
Beuh !!
Minggu lalu sy menemani Nyawa berenang. Di kolam kecil itu saya melihat seorang anak kecil, bulat, gendut sipit, lucu, bermain bersama neneknya. Sang nenek menyuruhnya untuk keluar dari kolam karena waktu sudah mendekati pukul setengah sebelas.
“Ayo, ke kamar ganti kita pulang,” Kata nenek dia membujuknya.
Si anak menggelengkan kepala, sambil mengecipakkan air ke arah anak-anak lain seusianya.
Dan tak bosan sang nenekpun terus membujuknya, “Ayo dong, cepetan. Udah panas nih mataharinya udah tinggi.”
Si anak itu kemudian terdiam. Menatap sang nenek lalu berteriak. “Nggak mau! Nggak mau!” dan dia terus menatap sang nenek. Dan keluarlah kata-kata yang sangat tak sedap kedengarannya. “Bagong, Siah!” bentak si anak.
Wajah sang nenek berubah. Sy melihat ada sakit di wajahnya.
“Bagong itu apa sih, Panda?” Nyawa pun bertanya.
Saya hanya memberikan jawaban, “Nggak baek Nyaw. Nggak boleh ngomong gitu.” Nyawa kelihatannya mengerti. Tapi, duh sedih sekali seandainya hal itu terjadi pada saya. Anak kecil itu memang rentan. Sangat-sangat rentan. Apa yang di dengar akan dipraktikkannya entah kapan.
—————-
bagong: babi!
………………
………………
(Tulisan yg bulat dan mutlak di copas dari Fajarullah-Divan Semesta. Selamat menikmati! Ambil hikmahnyaa… ^_^)