”. Batin jomblo kadang hendak teriak. Apalagi sebenarnya ini bukan masalah kita enggan memilih, tapi justru baru ditolak, hehe. Ah, sudahlah. Hal itu cukup Tuhan yang tahu. Maka buat orang yang sok kritik dan sok tahu ini katakan saja : “Jodoh pasti bertemu, jodoh pasti bertamu, jodoh pasti bersatu”.

Sebenarnya, masih banyak jenis pertanyaan “kapan nikah” beserta kiat-kiat menjawab supaya nggak mati kutu. Namun pada hakikatnya sama saja. Hal utama dari tantangan ini ialah bagaimana kita selalu membangun mental sebagai orang merdeka. Yaitu, kita ialah sosok yang membentuk keadaan dengan jalan hidup yang kita pilih. Bukan sebaliknya, direpotkan dengan suara-suara sumbang yang bahkan itu hanya sendar gurau pemecah keheningan.

Jadi, tak pantas kita berkecil hati, tak pula merasa tidak laku. Santai saja. Semua ada jalannya, setiap kejadian perlu momen. Kita hanya memilih cara, tapi Allah jua yang menentukan momentum dan tiap inci realitas yang menimpa kita. Semangat ya jomblo!

Read Full Post »

Jika ditanya, seberapa penting? Jawabannya penting nggak penting. Kuis atau lomba menuis memiliki beberapa kemanfaatan seperti berlatih mengeksplorasi tema, meracik plot dan menjaga deadline penulisan naskah. Nggak semua penulis kan punya ide bagus. Giliran ada, sukanya leyeh-leyeh alias menunda, ujung-ujungnya nggak jadi, sampe temanya basi.

tes

Kuis atau lomba menulis tentunya punya standard penulisan dan penjurian. Tantangan itulah yang jadi nilai seninya. Gimana sih supaya menarik ‘perhatian juri’. Itu kalau emang niatnya menang ( ada juga yang ikutan karena mengisi waktu senggang). Yah, itung-itung nambah jam terbang nulis lah. Ngga ada ruginya kan. Saran saya, walaupun sekedar cari pengalaman nulis, namanya hidup harus dorongan. Berikut kiat mengikuti kuis, supaya nggak sekedar jadi ‘penggembira’ doang.

 

  1. Lihat panitia penyelenggara. Ini dalam rangka menilik kualitas penjurian, maksud dan tujuan lomba serta mencegah hal-hal tidak diinginkan semisal penipuan atas nama lomba menulis. Atas nama keikutsertaan lomba, panitia abal-abal kadang meminta bayaran sejumlah uang. Hati-hati… biasanya panitia mumpuni nggak pake bayar-bayaran, apalagi yang bergerak dengan sponsor dan institusi legal. Nggak ada tuh minta uang pendaftaran.
  2. Perhatikan tema lomba. Untuk meningkatkan gairah dan kualitas naskah, maka jangan sekali-kali ikut lomba menulis untuk bidang yang tidak kamu kuasai. Karena itu semacam buang waktu dan menipu diri sendiri. Misalnya : Menulis Essay Peningkatan Transportasi dan Usaha Ekonomi. Secara, latar pendidikan kita di bidang medis, kok kurang nyambung ya.
  3. Cek poin penilaian. Apa sih yang diinginkan oleh juri? Originalitas, kreativitas, atau pokoknya nulis aja deh. Hehe. Ada juga tipe penjurian berdasarkan popularitas di social media (misal : LIKE terbanyak). Kalau saya sih, tipe kuis kayak gini biasanya nggak mau ikutan. Kok kayak dimanfaatin gitu ya kitanya, hehe.
  4. Jaga  deadline. Udah semangat-semangat setor naskah, ehh taunya udah lewat deadline. Nah, disini pentingnya kita punya persiapan dan perhatianmu wahai penulis. Jangan main garap aja, tapi nggak liat tanggalnya.
  5. Hadiah itu gairah. Ini termasuk poin penting kalau mau ikutan kuis. Kalau hadiahnya medali, piagam, sertifikat apalagi voucher belanja (yang ujung-ujungnya disuruh jualin karya penerbitnya), bawaannya langsung manyun. Ya mending nulis lepas aja, free for share, nggak mau jadi umpan pemasaran penerbitan. Bagi saya, penulis ya nulis, penjual ya jualan. Jangan disuruh penulis itu merangkap penjualan. Ada waktu dimana kita memang berdedikasi murni pengen nulis, kala lain pengen jualan. Jangan dicampur-campurlah ya.

