Category: Janin dan Jiwa


Sang Lelaki Sejati

Siapa sih yang ngga suka sama lelaki tampan, wangi, kaya pula? Jangan bayangin Justin Bieber, dijamin masih kalah gaya. Lelaki itu bernama Mus’ab bin Umair. Sesuai namanya ‘umair’, artinya ‘seseorang yang baik’. Hidupnya berkecukupan dan sering ‘disuit-suitin’ alias digandrungi gadis-gadis di jaman Rasulullah dulu. Lelaki ini sangat istimewa. Bukan saja di masa hidupnya, tapi juga di akhir hayat. Simak ya!

 

PENYAYANG DAN SABAR

Mus’ab lelaki penyayang. Sifat itu tampak dalam rasa sayangnya pada ibunya. Cuma berhubung ibunya ngga suka Mus’ab masuk islam, ehh si ibu malah mogok makan. Mus’ab yang penyayang ini hanya berkata dengan lirih: “Wahai ibu, telah ananda sampaikan pada ibunda dan ananda merasa kasihn. Tapi andai nyawa ibu keluar satu persatu, niscaya ananda tidak akan keluar dari agama ini

DIPLOMAT ULUNG

Siapakah orang yang paling berjasa dalam mengembangkan cahaya islam di madinah? Orang itu adalah Mus’ab bin Umair. Pernah suatu kali Mus’ab didatangi pemuka kabilah sambil bawa tongkat (mau marah-marah). Nah,, bukannya lari, Mus’ab dengan tenang berkata:”Duduklah tuan, jika tuan suka dan mendapat kebaikan dari apa yang saya sampaikan maka ambillah, jika tidak maka tinggalkan

MULIA SAMPAI AKHIR HAYAT

Akhir hidup Mus’ab penuh kemuliaan. Perang uhud memperjumpakan Mus’ab dengan tuhannya dalam keadaan syahid. Mus’ab sang pemegang panji, tertebas tangan kanannya oleh musuh. Cukup sampai disitu? Tidak! Lalu Mus’ab berusaha mempertahankan panji tersebut dengan tangan kiri, lantas tangan itu pun tertebas pula. Ahh,… Mus’ab, teladan bagi jiwa pemberani. <Alga Biru>

Si Kakek renta berjalan terseok. Mengayunkan cangkul di tanah tandus berbatu-batu. Lemah dia memukulkan cangkul yang hitam itu menghempas debu. Rasa lelah tidak mampu mengusir senyuman di bibir keriputnya. Mata keruhnya bercahaya penuh harapan yang naik menembus langit dan pergi entah ke mana.

Tangannya yang kisut meraih benih kurma itu, membenamkannya ke lubang di tanah yang sederhana. Diletakannya benih itu di sana seperti seorang ibu yang menimang-nimang bayinya dengan sayang. Berharap satu hari kelak akan tumbuh sesosok makhluk yang akan menebarkan kebaikan kepada semua. Seorang pemuda berlalu di hadapan si Kakek.
“Mengapa engkau menanam kurma-kurma itu wahai kakek? Baru 25 tahun kemudian akan keluar buahnya, sementara itu kau sendiri telah tiada.”
Si Kakek tak kehilangan senyumnya.

“Tak perlulah aku menikmati apa yang sudah aku tanam. Biarlah orang-orang yang datang setelahku yang akan menikmati hasilnya. Aku hanya ingin pahala dari Tuhan untuk apa yang sudah aku lakukan ini, untuk selamanya, walaupun aku telah mati. Walaupun orang tak kenal siapa aku.” Si pemuda tertegun. Sungguh benar apa yang dikatakan si Kakek. Buat selamanya dia tak akan pernah melupakannya.

