Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2017

mujahideen-11

Takluknya Persia adalah sebuah perjalanan panjang keteguhan iman. Tidak akan berhasil kecuali pemimpin dan orang yang dipimpinnya memiliki visi yang panjang melampaui kemampuan mereka sendiri. Pasca kesedihan umat Islam lepas meninggalnya Baginda Rasul, tampuk kepempinan yang dilanjutkan oleh Abu Bakar, harus direpotkan sekelompok kaum murtad. Pada titik ini, tampaklah kemunafikan yang selama ini masih teredam oleh kharisma Rasulullah. Mereka membuat konspirasi kotor, yang tentu saja tidak dibiarkan begitu saja oleh Abu Bakar. Pasukan pun dibentuk, dimana terpilihlah Khalid bin Walid sebagai pemimpinnya. Target penciudakan adalah kaum murtadin, Khuwailid al Asdi, dari Bani Asad di Buzakhah dan Malik bin Nuwaira di Butah. Pasukan kedua, dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal yang menargetkan si murtad Musailamah Al Kadzab.

Setelah penaklukan ini, Abu Bakar memerintahkan Khalid untuk bergerak kea rah Persia, yang kala itu berkuasa dinasti Sassanid. Tahun 663 M, Khalid bersama pasukannya berangkat menuju Irak. Pertempuran digelar, pihak kaum muslimin memperoleh kemenangan. Tidak tinggal diam, pukulan balasan digelar dengan gabungan tiga kekuatan besar  yaitu  tantara Romawi, Persia dan Arab Kristen di Firaz. Alhamdulillah, kekuatan Khalid tidak tertandingi. Guna merangkak Romawi, wilayah Ctesiphon berhasil takluk pula.

 

Berita duka menyelimuti kaum muslimin. Abu Bakar terlalu cepat dalam kepemimpinannya dan wafat pada 634 M. Kedudukan kepemimpinan setelahnya digantikan sahabatnya, Umar Bin Khattab. Sempat terjadi peperangan yang mengalami jatuh bangun dari kedua belah pihak dalam beberapa kurun waktu. Sampai terjadilah suatu peristiwa penentu yang menjadi kejatuhan Persia. Yasdagird III dengan ambisinya merebut kembali daerah-daerah yang sudah ditaklukkan umat Islam. Pasukan Heraklius yang menjadi sekutu Yasdagrid dibuat kocar kacir oleh strategi pertahanan Khalifah Umar. Perang Yarmuk pecah, dengan mengakomodasi kekuatan 6000 pasukan kaum muslim. Kekalahan di pihak kaum kafir pada perang tersebut tidak disia-siakan untuk terus membakar api jihad hingga merangsek menakluk Persia. Saad bin Abu Waqqash membersamai 10.000 mujahidin, dengan menempuh negosiasi damai terlebih dulu sebagai wujud dakwah. Jumlah pasukan Persia sendiri sangat fantastis, yakni 60.000. Artinya, enam kali lipat pasukan muslim. Proses dakwah kepada Islam ini memakan waktu tiga bulan. Tak lain, mengajak daerah yang akan ditaklukkan tersebut untuk menerima Islam secara damai.

Kejadian unik itu terjadi. Peremehan terhadap duta atau delegasi perang artinya pelecehan terhadap negara. Suatu kali delegasi kaum muslimin, yaitu Ashim bin Amir menghadap Yasdagrid III guna menyampaikan misi dakwahnya. Tanpa diduga, pemimpin kafir itu mengolok-olok sang negosiator dengan menyiramkan tanah ke atas kepalanya. Jawab retoris negosiator itu mencengangkan, “Awal yang baik ! Musuh telah menyerahkan wilayah teritorialnya secara sukarela kepada kita (pengibaratan tanah yang diserahkan ke kepalanya)”.

persia

Ketika situasi di Syria sudah berada di bawah kendali kaum Muslimin dan pasukan Romawi telah dikalahkan di medang perang Yarmuk oleh Khalid bin Walid, khalifah Umar memerintahkan agar segala negosiasi dengan Persia segera dihentikan. Ini sebagai sinyal terbuka kepada Persia, agar mereka bersiap-siap untuk perang. Peperangan berlangsung selama empat hari. Pada hari keempat, kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan Persia. Beberapa kali ada upaya untuk merebut kembali, namun kandas dalam kegagalan. Seluruh kawasan Irak pun dikuasi oleh Islam. Seiring waktu, masyarakat mulai mengenal keindahan hidup di bawah naungan Islam. Secara sukarela mereka pun berbondong-bondong memeluk agama langit ini. []

Iklan

Read Full Post »

Hidup sembarang hidup. Kita makan, minum, beraktivitas, berlari, tidur, dan merasakan segalanya berjalan normal. Kejadian yang berulang seringkali menghilangkan makna. Kita lupa bagaimana menakjubi kaki yang kuat, tangan yang lengkap, badan yang sehat. Jadi lain ceritanya di hadapan seorang manusia yang memiliki keistimewaan sekaligus keterbatasannya.