 

Berikut salah satu kuis bergengsi yang bisa kita ikuti, saya kutip dari blog Mba Afifah Afra. Yang lain juga ada, entar saya update di postingan berikutnya ya :

“Lomba Penulisan Pariwisata dalam Rangka Hari Pers Nasional 2016”.

 

Lomba ini diselenggarakan untuk mendorong kecintaan masyarakat umum dan khususnya wartawan pada dunia bahari dan wisata Nusantara.  Selain wartawan dan media, empat komponen lain dalam konsep pentahelix itu adalah akademisi, pengusaha, komunitas, dan pemerintah. Total hadiah 500 juta loh!
Berikut ini beberapa ketentuan lomba:
1. Peserta lomba adalah wartawan yang bekerja aktif dan diakui pada satu perusahaan media massa cetak atau media daring. Bisa juga penulis lepas yang menerbitkan karyanya di salah satu media massa atau media sosial, atau pemilik blog yang memublikasikan karyanya di blog pribadinya.
2. Peserta dapat memilih satu dari tiga tema yang disediakan panitia, yaitu:
  • Pertama, Wisata Bahari yang berkaitan dengan kearifan lokal bersifat bahari yang meliputi aspek budaya, seperti ritual, tradisi, gaya hidup, mata pencarian, dan kuliner.
  • Tema kedua, Wisata Halal yang berkaitan dengan program Kementerian Pariwisata menggarap wisata halal secara serius, diawali dengan prestasi Pemerintah NTB mendapat penghargaan World’s Best Halal Tourism Destination yang diadakan di Uni Emirat Arab.
  • Tema terakhir, Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah yang merupakan potensi kekuatan pariwisata di NTB dan merupakan satu dari 10 destinasi  wisata baru yang dikembangkan pemerintah.
3. Karya tulis juga harus sudah disiarkan atau dipublikasikan di media massa atau media sosial (blog) pada kurun waktu Januari 2015-Januari 2016. Karya tulis dikirim melalui email pwi.pariwisata@gmail.com atau dalam amplop  tertutup dengan mencantumkan kode “Lomba Penulisan Pariwisata” di sudut kiri amplop dilengkapi dengan pemuatan di media (cetak, daring, blog) kepada:
Panitia HPN 2016 
Gedung Dewan Pers Lantai 4, 
Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat 
 
Selambatnya tanggal 25 Januari 2016. Dan disertakan kopi pemuatan di media.
4. Pengumuman pemenang akan disampaikan di arena Hari Pers Nasional 2016 di Lombok pada Februari 2016

 

 

Read Full Post »

Waduuh,, judulnya superior bingiittt! Padahal nggak gitu-gitu amat keless, hehe. Okelah, kita masuk ke inti aja ya. Semoga bermanfaat!

***

islam slEmpat tahunan bergabung dan berdakwah dengan pena bersama majalah DRISE, membuat kami tim redaksi ditakdirkan untuk mensortir tulisan para pembaca. Bentuknya bisa berupa cerpen atau opini lepas kreasi remaja islam. Di bawah alam sadar, jari jemari seolah sudah memiliki selera untuk memilih yang mana sih jenis tulisan yang layak terbit. Kayak muncul intuisi gitu loh. Apalagi jika ada perkara yang “fatal” di naskahnya. Wah, nggak dibaca sampe abis juga udah langsung terelimasi alias nggak layak terbit.

