Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2010

…. Pelumas*

.......

Gejolak, bara, beling, fitnah.. saat kebenaran menjauhi logika, semoga kita tetap memandangnya sebagai ujian dan merasakan manisnya iman. Taubat dan Bekerja tuk lebih baik, semacam koin sepasang yang berjalan beriringan. *senyum*

Iklan

Read Full Post »

weeittsss...


–TIPS MENGATASI MASALAH–

Kita kadang gentar terhadap masalah. Bahkan terkadang kita menjadi sengsara sebelum masalah menghadang kita. Padahal, hidup ini adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah lain. Menurut Aa Gym, sebetulnya yg menjadi masalah bagi kita adalah sikap kita terhdp masalah. Barang siapa yg semakin hari semakin tdk terampil menyikapi masalah, maka itulah masalah kita yg sebenarnya. Berikut ini beberapa kiat dlm menghadapi masalah:

1. Siap menerima yang kita suka maupun yang tidak kita suka
Sesuatu yang baik atau buruk kita rasakan belum tentu baik atau buruk pilihan Allah bagi kita. Kadang kita merasa kecewa dan sedih akan sesuatu tapi boleh jadi nanti sesuatu tersebut akan jadi suatu yang indah bagi kita.

2. Kalo sudah terjadi – takdir- RIDHO !

Seseorang menderita bukan karena kenyataan yang menimpanya tapi boleh jadi karena tidak bisa menerima dengan baik dan ridho atas kenyataan tersebut. Bagaimana kita menerima takdir, itu sudah terjadi dan tidak bisa diulang untuk tidak terjadi. Jadi tampillah apa adanya, jangan mengharapkan pujian dan memberatkan diri sendiri hingga kecewa dan tidak puas jika tak mendapat apa yang diharapkan.

3. Jangan mempersulit diri sendiri.
Jangan mempersulit diri dengan pikiran dan harapan yang jauh. Semua sudah ditentukan Allah dan baik buruknya perbuatan seorang akan kembali pada dirinya sendiri. Teko hanya akan mengeluarkan isinya, seorang yang baik hanya akan mengeluarkan kebaikan.

4. Evaluasi diri
Tiap orang akan beroleh ujian, maka evaluasi diri dan bertaubat untuk kesalahan kita atau untuk perbaikan dimasa datang.

5. Cukup Allah sebagai penolong dan tempat bersandar

Footnote: Terima kasih untuk Zallum Ar-Rantisi atas tag foto yang sudah saya anggap seperti  “pil penyembuh” ini.  Semoga Allah menunjuki kita semua ke jalan rahmad dan penuh berkah. Amin.

Read Full Post »

**Anak dan Kepompong**

Seorang anak manis dan imut bermain di taman. Betapa bunga-bunga telah berhasil ia baui, warna-warnanya ia kagumi, dedauanan melambai mirip tarian. Taman itu telah membuatnya jatuh hati. Dari balik ketiak dedaunan, matanya mengamati gejala. Gulungan seumpama cerutu bersembunyi disana. Ada lendir yang memenuhinya, mahluk serupa ulat berada di dalamnya. Terperangkap. Ringkih. Sakit. Malang.
”Ulat,…. Kamu kasihan banget” Anak itu berujar.
Sosok ulat itu menjijikkan, jelek rupa. Bukan seperti mawar, melati maupun jingga pelangi yang dirindukan katak dan serangga. Tak ada satu pun daya tarik padanya, selain gundukan rasa iba yang terlanjur memasuki relung hati si anak yang manis itu.
”Sebentar ya Ulat, aku akan menolongmu”
Si anak pun memutuskan untuk turun tangan dan ’membebaskan’ si ulat (kepompong) dari selubung cangkangnya. Si anak itu bersumpah serapah, karena cangkang keras telah mengikat ulat di taman yang damai. Lendir cangkang telah membuat ulat sesak bernafas dan gagal merasakan nikmatnya udara bebas.
”Huhhh… gara-gara cangkang dan lendir ini, ulat jadi susah nafas deh”
Maka misi anak itu pun final. Si ulat itu telah keluar dari cangkangnya. Lendir-lendir itu tinggal sisa. Si ulat itu menampakkan dirinya. Ia adalah sesosok mahluk bersayap dan memiliki warna warni, entah kenapa memburam. “Ulat bersayap” itu tidak mampu terbang, sulit, tetap ringkih…. cacat.
Ahhh…. Maka andai bunga-bunga boleh bicara, angin dibiarkan mencerca, ingin kedunya berkata:
”Duhai anak yang manis…. Niatmu mulia, namun caramu keliru. Andai kau tau, bahwa rasa sakit di cangkang itu adalah bagian dari hidup yang tidak sia-sia. Setelah cangkang itu, keindahan menunggunya. Namun sekarang, ia cacat untuk selamanya, karena kau ’membebaskan’nya dari sakit yang bisa ditahannya dan tidak lama”

