Saya hidup dalam kedamaian, mendadak kacau, lalu reda lagi dalam waktu sedetik kemudian. Penghinaan, kehinaan datang tanpa saya mengerti mengapa ada orang yang segitu bencinya sama saya. Berhubung tak ada isi di dunia ini yang tanpa alasan, ada baiknya saya introspeksi. Pada akhirnya, saya tidak harus menghujat siapa-siapa. Tidak diri saya, tidak dengan nasib, atau siapa pun. Saya hanya perlu menerima bahwa tiap orang memiliki masa dimana dia salah mengerti. Mungkin, catatan kebodohan perlu ada agar kita lebih menghargai betapa nikmatnya kesadaran dan penyadaran.
Hidup sendiri itu tidak selamanya enak (Soalnya saya lebih suka soliter euy). Dalam kesendirian, saya temukan kekuatan. Banyak orang yang mampu menembus batas, mencapai orientasi bahkan ketika dia larut dalam sendiri. Para ilmuan menemukan temuan justru tatkala dia diberi ruang kesendirian. Tapi adakalanya saya butuh teman, kejujuran tanpa sekat dan memasuki kedua bola mata tanpa saya banyak bicara.
Saya sendirian. Tidak seorang pun saya izinkan masuk selain sedikit saja mengintip. Saya ini aneh. Dunia tidak suka orang-orang aneh. Saya membingungkan, dan banyak orang tidak suka dibuat bingung. Dunia tidak menerima saya, dunia tidak suka saya. Karena saya punya keinginan yang berbeda dengan mereka. Meski saya tau, betapa saya pun mirip dengan siapa pun yang ada di atas bumi ini.
Saya hampir menangis tatkala ada seorang teman yang berkata:
”Saya sendiri. Tapi saya percaya satu hal, kelak Allah akan berikan saya teman. Apa kamu percaya?”
Dia bertanya apa saya percaya?
Saya sih tidak percaya. Tapi percaya banget ^_^
Ya… kelak Allah akan berikan saya teman. Dan atas segalanya, saya bahagia. Betapa nikmat hidup saya ini. Ahhhh
Oleh: Alga Biru




