 

Jadi, supaya tulisan kamu nggak ditolak melulu, berikut bocoran hal-hal yang sering bikin naskah ditolak redaksi :

  1. Naskah di copas ke badan email. Huuu,,,, sepele ya?! Iyess,, tapi ini fatal banget. Percaya nggak percaya, fenomena ini terjadi pada 30% pengirim naskah ke majalah kami. So, supaya nggak bikin ilfil redaksi, mohoooon bingit supaya naskah di attach rapi.
  2. Lengkapi subjek email. Sebenarnya tulisan yang tanpa subjek email nggak langsung ditolak sih, tapi biasanya dipending alias ngantri untuk di-follow up. Isi email redaksi macem-macem ya say. Mulai dari naskah cerpen, opini, belum pertanyaan pembaca. Jadi kalau nggak dikasi “pop up” semisal subjek, resikonya bisa dicuekin.
  3. ‘Naskah Basi”. Naskah basi ini maksudnya bisa karena temanya sudah pernah diangkat, sudah tidak update, atau ketahuan copas dari penulis lain. Wah, yang seperti ini biasanya langsung tewas, alias nggak layak terbit. Majalah Drise sendiri tidak membatasi tema. Harapannya supaya para pembaca bereksplorasi dan bebas berkreasi. Tapi bukan berarti tanpa strategi dong. Kenali majalah sasaran, niscaya dia akan mengenalimu.
  4. Gaya bahasa tidak sesuai. Berhubung majalah DRISE sasarannya adalah pembaca remaja, jadi mohon banget sesuaikan dengan selera ‘lidah’. Tim redaksi sendiri rata-rata sudah nggak remaja lagi. Tapi masih getol kok dalam meremajakan tulisannya. Tujuannya cuma satu , yaitu agar konten tersampaikan dengan baik kepada perasaan dan pemikiran pembaca.
  5. Tidak sesuai EYD. Rubrik share your mind (opini) dan monogatari (cerpen) ialah jenis halaman yang mempertahankan originalitas naskah. Jadi tidak akan banyak editan. Sehingga peran penulis/kontributor dalam menuliskan naskah sesuai EYD sangatlah bernilai untuk diloloskan. Kalau kamu emang jenis alayers, plisss disimpen dulu alaynya ya. Kita ikutin ejaan yang disempurnakan, banggalah berbahasa indonesia dengan benar.
  6. Tidak memenuhi standard naskah. Biasanya, tulisannya kepanjangan atau bahkan terlalu mini. Tiap halaman sudah punya estimasi per karakter yang harus dijaga dan dipenuhi. Kalau terlalu sedikit, jadi kurang matching. Kalau kebanyakan, jadi bingung pas lay out, jangan-jangan majalahnya jadi mirip koran nasional. Tulisan kecil-kecil dan mepet-mepet. Kasian yang bacanya, Dear!
  7. Naskah tanpa nama! Whats?? Iyess…. naskah tanpa nama pengirim ini nggak sekali-dua kali. Entah karena gugup atau terlalu semangat, naskah tanpa nama penulisnya terbukti nyata adanya. Sooo… gimana tulisannya mau diloloskan kalau penulisnya ghaib, huuu sereem!

 

 

Jadi kan say, coba diinget-inget, jangan-jangan naskah yang kamu kirim mengandung unsur di atas. Mungkin satu atau dua poin, malah bisa lebih… hehe. Ngga perlu kapok atau minder. Yakin tiap tulisan itu punya jodohnya. Mungkin belum cocok untuk diterbitkan di suatu media, tapi layak di tempat lain. Don’t give up! Maju teruuusss!

 

PhotoGrid_1449129814867(1)

 

Salam

Alga Biru
Redaktur Majalah DRISE
drise-online.com

 

Read Full Post »

IMG20160110132026

Tak lah disangka, rupanya gencatan senjata tak hanya terjadi “Vaksin Versus Pro Vaks” atau lagu lama yang kembali anyar :”Full Mom Versus Working Mom”. Tapi para Mamak mulai merambah dunia “Me Time”, dimana segenap Mamak lain menolaknya. Bukan nolak sih ya, cuma disindir “Jangan manja ya Mak, biasa aja”. Ngga sampe terjadi Netizen-War, cuma sedikit adu mulut  (Eh, sama aja ya. hehe).