—– THE END—–

Menghargai proses, menahan sakit, sabar dan tidak cengeng merupakan bagian dari metamorfosis kehidupan. Niat baik tidaklah cukup bagi misi ’penyelamatan’. Butuh matang pikir, mantap usaha untuk suatu tujuan mulia.

”Rasa sakit itu, jika kau sabar dan tegar, maka ia akan menjelma menjadi kekuatan”
”Kita harus sabar menunggu hujan, untuk melihat pelangi sesudahnya”

-Terima Kasih, untuk tamu yang telah menjadi pelangi saat kemarin dan kemarin. Sekarang, masih musim hujan. Sekarang, masih fase kepompong. Akankah menjadi pelangi dan kupu-kupu?? Semoga! Pasti Bisa! Bersama Allah ta’ala, aku bisa. Amin-

Oleh: Alga Biru
02 Februari 2010, 00:07
^Senyum^

Read Full Post »

Ada satu hal yang amat mahal di dunia ini….

K E S A D A R A N

Sudahkah Anda memilikinya ??

Wahai sekalian alam, sudah saatnya Anda keluar dari “kotak” !

Masih mau jadi Autis??!

(Yaelah… Hari geneeee)

^Senyum dulu aahhh^

Read Full Post »

B. Etika Posting dan Bersikap
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa internet adalah termasuk media tercepat dan termurah untuk menyebarkan informasi. Dalam satu kali klik, seluruh indonesia dapat mengakses informasi yang kita berikan. Dan hal ini tentu saja menimbulkan dua kemungkinan, yaitu menjadi potensi yang sangat baik atau menjadi potensi yang sangat buruk. Oleh karena itu, ada beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan internet sebagai sarana penyebaran informasi.

1. Hendaknya informasi yang kita kirimkan adalah yang benar, dibutuhkan dan untuk umum
Ada banyak informasi yang ada disekeliling kita, sebagian informasi tersebut ada yang benar, meragukan atau salah sama sekali. Seorang yang mendakwahkan Islam harusnya memberikan informasi ketika dia telah memastikan kebenaran informasi ini, dan tidak menyampaikan informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga akan mengundang mudharat. Bila perlu, ia mencantumkan sumber dan link yang bisa dibuka untuk informasi-informasi yang sensitif. Sehingga dengan adanya hal seperti ini kita terhindar daripada fitnah dan menggunjing, serta merugikan orang/kelompok lain. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (QS al-Hujuraat [49]: 6)

Setelah kita memastikan kebenaran berita itu, maka hal yang harus kita pikirkan adalah “apakah informasi ini dibutuhkan?”. Karena ada informasi yang tidak dibutuhkan tetapi terkadang tetap diposting dan disampaikan. Hal seperti ini akan membuang waktu dan bisa jadi menyulut masalah yang lain. Di facebook sering kita lihat sindrom semacam ini, seolah-olah update status menjadi sesuatu yang wajib.

“Lagi melihat matahari terbit..”, lalu 5 menit lagi “Tidur lagi ah..”, terus 1 jam berikutnya “saatnya pergi ke kampus”, 30 menit lagi “ada pengemis di jalan, kesian banget deh..”, nggak lama kemudian “BRB, pergi ke neraka dulu..”. Ada juga yang sibuk mengirimkan ucapan selamat, hug, smile, kiss, love yang nggak penting seperti “Please accept this smile — I got it just for you!”, atau “I got you a special ♥heart!” dan lain-lain

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَاسَمِعَ
Cukuplah bagi seseorang berbuat dosa dengan menceritakan setiap apa yang didengarnya (HR. Muslim)

Selanjutnya, kita juga harus membedakan informasi mana yang hanya menjadi konsumsi internal dan informasi mana yang boleh menjadi konsumsi publik. Kehati-hatian seharusnya menjadi asas seseorang dalam menyampaikan informasi. Karena apabila informasi yang seharusnya menjadi konsumsi internal ternyata bisa diakses juga oleh publik, maka ini menjadi sesuatu yang sangat merugikan, bahkan sampai kepada tingkatan haram untuk menyebarkan informasi yang seharusnya tidak boleh disebarkan.