Si Kakek telah lama pergi. Tapi boleh jadi, kurma yang dinikmati seorang anak di sudut kamarnya, atau yang dipetik orang lalu, untuk menawarkan rasa laparnya, atau yang diambil si miskin untuk dijual dan diambil hasilnya, atau yang manapun dia, adalah kurma si Kakek yang dahulu pernah ditanamnya. Manusia boleh lupa, tapi Tuhan tidak pernah lupa. Tulisan manusia bisa salah, tapi tulisan malaikatNya tak pernah salah. Bayaran dari Tuhan bagi si Kakek mengalir tak henti-hentinya. Terus mengalir, bukan seperti sungai yang sekali waktu ada surutnya. Pahala dari Tuhan tidak akan surut.
Kami percaya apa yang sudah kami lakukan selama ini tidak sia-sia. Tidak percuma. Walaupun sederhana, kami ingin meninggalkan karya yang walaupun nanti tatkala kami sudah lama tiada, hasilnya bisa terus kami petik. Itu saja!!

Oleh: djenderal 4 arwah

Beliau adalah Hindun binti ‘Uthbah bin Robi’ah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al-Umawiyah al-Qurasyiyah . Sebelummasuk islam, Hindun terkenal dengan julukan “Aklatul Akbad” (Wanita pemakan jantung). Julukan itu ia dapat lantaran dendam kesumat pada Hamzah bin Abdil Muthallib yang telah menewaskan ayahnya di Perang Badar. Yang saking dendamnya, dia gerammm… ga cukup dengan menyuruh budaknya al-Wahsy bin Harb untuk membunuh Hamzah. Hindun malah memakan jantung Hamzah. Yacks!!! Uweeekksss!! Eitss… tapi itu kan pas jaman-jaman jahiliyah. Namun akhirnya Hindun beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Hemm, ternyata cukup banyak dari diri Hindun yang bisa kita tiru loh…

1. Berjiwa besar

Tidak gampang memiliki sifat jiwa besar. Mampu menerima kebenaran dengan lapang. Kunci taubat gitu loh. Perangai jiwa besar Hindun terlihat ketika ia beradu argumen untuk masuk islam. Awalnya sih Hindun ogah masuk ke agama Allah ini. Namun Hindun akhirnya melihat terangnya islam tatkala islam telah menundukkan kesombongan dirinya, dengan disaksikannya seluruh manusia sujud khusu’ menyembah Allah di penjuru Makkah. Dengan jiwa besar, Hindun terima kebenaran.

2. Kepribadian kuat

Kalo Hindun udah punya tekad, ngga ada yang bisa menghalanginya. Hal itu terlihat ketika awal beliau masuk islam. Tatkala Hindun pulang ke rumahnya, ia langsung menuju patung-patung di rumahnya dan menghancurkannya dengan sebuah kapak besar hingga berkeping-keping seraya berkata, “Dahulu kami tertipu olehmu… dahulu kami tertipu olehmu.”. Wuihh.. tegas ! No compromise!

3. Pemberani

Muslimah penakut? Duhh.. udah ngga jamannya. Hindun bisa jadi rujukan tentang keberanian. Ngga tanggung bow, beliau nimbrung berjihad. Bersama sang suami tercinta Abu Sufyan, beliau menyertai perang Yarmuk yang terkenal itu, hingga mendapatkan luka yang serius. Hindun juga memompa semangat kaum Muslimin untuk memerangi Romawi dengan mengatakan, “Percepatkalah kematian mereka dengan pedang kalian wahai kaum Muslimin.”

4. Pemikir ulung

Hindun terkenal sebagai seorang yang teguh dalam berkata-kata, dan kuat pemikirannya. Bahkan di masa jahiliyah, Hindun biasa mengumandangkan syair-syair demi mendidihkan semangat para pasukan. Dia lantang dalam berbicara, cita-citanya pun tinggi. Tampak dari ambisi Hindun untuk menjadikan putranya Mu’awiyah agar menjadi pemimpin atas manusia. Wuihh! Kereeenn,,…

Bagi kita… untuk tak meremehkan kemauan orang-orang yang terpanggil kembali kepada Allah SWT. Orang yang kita caci maki hari ini karena keburukan perangainya, bisa jadi kelak dia menjadi pejuang terdepan meninggikan kalimatullah. Who Knows?

Selamat tercengang!

(Alga Biru)

Engkau mesti berhati-hati dengan jebakan setan. Setan suka mendorong dirimu untuk berniat melakukan amal saleh. Namun, dia berusaha menghalangimu untuk melaksanakannya secara nyata. ( Tsabit Al-Bannani )

******

“Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga”. Wacks! Waow! Enak betul! Muluuus. Lurruus. Hidup tanpa kerikil dan tanpa cacat cela. Udah mah masa mudanya hidup berfoya-foya, usia senjanya bergelimang harta, eh ujung-ujungnya masuk surga. Ngarep!