 

Bagi saya, ngga papa sih Mak. Nasehat menasehati itu perlu. Seperti perang Mamak Bekerja dan Mamak Rumahan, saya jangan disuruh milih ya Mak. Tiap rumah tangga dan setiap jiwa itu beda karakternya. Ambil aja yang baik-baik di mata agama. Kalau udah pilih jalan hidup, ngga usah lihat kiri-kanan ya Mak, nanti galau lagi. Katanya mau move on?

 

Apalagi pretelan semacam “Me Time” ini. Kalau kita para Mamak, memang lagi butuh piknik, butuh curi-curi waktu untuk menenangkan diri. Tinggal bilang aja. Kan ada rekan seperjuangan kita Mak? Itu Bapak-bapak jangan dilupakan. Mereka yang support kita untuk makin pinter, makin cantik, makin eksis. Jadi, ngga cuma kerepotan seputar anak atau tugas kantor yang dikeloni.

 

Cara tiap orang merasakan “nikmatnya waktu” kan beda-beda ya. Kalau saya, diajak ke toko buku udah senang. Anak-anak digendong dulu sama Bapaknya. Sambil merayu, mendelik sedikit :’Tolong Ya Bang, jaga dulu setengah jam”. Setiap pulang kerja, suami selalu tanya : “Say, malam ini keluar ngga?”. Walau ngga memohon, mungkin suami-suami udah ngerti kalau istri (apalagi Mamak Rumahan) butuh waktu bersama juga di luaran.

 

Bekerja sama, dan sama-sama bekerja aja ya Mak. Stop menilai kebahagiaan dan indahnya “me-time” itu dengan pergi ke salon, jalan-jalan, dan kumpul dengan teman se-konco. Suatu hari saya memohon kepada Allah: “Ya ALLAH, saya pengen istirahat, capek banget semua ini”. Rupa-rupanya bener, langsung dibayar lunas Mak. Jatuh dari motor, tulang iga patah dua biji, tulang jari remuk, tangan sobek, plus kepala bocor. Kontan, me-time banget alias bed-rest selama 2 bulan. Waktu itu situasinya, lagi kuliah, anak satu, hamil anak kedua, dan emang lagi sibuk banget sebenarnya.

 

Gairahkan hidup ya Mak! Ngerti banget kok tuntutan ibu jaman sekarang luar biasa banyaknya. Ah, hanya kitalah yang mengerti Mak. Dan sebagai sesama Mamak-mamak, jangan saling menikung ya. Kadang-kadang, apa yang kita serap, tak seperti kelihatannya. Yakin, surga itu ada di rumah kita, bersama anak-anak dan pasangan.

 

Medan, 11 Januari 2016

 

 

 

Read Full Post »

Tahun 2015 telah berlalu, dan nasib blog ini sudah seperti rumah hantu. Tak berpenghuni dan jenuh. Statistic View, apa kabar? Ngga usah ditanyalah,,,,, hehe.

 

Dan, sebuah nama, saya abadikan di blog ini. Tersebab yang satu ini bikin kepo, patut dicontoh, dan ternyata…. kebaikan itu bisa datang dari manapun. Jadi, stop menyalahkan keadaan kalau emang belum move on!

 

 

Selama ini, kalau bicara islam, kita tahu islam itu ya Arab, adanya di Arab. Kalau wajah Asia, bicara islam seolah bukan pakemnya, dan memang jauh dari nuansa Islam itu sendiri. Apalagi kalau bicara Amerika. Kalau lihat Amerika,ingatnya anti-teroris, bule seksi atau Mister Trump dengan segala rasisme. Dunia kadang berkebalikan, berkeanehan, dan bikin “oohhh”.

 

 

Salah satu yang aneh, atau “tidak biasa” adalah yang satu ini. Nama pemuda imut itu adalah Hamzah Al-Habashy. Rambutnya panjang, terurai mengembang. Kalau di Indonesia, pasti dimarahin Bu Guru. Kan di Indonesia ngga boleh cowok sekolahan yang rambutnya panjang, hehe. Ngga ding, kita lagi ngga bicarain rambut. Sebelum ngelanjutin, cek wajah cute-nya:

ham4

Dialah Hamza, Remaja asal Amerika Serikat berusia 14 tahun. Atas kegigihannya menghafal Al-Quran, ia akhirnya berhasil menjadi juara 2 Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) 2015.