Kisah Hatib bin Abi Balta’ah dapat kita jadikan contoh. Ketika Rasulullah memerintahkan kaum muslim untuk merahasiakan tentang rencana futuh makkah. Hatib yang tidak memiliki saudara yang dapat melindungi harta dan kerabatnya akhirnya tergoda untuk menuliskan surat (menyampaikan informasi) yang harusnya tidak disampaikannya. Walaupun akhirnya Allah dan Rasulullah memaafkan tindakan Hatib yang lalai, tetap saja rasulullah memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk mencegat perempuan yang membawa surat Hatib kepada penguasa makkah agar jangan sampai rahasia itu jatuh kepada orang yang tidak berhak mengetahuinya.

Rasulullah juga menyampaikan:
إِذَا حَدَّثَ الَّرجُلُ بِاْلحَدِيْثِ ثُمَّ اْلتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ
“Bilamana seorang membicarakan sesuatu kemudian dia menoleh kepadanya maka itu adalah amanah (HR. Abu Dawud)

Dalam setiap gerakan dakwah, terdapat kerahasiaan dan kehati-hatian. Dan hal ini harus benar-benar dipahami oleh setiap orang yang berada di jalan dakwah. Maka setiap ummat muslim, khususnya pengemban dakwah harus membiasakan untuk menyampaikan informasi yang perlu-perlu saja. Hal-hal yang tidak perlu menjadi konsumsi publik tidak perlu di-posting. Dan segala sesuatu yang bersifat rahasia tetap harus dijaga. Karena kehati-hatian dan kewaspadaan lebih utama daripada terlanjur lalai.

2. Mengabarkan berita baik untuk berbagi kebahagiaan sah-sah saja tapi jangan berlebihan

Allah menyampaikan di dalam al-Qur’an:
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur) (QS adh-Dhuhaa [93]: 11)

Artinya sah-sah saja seandainya kita mendapatkan nikmat atau kebahagiaan dari Allah lantas kita menyampaikannya dan menceritakannya dengan saudara-saudara kita dengan harapan mereka juga akan termotivasi dan bersyukur pada Allah atas nikmat-nikmat yang juga mereka terima.

Tapi kita harus mengingat, bahwa tidak semua nikmat yang kita rasakan dan kita dapatkan harus kita ceritakan dan pampang atau kita posting. Maksudnya adalah kita hanya mem-posting yang perlu-perlu saja. Tidak semua hal harus kita posting, berusahalah untuk memposting sesuatu yang akan menginspirasi-memotivasi dan membagikan semangat, jangan terlalu berlebihan.

وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَّي وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مِجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُوْنَ
“Dan sesungguhnya orang yang paling aku dibenci dari kalian dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah orang yang banyak bicara (HR. Tirmidzi)

3. Menghindari menyebarkan berita yang mengundang mudharat
Yang paling banyak kita temukan dalam posting di dunia maya adalah orang dengan niat yang baik dalam memberikan informasi, namun dia tidak sadar bahwa perbuatannya itu malah mengundang mudharat. Misalnya dengan posting:

“Teman-teman sekalian, ada situs yang sangat menghina Islam disini: http://www.linknya-dipaste-lagi.com, kita harus mengambil langkah terhadap penghinaan ini!”.
atau yang begini:
“Jaman sekarang ancur banget, ada film yang judulnya –JUDULNYA DISEBUTIN LAGI- yang isinya banyak banget tentang pornografi dan pornoaksi. Ada adegan dewasa euy disitu. Dunia semakin parah deh”

Oklah, mungkin yang nge-pos berniat untuk memberikan informasi, tapi tanpa sadar informasi yang dia sampaikan malah termasuk menyebarkan fitnah itu sendiri, dan semakin banyak orang yang akhirnya mengakses situs tersebut, lalu menyebarkannya kembali dan seterusnya. Apa hasilnya?. Hasilnya sang pembuat situs tadi senang gembira melihat jumlah visitornya yang melangit, lengkap dengan cacian yang paling seram yang bisa dilakukan manusia disitu yang semakin membuatnya punya alasan untuk membenci Islam dan menyudutkan Islam.

Kita harus ingat bahwa memberitahu seseorang tentang sesuatu yang buruk bukan dengan mencontohkannya.

Masalahnya, banyak orang yang awalnya tidak mengetahui malah jadi mengetahui dan mengakses situs-situs yang harusnya tidak boleh diakses. Walaupun mungkin ada manfaat ketika kita menyebarkan informasi semacam ini, tapi tetap saja menolak mafsadat lebih utama dari mendapat manfaat. Sesuai kaidah yang berbunyi:

إَنَّ دَفْعَ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ
Sesungguhnya, menghindari kerusakan, harus didahulukan dibanding mengambil manfaat.”

Jadi, ketika kita menemukan situs penghinaan terhadap Islam, informasi yang mengundang mudharat atau semacamnya, lebih baik kita lansgung tutup dan jangan pernah kembali. Tidak perlu membesar-besarkan dan menyebarkannya. Karena justru itu yang diinginkan pembuatnya. Toh hal yang semacam ini akan terus ada kapapnpun internet ada.

Kalau anda memiliki kekuasaan ataupun koneksi kepada orang yang bisa menghentikan, maka cukuplah informasi ini diberikan padanya saja dan tidak selain dia. Semua ini untuk menjaga agar fitnah tidak tersebar kemana-mana.

4. Tidak berlebih-lebihan dalam memberikan informasi
Seringkali kita menemukan banyak sekali hamilud dakwah yang justru ‘tebar pesona’ di setiap posting atau informasi yang dia berikan. Membuat postingnya seolah-olah terlihat ‘keren’, atau sesuatu yang diluar atau bukan kapasitasnya agar banyak comment yang mampir dan mengaguminya.

إن من أحبكم إلي وأقربكم مني مجلسا يوم القيامة أحاسنكم أخلاقا , وإن أبغضكم إلي وأبعدكم مني مجلسا يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون
Diantara orang yang aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku di hari kiamat adalah orang yang baik akhlaknya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah ats-Tsartsarun (orang yang memaksakan diri untuk memperbanyak perkataan), al-Mutasyaddiqun (orang yang bicaranya kesana-kemari tanpa kehati-hatian) dan al-Mutafayqihun (orang yang sengaja memperluas cakupan pembicaraan dan membuka mulut mereka dalam pembicaraan tersebut serta memfasih-fasihkan/membagus-baguskan bahasanya dalam pembicaraan). (Muttafaq‘alaih)

Maka usahakan dalam setiap posting dan informasi yang kita berikan kita selalu berserah kepada Allah. Sama sekali tidak membuat-buat, atau membesar-besarkan perkataan, atau membuat sesuatu yang dibagus-baguskan. Kalaupun kita ingin memposting sesuatu yang menyemangati dan memprovokasi semangat, maka lakukan dengan hati-hati.

5. Tidak bersikap lemah, membuka aib diri sendiri ataupun orang lain dalam menyampaikan informasi
Saya rasa tulisan menyangkut masalah ini sudah banyak dibuat, begitu banyak tulisan yang bernada lebay, melo (melankolis) yang tidak seharusnya ditampilkan di posting. Ataupun posting yang membuka aib pribadi dan hal-hal privat yang harusnya tidak ada di ruang publik. Sehingga hal itu bisa mengundang fitnah kepadanya.

“sedang menunggu bidadari…”, “Malem jum’at enaknya ngapain ya?”, “aku menanti kedatangan dirinya..”, “siapakah dia yang selama ini aku rindukan..”, “aku tak mengerti siapakah aku saat ini”, “sedang mencoba merengkuh bulan”, “Cuma kamu yang terbaik buat aku..terima kasih kamu sudah sayang ama aku selama ini.. Mamah”, “Sudahlah…”, “Terimakasih Cinta….”, “Semua telah berakhir…” (terus terang saya suka ngakak lalu nangis kalo baca posting/status yang beginian)

Sedangkan Rasul telah memperingatkan kita untuk menjauhi fitnah:

إن السعيد لمن جنب الفتن
Sesungguhnya kebahagiaan bagi siapa saja yang menjauhi fitnah (HR. Abu Dawud)

Walhasil, atas semuanya itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa posisi kita sebagai hamilud dakwha telah membawa kita pada suatu kedudukan dan tanggung jawab yang lebih besar dan berat dibandingkan yang belum berkomitmen dalam dakwah. Setiap kata-kata, posting, informasi yang kita keluarkan akan diawasi dan dimonitor oleh semua pihak, baik yang suka ataupun yang tidak suka. Karena itu lebih berhati-hatilah dalam memilih informasi mana yang akan kita bagikan.