Padahal, hidup ini ibarat rollercoaster pren. Kadang diatas, sesaat kemudian di bawah. Diuji dengan kenikmatan, diuji pula dengan keterbatasan. Ujian juga hinggap dalam keimanan diri kita. Boleh jadi hari ini kita bisa jaga diri dari dosa, tapi besoknya keseleo bikin maksiat. Yahh…. begitulah rotasi kehidupan. Kalau tidak punya pegangan yang erat, bisa limbung terus kepeleset deh. Gubrak!

Nyaris ngga ada satu pun manusia di atas bumi ini yang terbebas dari noktah dosa, kecuali nabi dan rasul yang ma’sum. Tapi kebanyakan anak muda jaman sekarang pada malas mikirin dosa-pahala. ”Udah Bro, nyante aje lagi. Namanya juga anak muda” kata setan ngomporin. Setan bikin angan-angan kita panjang. Mentang-mentang masih seger buger, seolah bakal hidup awet muda bin sehat sampe seribu tahun lagi. Mode lebay: on!

Nikmat yang menipu

Hari gini, banyak orang yang enjoy nyemplung dalam kolam kemaksiatan sebagai cerminan kebahagiaan hidup. Jauh dari nilai-nilai agama sehingga bisa tertawa-tawa bin having fun. Padahal, mereka yang hidup dalam kemaksiatan merasakan kenikmatan semu lho. Kupingnya termatakan rayuan gombal setan. Mata  dan hatinya udah silau oleh fatamorgana kesenangan dunia. Keliatannya bahagia, ternyata bergelimang dosa.

Sesungguhnya orangnya yang merasakan nikmat semu tidak menyadari hakikat nikmat itu sendiri. Contohnya gini nih: kalau kita ngeliat ada orang yang keliatannya lagi makan enak, lahaaaappp banget. Ehh, ternyata pas kita lihat santapannya, ternyata orang tersebut lagi makan nasi basi berjamur dengan bau tengik yang menyengat. Iiih….jijay tralala-trilili deh. So, apa kamu yakin itu santapan enak? Apa masih berpikir mengikuti jejaknya untuk makan nasi basi juga? Hmm…kayanya cuma orang ngga waras yang makan gituan dengan enaknya sambil tersenyum-senyum.

Begitu juga dengan kenikmatan semu. Sering tuh ya, kita lihat dunia artis gemerlapan, penuh nikmat, kaya raya, tampang okey dan jadi pusat perhatian semua orang namun jauh di dasar hatinya seperti ada ’yang kurang’. Jadi teringat lagunya Britney Spears yang jadul punya berjudul ’Lucky’ yang liriknya bikin miris: ’she so lucky, she is star but she cry in lonely heart thinking, if there’s nothing missing in my life then why do this tears come at night’. Ya sih kelihatannya beruntung, tapi seringnya hatinya kosong dan jadi deh nangiiiiissss Bombaiiii sebab minimnya makna hidup dalam hatinya. Catet tuh!

Bisikan Setan Penghambat Taubat

Penyesalan dan pengakuan atas kesalahan adalah hal yang wajib ada di hati orang-orang yang bertaubat. Yaiyalahhh…. Kalau ngga ngerasa salah apa-apa, gimana ceritanya timbul keinginan untuk menebus kesalahan?! Sesal di dunia bernama taubat, tapi sesal di akhirat ngga ada gunanya. Sesal di ujung umur? Ehhhh ehhh…. yakin tuh masih sempat?! Kematian geto loh, siapa yang tau kapan datangnya.

Sesungguhnya setan tidak suka jika manusia mendapat cinta dan ridla dari Rabb-nya. Dia berusaha menjebak manusia ke dalam kemaksiatan, tindakan keji, dan berkata tentang Allah tanpa ilmu. Harapannya, agar mereka menjadi temannya di neraka yang menyala-nyala.