Al-Quran-Bicara-Tentang-Cara-Mendekatkan-Diri-Pada-Allah

Cerita ini sedikit berbelit. Seseorang yang terhubung dengan tali persaudaraan yang unik, kisah yang mengharukan, dan mengajak kita seharusnya lebih banyak bersyukur dibandingkan sebelumnya. Robert Davila ialah seorang yang memiliki keterbatasan fisik. Sejak kecil, ia lumpuh dari leher hingga kaki. Dia diayomi di rumah perawatan khusus di salah satu negara bagian Amerika. Tentu saja, dengan keterbatasan ini, tidak mudah baginya untuk melakukan berbagai hal. Baik kemandirian sederhana yang rutin, apalagi menerjang tantangan lainnya di dalam hidup.

Rumah khusus itu memiliki kegiatan positif guna membangun karakter para pasiennya. Kerap kali para pastor atau pemuka agama datang untuk memberikan ceramah, melakukan pelayanan dan menghibur mereka. Robert memiliki teman akrab selama tinggal disana. Suatu kali, sang teman bercerita bahwa sebentar lagi ia akan menjalani operasi khusus guna mendapatkan donor organ yang diperlukannya. Berharap operasi itu akan memberikan hidup yang lebih baik baginya. Nasib berkata lain, tatkala Robert mendapat kabar bahwa sang teman ternyata meninggal di meja operasi. Ia sangat sedih kehilangan teman yang paling berharga bagi dirinya. Sebagai bentuk empati keluarga duka, diberikanlah kalung salib kesayangan kepada Robert sebagai bagian dari peninggalannya sebelum menemui ajal. Kalung itu pun diterima Robert dengan haru, betapa ia merindukan pertemanan mereka.

Satu malam yang tak pernah terbayangkan olehnya. Ia bermimpi aneh yang bukan main. Di dalam mimpi itu, Robert berdiri tegak dengan kedua kakinya. Di samping kirinya ia melihat salib berdiri tegak. Sementara tak jauh dari tempatnya berdiri, tampak sekelompok orang sedang mengitari seorang pemimpin yang tampak penting. Seorang yang dikelilingi itu bercahaya terlindungi. Rasa penasaran membuat dirinya menghampiri dan bertanya siapakah lelaki itu. Dan lelaki itu memperkenalkan diri bernama Muhammad, seraya menunjuk ke arah Salib. Berkata : “Ketahuilah, salib itu hanyalah hamba. Dia tak patut untuk disembah”. Selepas perkataan itu, Robert terbangun dari mimpinya.

Dia tak dapat melupakan mimpi ganjil yang amat luar biasa merasuk ke dalam jiwanya. Dia meminta dibantu untuk bisa berselancar di dunia maya untuk mencari perihal seputar Muhammad. Dia mendapatkan Muhammad sebagai seoarang nabi yang mengajarkan agama Islam kepada umat manusia. Robert mempelajari lebih jauh tentang Islam dan kitab sucinya. Tentu saja dia mengalami banyak kesulitan, terlebih Al Quran yang dengan Bahasa Arab yang tidak dia pahami. Dia mempelajari bagaimana syarat seseorang masuk Islam. Kalimat syahadat akan mengantarkannya kepada keislaman. Dia terpesona dan pertanyaannya seputar kedudukan Jesus di dalam Al-Qur’an pun terjawab. Dia pun bersyahadat, meski tak seorang pun menyadarinya. Dia menyembunyikan keislamannya dari siapapun.

Dengan keislaman yang sembunyi-sembunyi, Robert berusaha keras menghapal Al-Qur’an semampu dirinya. Akhirnya, dia berhasil menghapal 10 ayat pendek, subhanallah. Hapalan ini menjadi wiridnya sehari-hari, yang dia lafadzkan dalam keterbatasan. Suatu hari, datanglah seorang Amerika berketurunan Mesir untuk melakukan rutinitasnya membersihkan ruangan. Tak sengaja, dia mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an. Alangkah terkejutnya, darimana kah asal suara itu. Merasa terpana, kepada Robert lelaki itu bertanya : “apakah yang kau bacakan tadi?”. Aku membaca al-Qur’an, karena aku sedang berusaha menghapalnya”. Percakapan itu pun berlanjut, “Bagaimana kau melakukannya? Bukankah ini lingkungan kekristenan?”. Robert pun berkata : “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah nabi Allah. Aku mencarinya di internet, lalu aku pun mengimaninya”. Lelaki keturunan Mesir itu tak lain adalah seorang muslim yang sudah lama tidak kehilangan rasa keislamannya. Dengan berurai air mata, dia berkata Robert : “Hai kawan, aku ingin kembali. Aku ingin merasakan nikmat agama ini lagi”. Mereka pun menjalin persahabatan. Menemukan iman dengan caranya sendiri. Kadang kita mengira telah melakukan banyak hal, merasa lebih jasa dan sempurna. Kesempurnaan palsu yang tak membuat kita mengecap indahnya hidayah Allah Swt. Sementara orang tertentu, yang jauh dari kemungkinan-kemungkinan, mendapatkan satu kemungkinan terpenting yang merubah jalan hidup. Memantaskan diri memeluk hidayah, bertambah takwa meski satu anak tangga. Tiada yang lebih menyempurnakan dari sempurnanya iman. []

 

*)Perjalanan spiritual, hasil nongkrongin video bagus Ustadz Nouman Ali Khan. Semoga bermanfaat dan menambah keimanan

 

Read Full Post »

« Newer Posts

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang