setelah Menggenggam Bara Islam
dan Melawan Dengan Cinta
saatnya
REVOLUSI DARI RUMAH KAMI
-karena pernikahan adalah perlawanan-
“Seperti aku, tentu kau juga sudah jengah membincang pernikahan dalam suasana merah jambu.
Mari bersamaku,
membincangnya dengan warna merah menyala.
Ya, pernikahan adalah tungku yang memanaskan hawa perjuangan.
Hingga kelak, kita akan berkata dengan bangga:
Rabbi, Revolusi ini berawal dari rumah kami!
***
Buku ini bertutur tentang 3 fungsi utama rumah seorang pejuang Islam: penawar lelah, tempat berbenah, dan penebar dakwah.
Sebab itu, buku RDRK ini dibagi menjadi tiga pintu:
Prolog: meluruskan persepsi-persepsi berbahaya seputar dakwah dan nikah
PINTU PERTAMA: RUMAH, PENAWAR LELAH
Di jalan dakwah, ada bahaya yang mengintip, ada ancaman yang tiba-tiba menyergap. Ada musuh yang menampakkan diri, ada pula kawan yang menelikung dengan pedang Hindi. Adakalanya jiwa terasa lelah, raga terasa penat. Rehatlah sejenak. Rebahkanlah kepala sesaat. Berbaringlah, pejamkan mata untuk merenungi kelemahan diri, meyakini kemahabesaran ilahi.
Saat jiwa lelah, beruntunglah mereka yang telah menyempurnakan separuh dari agamanya. Beruntunglah mereka yang masih memiliki harapan untuk tersenyum selepas jihad yang melelahkan, sebab di rumah ada bidadari yang menanti dengan senyuman.
Di pintu pertama ini, kita akan membincang penawar lelah itu.
PINTU KEDUA: RUMAH, TEMPAT BERBENAH
Keluarga Nabi saw adalah kisah nyata yang demikian agung. Tidak sedikitpun celah untuk mencela. Tidak semilipun lubang untuk menggali kekurangannya. Rumah Nabi adalah rumah yang memancarkan cahaya ilahi. Dari rumah Nabi saw, Islam menyebar dengan cepat. Berawal dari delapan orang pertama yang memeluk Islam, kemudian 40 orang, dan seterusnya.
Pancaran cahaya ilahi menerangi seluruh Makkah, hingga tidak ada sebuah rumahpun di Makkah, kecuali ada Islam disebut. Pancaran cahaya itu semakin sempurna setelah hijrah ke Madinah al-Munawwarah. Dari sana Islam menyebar secepat api membakar rumput kering. Islam memenangkan pertempuran demi pertempuran, penaklukan demi penaklukan. Dengan cepat, wilayah Islam meluas hingga memayungi dua pertiga belahan bumi.
Rumah Nabi memang memancarkan cahaya ilahi. Namun janganlah kau lupa, sebelum cahaya itu memancar menerangi semesta, terlebih dahulu ia memijar di dalam rumah Nabi.
Di pintu kedua ini, kita akan berbincang tentang pijar itu. tentang meningkatkan kualitas diri bersama suami atau isteri. Juga tentang mereda badai yang siap menerpa bahtera kita. Juga tentang menyiapkan anak-anak kita, menjadi pejuang-pejuang berikutnya.
PINTU KETIGA: RUMAH, PENEBAR DAKWAH
Semestinyalah, jika Islam telah menancap di dada, maka tidak ada lagi yang memenuhi isi kepala selain tertegaknya kemuliaan Islam, dan itu menghajatkan dakwah.
Sehingga, setiap kesempatan, setiap tempat, setiap waktu, seorang Muslim sejati akan mengoptimalkan dakwahnya.
Termasuk di rumah kita. Ada tamu yang siap kita bakar semangatnya. Ada tetangga yang siap kita bangkitkan pemikirannya. Ada masjid yang siap kita makmurkan, untuk kemudian mencerahkan setiap jamaahnya.
Di pintu ketiga ini, itulah yang akan kita bagi bersama.
Epilog: Rabbi, revolusi ini berawal dari rumah kami!
***
Identitas Buku
Judul : Revolusi Dari Rumah Kami
–karena pernikahan adalah perlawanan-
Penulis : Abay
Penerbit : Za’faran (Grup Anomali) Yogyakarta
Dimensi : 12 cm x 17 cm, 216 halaman
Harga : Rp. 35.000
Terbit : 16 Mei 2010
PROMO KHUSUS 555:
Untuk 555 pemesan pertama, dapatkan bonus buku saku Perkembangan Kemampuan Dakwahku. Buku saku yang akan mengontrol sejauh mana perkembangan kemampuan melakukan kontak dakwah produktif dan kemampuan menjadi pembicara, trainer, penceramah, dll.
Terbatas! Hanya sampai tanggal 13 Mei 2010. Kumpulkan pesanan dari teman, sahabat, suami, isteri, adik, kakak. Karena untuk pemesanan kolektif akan mendapatkan diskon khusus.
Pesan 10 exp diskon 10%
Pesan 20 exp diskon 20%
Pesan 30 exp diskon 30%
Pesan 40 exp diskon 40%
Pesan 50 exp diskon 50%
Pemesanan
Hubungi Nur (0813 4884 5152)