Begitu juga terhadap orang yang sudah terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan dan ingin keluar darinya. Setan nggak pernah tinggal diam. Dia menggunakan berbagai cara dan tipu muslihat agar mereka tetap dalam lembah maksiat. Setan bisa menggodanya dengan menanamkan perasaan bahwa dirinya sangat kotor, dosanya bertumpuk-tumpuk dan tak terampuni lagi. Jadi ngerasa nggak pede untuk tobat. Sesekali dengan membisikkan tipuan bahwa Allah Maha penerima taubat dan Maha pengampun, kapan saja bertaubat Allah senantiasa membuka pintu-Nya. Akhirnya ia memandang mudah masalah taubat, menggampangkannya, dan menunda-nundanya sehinga ia tak pernah bertaubat karena ajal dahulu menjemput.

Ya, kadang setan bilang dengan rayuan mautnya:”Udah deh Bro’, ngapain juga taubat… masih banyak juga dosa Si Fulan, elo mah kecil. Ngga usah khawatir”. Sehingga manusia pun tak menyegerakan taubat yang mulia. Ibnu Mas’ud radliyallah ‘anhu berkata: “Sesungguhnya seorang mukmin dalam melihat dosanya, seolah-olah ia berada di bawah gunung, yang takut akan menimpanya. Dan sungguh seorang fajir melihat dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, lalu ia berkata ’seperti ini?’, maka lalat itupun terbang.(HR. Al-Bukhari no. 5833; al Tirmidzi no. 2421; Ahmad no. 3446)

Di lain kesempatan, setan memprovakasi manusia dengan bisikan provokatif yang bikin diri ini berputus asa pada rahmat Allah. Padahal terkait hal ini, sudah ada sebuah seruan manjur yang datangnya dari Allah sendiri agar kita giat dalam jalan taubat. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Hai anak Adam, sungguh selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu sebanyak apapun dosamu dan aku tidak perduli. Hai anak Adam, kalau seandainya dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau beristighfar kepada-Ku, akan aku ampuni dosamu dan aku tidak perduli. Hai anak Adam, sungguh kalau kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam kondisi tidak melakkan syirik, pasti aku akan mendatangkan ampunan sebanyak itu juga.(HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Ngomong-ngomong soal orang yang ‘takut ama dosa’, jadi teringat satu kisah mengharukan tentang seorang pemuda ahli maksiat di jaman Imam Malik. Imam Malik bin Dinar mengajari kita dalam bagian ini tentang seorang pemuda kecil di waktu haji, dengan bertutur: “Ketika kami mengerjakan ibadah haji, kami mengucapkan talbiyah dan berdoa kepada Allah, tiba-tiba aku melihat pemuda yang masih sangat muda usianya memakai pakaian ihram menyendiri di tempat penyendiriannya tidak mengucapkan talbiyah dan tidak berdzikir mengingat Allah seperti orang-orang lainnya. Aku mendatanginya dan bertanya, ‘mengapa dia tidak mengucapkan talbiyah ?’”

Dia menjawab, “Apakah talbiyah mencukupi bagiku, sedangkan aku sudah berbuat dosa dengan terang-terangan. Demi Allah! Aku khawatir bila aku mengatakan labbaik maka malaikat menjawab kepadaku, ‘tiada labbaik dan tiada kebahagiaan bagimu’. Lalu aku pulang dengan membawa dosa besar.”

Aku bertanya kepadanya, “Sesungguhnya kamu memanggil yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dia bertanya, “Apakah kamu menyuruhku untuk mengucapkan talbiyah?” Aku menjawab, “Ya.”

Kemudian dia berbaring di atas tanah, meletakkan salah satu pipinya ke tanah mengambil batu dan meletakkannya di pipi yang lain dan mengucurkan air matanya sembari berucap, “Labbaika Allaahumma labbaika, sungguh telah kutundukkan diriku kepada-Mu dan badan telah kuhempaskan di hadapan-Mu.”Lalu aku melihatnya lagi di Mina dalam keadaan menangis dan dia bekata, “Ya Allah, sesungguhnya orang-orang telah menyembelih kurban dan mendekatkan diri kepada-Mu, sedangkan aku tidak punya sesuatu yang bisa kugunakan untuk mendekatkan diri kepadamu kecuali diriku sendiri, maka terimalah pengorbanan diriku.” Kemudian dia pingsan dan tersungkur mati. Akupun mohon kepada Allah agar Dia mau menerima amal ibadah dan pertobatannya.