Dakwah memang sulit dan sudah sulit, jangan dibuat lebih sulit lagi. Refreshing boleh, bercanda boleh, asal jangan berlebihan dalam memanfaatkan dunia maya. Gunakan dunia maya sebagai wasilah untuk memperluas jangkauan dakwah. Bagikan semangat Anda pada yang lain dengan kontribusi apapun. Insya Allah semua yang kita lakukan di dunia maya termasuk kebaikan yang akan dicatat oleh Allah.

Wallahu a’lam bi ash-shawab

Akhukum Fillah,
Felix Siauw

Read Full Post »

_True Love

Furikaeru to itsumo kimi ga waratte kureta
Kaze no you ni sotto

Mabushi sugite me wo tojitemo ukande kuru yo
Namida ni kawatteku

Kimi dake wo shinjite kimi dake wo kizutsukete
Bokura wa itsumo haruka haruka tooi mirai wo
Yume miteta hazu sa

Tachitomaru to nazeka kimi wa utsumuita mama
Ame no you ni sotto

Kawaranai yo ano hi kimi to deatta hi kara
Namida ni kawattemo

Kimi dake wo mitsukete kimi dake shika inakute
Bokura wa itsumo haruka haruka tooi mirai wo
Yume miteta hazu sa

(True Love – Fuji Fumiya, gejreng-gejrengggg…. Enak didengarin. Enak dah pokoknya!)

Read Full Post »

**Hari Cinta telah Binasa**

Ada lelaki yang jatuh hati

Ada perempuan berdandan hati-hati

Para lelaki mengirim surat cinta

Para perempuan membalas cintanya

Sekumpulan lelaki menebar janji

Sekumpulan perempuan menebar pesonanya

Tak satu lelaki pun yang sudi tak dapat pasangan

Tak satu perempuan pun yang sudi kehilangan pasangan

Tak ada yang ingin disebut ketinggalan zaman

Kecuali lelaki yang sholeh

Tak ada satu pun yang mau dianggap mati gaya

Kecuali perempuan sholehah

Ketika para lelaki biasa merayakan hari cinta sehari saja

Para lelaki sholeh merayakan setiap harinya

Ketika para perempuan mendapat coklat dari pacarnya

Para perempuan sholehah mendapat lebih dari coklat dalam hidupnya

14 Februari, mereka bilang ”aku cinta padamu”

14 Februari, mereka bilang ”inilah bukti cintaku”

14 Februari, mereka berkata ”akulah belahan jiwa”

14 Februari, mereka berkata ”kamulah satu-satunya”

Setelah 14 Februari, mereka lupa

Setelah 14 Februari, nafsu itu menampakkan belangnya.

Nistalah anggapan 14 Februari sebagai hari cinta

Sang hari cinta itu dusta

14 Februari bukanlah apa-apa melainkan ritual yang dimurkai-Nya

Allah murka! Allah murka!

Allah tidak menyukainya!

Maka adakah para lelaki mendengarnya?

Maka akankah para perempuan mematuhinya?

Jika kamu lelaki biasa, jadilah luar biasa

Cinta di hari apa saja, kamu takkan pernah mati gaya

Jika kamu perempuan biasa, jadilah luar biasa

Menghiasi iman dan taqwa, berharga sepanjang masa


Maka bagi lelaki dan perempuan yang luar biasa

Hari cinta telah binasa

Oleh: Alga Biru

1 Februari 2010, 23:06

( True Love, dan ku usap peluh ini demi benar-benar merasakan cinta sejati itu seperti apa manisnya. Ahh Allah ta’ala, Kau lah muara)

Read Full Post »

« Newer Posts

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang

The Work of Wiryanto Dewobroto

. . . sebab dari buahnya, pohon itu dikenal.

Saatnya Bercerita

Jangan pernah menulis sesuatu yang kelak akan membuatmu menyesal

Rumah kecil di seberang universitas

the story of a growing cutie family...

J'étais Parisienne

I was a Parisian

Nurbaiti-Hikaru's Blog

Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti

fattahrumfot.writings

Tinta-Tinta Gagasan

The Journey in Me

"The journey is the reward" - Chinese Proverb

bocahbancar.wordpress.com/

A Social Worker, A Great Dreamer

melquiadescaravan

Climbing up the mountain of books and Reading a book while climbing the mountains

Journey of Sinta Yudisia

Writing is Healing. I am a Writer & Psychologist.

Jiwa yang Pergi

Catatan hati dan pikiran setelah anakku mengakhiri hidupnya

What an Amazing World!

Seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Kajian Timur Tengah

dan Studi Hubungan Internasional

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

It's My Notes

Blog tentang catatan-catatan yang sering kutulis di waktu senggang