Hadiah diberikan langsung oleh Syaikh Ahmad Bin Mohammad Bin Rashid Al-Maktoum, rilis Gulf News (15/07/2015)

Hamza Al-Habashy mendapat hadiah uang Dh 200.000 sebagai juara kedua. Juara pertama diraih peserta dari Arab Saudi Faisal Al Harthi dengan hadiah Dh 250.000. Sementara posisi ketiga ditempati oleh Mohammad Zakaria dari Bangladesh dengan hadiah  Dh. 150.000. Lantunan merdunya bisa di cek di link berikut ini Hamzah Penghafal Al Qur’an

Buat kita yang gemes lihat anak SMP yang sekarang banyak pacaran, kurang baca dan banyakan selfie. Ceki-ceki dikit, apa ngga pengen nambah prestasi ? Kabar baiknya untuk para orang tua: masih ada kok yang bisa kita teladani, orang yang bisa diajak sharing, dan guru untuk kita gali ilmunya. Gimana sih cara guru-guru mendidik anak  agar bisa punya ‘sesuatu yang ngga biasa’ seperti ini.

Ngga ada sesuatu yang ujug-ujug. Pasti ada proses dan jalan ceritanya. Pelan-pelan kita pelajari, sedikit-sedikit diamalkan.

 

Sampai ketemu di postingan saya berikutnya, moga saya dapat pencerahan, aamiin.

 

Hamzah-Al-Habashy.jpg

 

Read Full Post »

Sang Lelaki Sejati

Siapa sih yang ngga suka sama lelaki tampan, wangi, kaya pula? Jangan bayangin Justin Bieber, dijamin masih kalah gaya. Lelaki itu bernama Mus’ab bin Umair. Sesuai namanya ‘umair’, artinya ‘seseorang yang baik’. Hidupnya berkecukupan dan sering ‘disuit-suitin’ alias digandrungi gadis-gadis di jaman Rasulullah dulu. Lelaki ini sangat istimewa. Bukan saja di masa hidupnya, tapi juga di akhir hayat. Simak ya!

 

PENYAYANG DAN SABAR

Mus’ab lelaki penyayang. Sifat itu tampak dalam rasa sayangnya pada ibunya. Cuma berhubung ibunya ngga suka Mus’ab masuk islam, ehh si ibu malah mogok makan. Mus’ab yang penyayang ini hanya berkata dengan lirih: “Wahai ibu, telah ananda sampaikan pada ibunda dan ananda merasa kasihn. Tapi andai nyawa ibu keluar satu persatu, niscaya ananda tidak akan keluar dari agama ini

DIPLOMAT ULUNG

Siapakah orang yang paling berjasa dalam mengembangkan cahaya islam di madinah? Orang itu adalah Mus’ab bin Umair. Pernah suatu kali Mus’ab didatangi pemuka kabilah sambil bawa tongkat (mau marah-marah). Nah,, bukannya lari, Mus’ab dengan tenang berkata:”Duduklah tuan, jika tuan suka dan mendapat kebaikan dari apa yang saya sampaikan maka ambillah, jika tidak maka tinggalkan

MULIA SAMPAI AKHIR HAYAT

Akhir hidup Mus’ab penuh kemuliaan. Perang uhud memperjumpakan Mus’ab dengan tuhannya dalam keadaan syahid. Mus’ab sang pemegang panji, tertebas tangan kanannya oleh musuh. Cukup sampai disitu? Tidak! Lalu Mus’ab berusaha mempertahankan panji tersebut dengan tangan kiri, lantas tangan itu pun tertebas pula. Ahh,… Mus’ab, teladan bagi jiwa pemberani. <Alga Biru>

Read Full Post »

Older Posts »

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Menulis sebagai Pengingat

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

Write The Universe

Menulis sebagai Pengingat