Wuihh… Subhanallah banget. Ketika rasa malu akibat dosa-dosa telah merasuki seseorang, maka rasa malu itu pun jadi kekuatan dan keteguhan. Menjadi dorongan bagi jiwa yang kotor untuk dibersihkan, dengan pengorbanan terbaik, termasuk jiwa sekalipun. Maka matinya menjadi kematian dalam kebaikan, keberkahan, dan sarat hikmah.

The Taste of Taubat

Sekali lagi, keengganan orang untuk menempuh jalan taubat biasanya soal ’rasa’. ’Males ah, taubat! Ribet, susah, payah, ngga ada nikmat-nikmatnya’. Sehingga mereka berpaling dan terengah-engah mengejar kenikmatan dunia yang fana. Ketahuilah wahai sahabat, nikmat orang-orang yang cinta dunia tak ubahnya seperti kenikmatan yang didapatkan oleh PKK alias Panu Kudis Kurap dari kuku-kuku yang menggaruk. Enak Mang!! Garuuukk terooosss! Padahal kuku-kuku tersebut membuat kulit berdarah, luka dan infeksi tak berdaya. Demikianlah nasib dari hati yang terpaut pada yang selain daripada Allah.

Apa sih rasanya bertaubat ?! Beruntung dan keberuntungan itulah janji Allah bagi orang yang bertaubat. Ibnu Qoyyim bilang kalau kedudukan alias manzilah dari taubat itu terletak di awal, selama perjalanan taubat dan di akhir dari perbuatan tersebut untuk kembali kepada Allah. Sesuai firman Allah yang artinya:

’Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung’ (QS. An-Nur:31)

Sebuah ilustrasi orang yang bertubat sama dengan seorang yang selamat dari kebakaran. Api menyala-nyala membakar rumah dan seisinya. Rumah tersebut amat mewah dengan perabotan yang mahal luar biasa. Namun semewah apa pun rumah tersebut, tak ada yang membuatnya bertahan dan rela ikut terbakar. Maka orang tersebut sekuat tenaga meraih pintu dan jalan keluar untuk selamat dari bencana kebakaran. Betapa ia merasa beruntung dan takkan pernah sudi mati di dalamnya. Begitu pula halnya orang-orang yang bertaubat. Tak penting berapa manis dan banyak godaan yang mengajaknya untuk bertahan dalam kemaksiatan, yang pasti dia tidak sudi ’terbakar’ bersama kemaksiatan. Maka beruntunglah orang-orang yang diselamatkan tersebut.

Ketahuilah sahabat, jadikanlah jalan-jalan iman dan taubat senikmat coklat. Manissss….. rasa manis sejak gigitan pertama. Sensasi nikmatnya menjalar ke otak dan memberikan efek ketagihan untuk dinikmati sampai ludes. Mulailah dengan mengenal Islam lebih dalam. Nikmati bacaan-bacaan Islami (seperti buletin remaja bukamata kueren ini..hehehe) yang menggugah perasaan dan pemikiran. Dongkrak kedekatan kita dengan Allah swt dalam shalat wajib yang on time plus ibadah sunnah lainnya. Abis itu, karantina perasaan alergi bin gengsi untuk hadir dalam pengajian mingguan biar akidah dan iman kita tetep terjaga dari bisikan syetan. Udah deh, jangan tawar-tawar lagi jalan taubat yang manis ini. Tinggalkan maksiat, raih kemuliaan hamba yang taat. Berangkaaat! [Alga Biru]

Footnote: Ya ALLAH,.. segala perkara datangnya dari-Mu. Yang tampak, maupun yang tersembunyi. Betapa hina aku tanpa ampunan-Mu.  Ya Rabb…. Kepada-Mu, aku kembali.

(Buat teman-teman, semoga bermanfaat. Dan jadi ladang pahala buat saya yang banyak dosa ini. Mohon doanya)

-Alga Biru-

… Allah sayang padaku

”Ujian itu akan tetap menimpa seorang mukmin dan mukminah dalam dirinya, anak keturunannya dan hartanya hingga Allah menghapuskan dosa-dosa yang ada pada dirinya ,”

(Hr. Turmudzi)

” Ujian itu akan senantiasa menimpa seorang hamba hingga ia ditinggalkan berjalan diatas bumi ini tanpa membawa beban dosa ”

(Hr Turmudzi)


Dari Anas ra, bahwa Rasulullah pernah bersabda, yang artinya ,” Jika Allah menginginkan kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah akan mempercepat hukuman bagi dirinya di dunia ini. Dan jika Allah menginginkan keburukan bagi seorang hamba, maka Allah akan menangguhkan hukuman dari segala dosa-dosanya hingga ia akan mendapatkan balasannya pada hari kiamat nanti “,

(Hr Turmudzi )


footnote: Meski halang rintang menyerang, aku takkan lari. Semua mencaci, dan cacian itu akan seperti kisahnya di kebanyakan sejarah. Hilang dan enggan dengan sendirinya. Cacian akan menjadi bekas-bekas bijak penuh juang dan hikmah setelah berhasil dilewati. Allah, masih sayang padaku… subhanallah. walhamdulillah. ALLAHU AKBAR!


Orang beriman selalu punya cara sendiri untuk menata hatinya. Meski berlawanan dengan apa yang ia terima dalam kehidupan. Saat mendapat musibah, air mata menetes, tapi hatinya terilhami dan meyakini bahwa apa yang diberikan oleh Allah padanya adalah yang terbaik baginya. Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin penat, tapi tidak dengan hatinya yang terus yakin apabila ia diuji Allah itu adalah tanda bahwa Allah masih sayang padanya.

(SMS Lia ‘Rayap. Semoga Allah merahmati, dik)

^Senyum^

Memunggungimu untuk bertarung di sarang laba-laba

Mencacahi hujan dan waktu, menunggu embun membasahi dedaunan.

Akulah kawan senasib yang takkan membiarkanmu disakiti (lagi)

Akulah pekerja keras yang menghapus bekas luka tak terperi



Engkau adalah bidadari di jaring laba-laba

Ingin aku membebaskanmu dari ikatan jala-jala

Butuh seribu keringat yang jatuh

Lolongan permintaaan dan doa yang tidak pupus

Rumah laba-laba itu akan putus

Kelabu akan menjadi abu

Embun akan datang

Mentari akan menyinari wajahmu



Aku ingin melihatmu satu

Aku tak sabar menjumpai untuk satu

Aku hendak mengajakmu menjadi satu

Aku dan kamu, satu…

Oleh: Alga

26 Januari 2010, 23:10

”Ksatria Membebaskan Bidadari di Jaring Laba-laba”–> Syair paling aneh yang pernah ada di kepalaku…. ahhh.

Cinta, Waktu dan Guci

Meskipun lari ke ujung dunia

Kalau berjodoh, takkan kemana

Kau akan menemukan jodohmu

Seperti adam dan hawa yang kembali bertemu

Jodohmu tak mengenal tua dan lekang oleh waktu

Seumpama abu kremasi

yang dimasukkan dalam guci dan labu

-23 Januari 2010

Oleh: Alga Biru (Renungan jeda sederhana)

Malaikat juga tau…

 

Mereka yang tidak paham dahsyatnya api akan mengobarkannya

dengan sembrono. 

 

Mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan

sia-sia.

 

Arti Hadirmu, Arti Hadirku

Jika kau tak dapat menjadi kapal pesiar

jadilah rakit di tengah rawa yang buram dan penolong penyeberang yang kesepian

Jika kau tak mampu menjadi jalan raya

jadilah jalan setapak menuju mata air

Seandainya diriku bukanlah matahari

semoga aku menjadi bintang-bintang di kegelapan malam

Dan ini sungguh cukup bagiku

Menghargai arti hadirmu, hadirku

( ^Senyum^)


*Apa pun masalahnya, minumnya teh botol sosro

Apa pun makanannya, tetap berpikir positif !!   =)



Oleh: AlgaBiru

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.